Cara Melakukan Pelestarian Terumbu Karang

Indonesia memiliki sekitar 2,9 juta hektar (ha) hutan mangrove. Luas tersebut merupakan 25% dari luas mangrove dunia atau hampir 60% total luas mangrove Asia Tenggara berada di Indonesia. Kawasan tersebut menyimpan sekitar 3,14 milyar ton atau sepertiga dari total karbon dunia disimpan. Adapun dari jumlah populasi di Indonesia, sekitar 48 juta dari 160 juta jiwa penduduknya tinggal di kawasan pesisir (Sumber. https://www.jawapos.com/features/humaniora/05/12/2016/mewaspadai-ancaman-kerusakan-wilayah-pesisir/).

       Namun, tingginya potensi kerusakan mengancam kawasan pesisir tersebut. Kerusakan lingkungan terjadi karena kegiatan manusia maupun pengaruh alam. Kerusakan lingkungan tersebut dapat menimbulkan penurunan kualitas lingkungan hingga di bawah ambang batas. Bentuk-bentuk kerusakan lingkungan yang terjadi di wilayah pesisir pada beberapa daerah, antara lain hancurnya terumbu karang akibat lalu lintas kapal tongkang, pengeboman, penebangan hutan bakau dan abrasi pantai. Untuk itu diperlukan pelestarian kawasan pesisir. Pelestarian kawasan pesisir dapat dilakukan oleh siapa saja. Mulai dari anak-anak hingga orang tua. Salah satunya dengan pelestarian terumbu karang. Untuk dapat melakukan pelestarian terumbu karang ikuti lankah berikut.

Alat dan Bahan

  1. Fragmen karang
  2. Media transplantasi dari semen
  3. Tali pengikat

Langkah-langkah

  1. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam pelestarian terumbu karang yaitu tentukan lokasi pembiakan terumbu karang. Pelestarian terumbu karang dapat dilakukan secara ex situ atau in situ.
  2. Identifikasi terhadap terumbu karang yang akan direhabilitasi untuk diambil fragmen. Pastikan kondisi terumbu karang yang diambil adalah koloni karang di habitat atau anakan hasil transplantasi sebelumnya. Sesuaikan dengan habitat koloni terumbu karang.
  3. Ambil fragmen karang tidak lebih dari 10% dari bagian koloni terumbu karang. Jenis karang yang diambil:
    • Jenis yang hidup di lokasi serupa.
    • Karang yang mendapat rekomendasi dari Scientific Authority (SA) yaitu LIPI.
    • Jenis karang dengan kategori Acropora, Hydnophora, Pocillopora, Porites dan lainnya

  4. Lakukan pembiakan dengan cara berikut : Ikatan terumbu karang pada media transplantasi berupa kubah beton berongga yang kemudian di taruh ke dasar pantai dengan jarak 1-3 mil. Metode transplantasi terumbu karang ada berbagai macam seperti metode patok, jaring, jaring & subtrat, jaring & rangka, serta jaring, rangka, dan subtrat, terpenting penyesuain metode harus memperhatikan tingkat kemudahan dan tingkat efisiensinya.
  5. Transplan diikat pada substrat atau media yang terbuat dari semen.
  6. Agar transplantasi berhasil dengan baik, diperlukan pengawasan dan pemeliharaan. Sistem pengawasan dan pemeliharaan yang dapat dilakukan sebagai berikut:       
    • Pelarangan kapal besar melewati area rehabilitasi terumbu karang
    • Pembersihan media rangka dari sedimen maupun alga yang dapat menghambat pertumbuhan karang
    • Penggantian/penyulaman anakan karang yang mati atau pertumbuhannya kurang optimal
    • Penataan kembali rangka substrat dan pematokan rangka terlemah/terluar
  7. Selain melakukan transplantasi terumbu karang, pelestarian kawasan pesisir sebagai upaya pengelolaan sumber daya kelautan juga dapat dilakukan dengan cara berikut.
    • Pemulihan hutan mangrove, dengan penanaman benih mangrove kembali.
    • Pelarangan penggunaan alat tangkat berupa suket dan bom ikan.