Foraminifera Plankton

Foraminifera plankton adalah salah satu mikrofosil paling penting dalam kajian geologi dan mikropaleontologi. Organisme bersel tunggal akuatik ini hidup mengambang di permukaan laut dan dimanfaatkan sebagai fosil penunjuk untuk korelasi stratigrafi regional. Artikel ini membahas secara lengkap ciri-ciri, ekologi, tata cara pendeskripsian, hingga pengelompokan foraminifera plankton.

Secara terminologi, foraminifera dapat didefinisikan sebagai organisme bersel tunggal yang hidupnya secara akuatik (terutama di laut), memiliki satu atau lebih kamar yang terpisah oleh sekat (septa) yang ditembus oleh banyak lubang halus bernama foramen.

1 Ciri-Ciri Umum Foraminifera Plankton

Foraminifera plankton memiliki morfologi yang khas dan membedakannya dari golongan benthos. Berikut adalah ciri-ciri utamanya.

Bentuk Test Bulat (spherical)
Susunan Kamar Umumnya trochospiral
Komposisi Test Gamping hyalin
Cara Hidup Mengambang di permukaan laut
Struktur cangkang foraminifera plankton dan bagian-bagiannya
Gambar 1. Morfologi cangkang (test) foraminifera plankton dengan bagian-bagian utamanya

Foraminifera plankton berukuran sangat kecil bila dibandingkan dengan spesies golongan benthos. Meskipun jumlah spesiesnya relatif sedikit, golongan ini memiliki arti penting terutama sebagai fosil penunjuk jarak jauh untuk korelasi regional.

Catatan penting: Golongan plankton kurang tahan terhadap penurunan salinitas. Namun beberapa spesies masih dapat bertahan pada kondisi ekstrem. Di Laut Mati dengan salinitas 4,0 hingga 4,5%, masih dijumpai Globigerina bulloides, Globorotalia sacculifera, dan Orbulina universa.
2 Distribusi Foraminifera Plankton Berdasarkan Zona Suhu

Sebagian spesies foraminifera plankton menghuni zona suhu tertentu. Berikut adalah distribusinya menurut zonasi iklim laut.

Zona Suhu Karakteristik Contoh Spesies
Air Dingin (Kutub) Suhu rendah, perairan kutub Globigerina pachyderma, Globorotaloid dutertei
Zona Temperate Suhu sedang, perairan lintang tengah Globigerina bulloides, Globorotalia inflata, Globorotalia camaraniensis
Tropis-Sub Tropis Suhu hangat, perairan sub-tropis Globigerinoides rubber, Globigerinoides sacculifer, Globigerinoides conglobatus
Zona Tropis Perairan hangat tropis Orbulina universa, Globigerina eggeri
3 Ekologi Umum Foraminifera Plankton

Mikroorganisme sangat dipengaruhi hidupnya oleh lingkungan tempat tinggalnya. Ilmu yang mempelajari kondisi tersebut disebut Ekologi, sedangkan yang ditafsirkan berdasarkan fosil disebut Paleoekologi. Dari mikrofosil dalam suatu sedimen, para peneliti dapat menafsirkan kondisi lingkungan hidup, serta kapan dan bagaimana cara hidup organisme tersebut.

Dalam mikropaleontologi dikenal prinsip "The present is the key to the past", yaitu kondisi kehidupan mikroorganisme masa kini digunakan sebagai kunci untuk menafsirkan lingkungan purba.
Kesimpulan Bandy (1960) tentang Ekologi Foraminifera Plankton
  1. Di perairan tropis, jumlah golongan plankton sangat banyak dan jenisnya sangat bervariasi.
  2. Di perairan beriklim sedang, populasi plankton jarang namun jenisnya tetap beragam.
  3. Di perairan sub-kutub, spesiesnya sangat sedikit tetapi jumlah individunya banyak.
  4. Globorotalia berukuran besar dengan keel sangat khas pada perairan bersuhu 17°C, sedangkan tanpa keel ditemukan pada suhu 9°C.
Kedalaman Hidup Foraminifera Plankton

Foraminifera plankton tidak selalu hidup tepat di permukaan laut. Distribusinya secara vertikal mencakup beberapa zona kedalaman berikut.

30 – 50 m
Zona dangkal dekat permukaan, mendapat sinar matahari penuh
50 – 100 m
Zona fotik tengah, masih mendapat cahaya cukup untuk plankton
300 m
Zona afotik awal, cahaya mulai sangat terbatas
1000 m
Zona bathypelagic, tekanan tinggi dan suhu sangat rendah
4 Tata Cara Pendeskripsian Foraminifera Plankton

Pendeskripsian foraminifera plankton mencakup delapan aspek utama yang harus diamati secara sistematis. Berikut adalah gambaran ringkas kedelapan aspek tersebut.

1 Bentuk Test

Bentuk keseluruhan cangkang, mencakup spherical, discoidal, fusiform, biconvex, dan lain-lain

2 Bentuk Kamar

Meliputi spherical, globular, pyriform, tabular, ovate, clavate, dan sebagainya

3 Susunan Kamar

Planispiral (satu bidang) atau trochospiral (tidak dalam satu bidang)

4 Bentuk Suture

Garis perpotongan antara septa dan dinding kamar; bisa tertekan, rata, atau menonjol

5 Komposisi Test

Dinding khitin, aglutin, silikat, atau gampingan (porselen, hyalin, granular, kompleks)

6 Jumlah Putaran dan Kamar

Dihitung berdasarkan arah putaran dari kamar terkecil menuju kamar terbesar

7 Aperture

Lubang utama pada test; berfungsi untuk memasukkan makanan dan mengeluarkan protoplasma

8 Ornamen

Struktur mikro pada permukaan cangkang sebagai cerminan adaptasi lingkungan

Susunan Kamar
● Planispiral
  • Terputar dalam satu bidang
  • Semua kamar terlihat dari kedua sisi
  • Jumlah kamar ventral dan dorsal sama
  • Terputar tidak dalam satu bidang
  • Jumlah kamar ventral dan dorsal berbeda
  • Umbilicus dan aperture terlihat di sisi ventral
Komposisi Dinding Test
1 Dinding Khitin (Tektin)
Bentuk dinding paling primitif pada foraminifera. Terbuat dari zat organik menyerupai tanduk, bersifat fleksibel, transparan, dan tidak berpori (imperforate). Foraminifera dengan dinding ini jarang ditemukan sebagai fosil, kecuali golongan Allogromidae.
2 Dinding Aglutin (Arenaceous)
Dinding test yang terbuat dari material asing yang direkatkan dengan semen. Pada tipe arenaceous, material asingnya berupa butiran pasir saja. Pada tipe aglutin, material asingnya beragam seperti mika, sponge-spikulae, cangkang foram, dan lumpur.
3 Dinding Silikat (Siliceous)
Tipe dinding yang jarang ditemukan. Material silikat dapat dihasilkan organisme itu sendiri atau merupakan material sekunder. Dijumpai pada golongan Ammodiscidae, Hyperamminidae, dan beberapa spesies Miliolidae.
Terdiri dari empat sub-tipe, yaitu:
  • Porselen – tidak berpori, tampak opak putih dalam cahaya episkopik, berwarna amber dalam cahaya diaskopik
  • Hyalin (vitrocalcarea) – bening, transparan, berpori; yang berpori halus dianggap lebih primitif
  • Granular – terdiri atas kristal kalsit granular tanpa material asing; tampak gelap dalam sayatan tipis; umum di Paleozoikum awal
  • Kompleks – memiliki beberapa lapisan; khas pada Fusulinidae (foram besar); dibedakan menjadi tipe fusulinellid dan schwagerinid
Jenis-Jenis Aperture Foraminifera Plankton

Aperture merupakan lubang utama pada test foraminifera yang terletak pada bagian kamar terakhir. Pada golongan plankton, variasi aperture relatif lebih sederhana dan umumnya berjenis interiomarginal.

Jenis Aperture Keterangan
Primary interiomarginal umbilical Terletak di umbilicus atau pusat putaran
Primary interiomarginal umbilical extra-umbilical Terletak di umbilicus dan melebar hingga tepi (peri-peri)
Primary interiomarginal equatorial Terletak di daerah ekuatorial cangkang
Secondary aperture Lubang tambahan yang lebih kecil dari aperture utama
Accessory aperture Aperture sekunder yang terletak pada struktur tambahan
Ornamen (Hiasan) pada Cangkang Foraminifera

Ornamen adalah aneka struktur mikro yang menghiasi cangkang foraminifera dan mencerminkan upaya adaptasi terhadap lingkungan. Berdasarkan letaknya, ornamen dibagi ke dalam lima kelompok berikut.

Ornamen pada Suture
  • Suture bridge (menyerupai jembatan)
  • Suture limbate (suture tebal)
  • Retral processes (zig-zag)
  • Raised bossed (benjolan-benjolan)
Ornamen pada Umbilicus
  • Deeply umbilicus (berlubang dalam)
  • Open umbilicus (terbuka lebar)
  • Umbilicus plug (berpenutup)
  • Ventral umbo (menonjol)
Ornamen pada Peripheri
  • Keel (lapisan tepi tipis dan bening)
  • Spine (duri pada permukaan luar)
Ornamen pada Aperture
  • Lip / rim (bibir aperture menebal)
  • Flap (menyerupai anak lidah)
  • Tooth (menyerupai gigi)
  • Bulla (segi enam teratur) dan Tegilla (segi enam tidak teratur)
Ornamen pada Permukaan Test
  • Smooth (permukaan licin)
  • Punctate (berbintik-bintik)
  • Reticulate (seperti sarang madu)
  • Pustucolate (tonjolan-tonjolan bulat)
5 Pengelompokan Foraminifera Berdasarkan Cara Hidup

Berdasarkan cara hidupnya, foraminifera terbagi menjadi dua kelompok besar. Perbedaan cara hidup ini berdampak langsung pada nilai informasi yang dapat diekstrak dari fosilnya.

  • Hidup mengambang di permukaan laut
  • Tersebar luas di seluruh perairan laut
  • Saat mati, mengendap secara menyebar luas
  • Berguna sebagai penentu umur (biostratigrafi)
  • Jumlah genus sedikit, spesies banyak
Foraminifera Bentonik
  • Hidup merambat di dasar laut
  • Hanya ditemukan pada kedalaman tertentu
  • Distribusi terbatas sesuai zona batimetri
  • Berguna sebagai petunjuk lingkungan (batimetri)
  • Jumlah genus dan spesies lebih beragam

Foraminifera planktonik dapat dimanfaatkan untuk memecahkan berbagai permasalahan geologi, antara lain sebagai fosil petunjuk, korelasi stratigrafi, dan penentuan lingkungan pengendapan.

Pengelompokan Berdasarkan Keseragaman Susunan Kamar
  • 1 Uniformed – disusun oleh satu jenis susunan kamar saja; misalnya uniserial saja atau biserial saja sepanjang seluruh test.
  • 2 Biformed – disusun oleh dua macam susunan kamar yang berbeda; misalnya diawali triserial kemudian berubah menjadi biserial. Contoh spesies: Heterostomella.
  • 3 Triformed – terdiri dari tiga susunan kamar yang berbeda. Contoh spesies: Valvulina.
  • Protoculum – kamar utama atau kamar pertama pada cangkang foraminifera
  • Septa – sekat-sekat yang memisahkan antar kamar dalam test
  • Suture – garis pertemuan antara septa dengan dinding cangkang
  • Aperture – lubang utama pada cangkang foraminifera yang berfungsi untuk memasukkan makanan dan mengeluarkan protoplasma
  • Umbilicus – cekungan atau pusat putaran yang terlihat di sisi ventral pada susunan trochospiral
  • Keel – lapisan tepi tipis dan bening yang mengelilingi peripheri test
Ringkasan: Foraminifera plankton merupakan mikrofosil akuatik bersel tunggal yang hidup mengambang di laut. Ciri khasnya mencakup test berbentuk bulat dengan susunan kamar trochospiral dan dinding gamping hyalin. Ekologinya sangat dipengaruhi oleh suhu, salinitas, dan kedalaman laut. Dalam geologi, fosil ini berperan vital sebagai penunjuk umur dan alat korelasi stratigrafi regional.
close