Foraminifera plankton adalah salah satu mikrofosil paling penting dalam kajian geologi dan mikropaleontologi. Organisme bersel tunggal akuatik ini hidup mengambang di permukaan laut dan dimanfaatkan sebagai fosil penunjuk untuk korelasi stratigrafi regional. Artikel ini membahas secara lengkap ciri-ciri, ekologi, tata cara pendeskripsian, hingga pengelompokan foraminifera plankton.
Secara terminologi, foraminifera dapat didefinisikan sebagai organisme bersel tunggal yang hidupnya secara akuatik (terutama di laut), memiliki satu atau lebih kamar yang terpisah oleh sekat (septa) yang ditembus oleh banyak lubang halus bernama foramen.
Foraminifera plankton memiliki morfologi yang khas dan membedakannya dari golongan benthos. Berikut adalah ciri-ciri utamanya.
Foraminifera plankton berukuran sangat kecil bila dibandingkan dengan spesies golongan benthos. Meskipun jumlah spesiesnya relatif sedikit, golongan ini memiliki arti penting terutama sebagai fosil penunjuk jarak jauh untuk korelasi regional.
Sebagian spesies foraminifera plankton menghuni zona suhu tertentu. Berikut adalah distribusinya menurut zonasi iklim laut.
| Zona Suhu | Karakteristik | Contoh Spesies |
|---|---|---|
| Air Dingin (Kutub) | Suhu rendah, perairan kutub | Globigerina pachyderma, Globorotaloid dutertei |
| Zona Temperate | Suhu sedang, perairan lintang tengah | Globigerina bulloides, Globorotalia inflata, Globorotalia camaraniensis |
| Tropis-Sub Tropis | Suhu hangat, perairan sub-tropis | Globigerinoides rubber, Globigerinoides sacculifer, Globigerinoides conglobatus |
| Zona Tropis | Perairan hangat tropis | Orbulina universa, Globigerina eggeri |
Mikroorganisme sangat dipengaruhi hidupnya oleh lingkungan tempat tinggalnya. Ilmu yang mempelajari kondisi tersebut disebut Ekologi, sedangkan yang ditafsirkan berdasarkan fosil disebut Paleoekologi. Dari mikrofosil dalam suatu sedimen, para peneliti dapat menafsirkan kondisi lingkungan hidup, serta kapan dan bagaimana cara hidup organisme tersebut.
- Di perairan tropis, jumlah golongan plankton sangat banyak dan jenisnya sangat bervariasi.
- Di perairan beriklim sedang, populasi plankton jarang namun jenisnya tetap beragam.
- Di perairan sub-kutub, spesiesnya sangat sedikit tetapi jumlah individunya banyak.
- Globorotalia berukuran besar dengan keel sangat khas pada perairan bersuhu 17°C, sedangkan tanpa keel ditemukan pada suhu 9°C.
Foraminifera plankton tidak selalu hidup tepat di permukaan laut. Distribusinya secara vertikal mencakup beberapa zona kedalaman berikut.
Pendeskripsian foraminifera plankton mencakup delapan aspek utama yang harus diamati secara sistematis. Berikut adalah gambaran ringkas kedelapan aspek tersebut.
Bentuk keseluruhan cangkang, mencakup spherical, discoidal, fusiform, biconvex, dan lain-lain
Meliputi spherical, globular, pyriform, tabular, ovate, clavate, dan sebagainya
Planispiral (satu bidang) atau trochospiral (tidak dalam satu bidang)
Garis perpotongan antara septa dan dinding kamar; bisa tertekan, rata, atau menonjol
Dinding khitin, aglutin, silikat, atau gampingan (porselen, hyalin, granular, kompleks)
Dihitung berdasarkan arah putaran dari kamar terkecil menuju kamar terbesar
Lubang utama pada test; berfungsi untuk memasukkan makanan dan mengeluarkan protoplasma
Struktur mikro pada permukaan cangkang sebagai cerminan adaptasi lingkungan
- Terputar dalam satu bidang
- Semua kamar terlihat dari kedua sisi
- Jumlah kamar ventral dan dorsal sama
- Terputar tidak dalam satu bidang
- Jumlah kamar ventral dan dorsal berbeda
- Umbilicus dan aperture terlihat di sisi ventral
- Porselen – tidak berpori, tampak opak putih dalam cahaya episkopik, berwarna amber dalam cahaya diaskopik
- Hyalin (vitrocalcarea) – bening, transparan, berpori; yang berpori halus dianggap lebih primitif
- Granular – terdiri atas kristal kalsit granular tanpa material asing; tampak gelap dalam sayatan tipis; umum di Paleozoikum awal
- Kompleks – memiliki beberapa lapisan; khas pada Fusulinidae (foram besar); dibedakan menjadi tipe fusulinellid dan schwagerinid
Aperture merupakan lubang utama pada test foraminifera yang terletak pada bagian kamar terakhir. Pada golongan plankton, variasi aperture relatif lebih sederhana dan umumnya berjenis interiomarginal.
| Jenis Aperture | Keterangan |
|---|---|
| Primary interiomarginal umbilical | Terletak di umbilicus atau pusat putaran |
| Primary interiomarginal umbilical extra-umbilical | Terletak di umbilicus dan melebar hingga tepi (peri-peri) |
| Primary interiomarginal equatorial | Terletak di daerah ekuatorial cangkang |
| Secondary aperture | Lubang tambahan yang lebih kecil dari aperture utama |
| Accessory aperture | Aperture sekunder yang terletak pada struktur tambahan |
Ornamen adalah aneka struktur mikro yang menghiasi cangkang foraminifera dan mencerminkan upaya adaptasi terhadap lingkungan. Berdasarkan letaknya, ornamen dibagi ke dalam lima kelompok berikut.
- Suture bridge (menyerupai jembatan)
- Suture limbate (suture tebal)
- Retral processes (zig-zag)
- Raised bossed (benjolan-benjolan)
- Deeply umbilicus (berlubang dalam)
- Open umbilicus (terbuka lebar)
- Umbilicus plug (berpenutup)
- Ventral umbo (menonjol)
- Keel (lapisan tepi tipis dan bening)
- Spine (duri pada permukaan luar)
- Lip / rim (bibir aperture menebal)
- Flap (menyerupai anak lidah)
- Tooth (menyerupai gigi)
- Bulla (segi enam teratur) dan Tegilla (segi enam tidak teratur)
- Smooth (permukaan licin)
- Punctate (berbintik-bintik)
- Reticulate (seperti sarang madu)
- Pustucolate (tonjolan-tonjolan bulat)
Berdasarkan cara hidupnya, foraminifera terbagi menjadi dua kelompok besar. Perbedaan cara hidup ini berdampak langsung pada nilai informasi yang dapat diekstrak dari fosilnya.
- Hidup mengambang di permukaan laut
- Tersebar luas di seluruh perairan laut
- Saat mati, mengendap secara menyebar luas
- Berguna sebagai penentu umur (biostratigrafi)
- Jumlah genus sedikit, spesies banyak
- Hidup merambat di dasar laut
- Hanya ditemukan pada kedalaman tertentu
- Distribusi terbatas sesuai zona batimetri
- Berguna sebagai petunjuk lingkungan (batimetri)
- Jumlah genus dan spesies lebih beragam
Foraminifera planktonik dapat dimanfaatkan untuk memecahkan berbagai permasalahan geologi, antara lain sebagai fosil petunjuk, korelasi stratigrafi, dan penentuan lingkungan pengendapan.
- 1 Uniformed – disusun oleh satu jenis susunan kamar saja; misalnya uniserial saja atau biserial saja sepanjang seluruh test.
- 2 Biformed – disusun oleh dua macam susunan kamar yang berbeda; misalnya diawali triserial kemudian berubah menjadi biserial. Contoh spesies: Heterostomella.
- 3 Triformed – terdiri dari tiga susunan kamar yang berbeda. Contoh spesies: Valvulina.
- Protoculum – kamar utama atau kamar pertama pada cangkang foraminifera
- Septa – sekat-sekat yang memisahkan antar kamar dalam test
- Suture – garis pertemuan antara septa dengan dinding cangkang
- Aperture – lubang utama pada cangkang foraminifera yang berfungsi untuk memasukkan makanan dan mengeluarkan protoplasma
- Umbilicus – cekungan atau pusat putaran yang terlihat di sisi ventral pada susunan trochospiral
- Keel – lapisan tepi tipis dan bening yang mengelilingi peripheri test
