Karakteristik Fisik dan Sosial Kota Serta Faktor yang Mempengaruhi

Karakteristik Fisik Kota Serta Faktor yang Mempengaruhi

Pembangunan yang tinggi di perkotaan dilakukan sebagai upaya mendukung kehidupan penduduknya. Penduduk kota membutuhkan fasilitas, agar aktivitas dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan nyaman. Selain itu, kota juga memerlukan ketersediaan infrastruktur yang tepat dan terpadu untuk meningkatkan produktivitas di sektor ekonomi. Adapun hal ini dapat dilihat dari karakteristik fisik suatu wilayah perkotaan.

Pembangunan perkotaan perlu memperhatikan penyediaan prasarana dan sarana dasar yang andal. Seperti ketersediaan air minum dan sanitasi. Pertumbuhan penduduk yang tinggi berakibat meningkatnya permintaan tanah, air bersih dan udara bersih. Hal ini dikarenakan pembangunan infrastruktur dilakukan secara terus-menerus. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan penduduk kota. Pembangunan tersebut telah mengkonversi lahan alami yang tadinya berupa sawah, ladang, ataupun hutan menjadi sebuah kawasan perkotaan. Oleh karena itu, sering dijumpai kota yang minim vegetasi. Karena rata-rata lahan yang ada telah beralih fungsi lahan menjadi permukiman, industri, dan gedung.

Pembangunan infrastruktur di kota menyebabkan fasilitas umum di kota lebih lengkap dibandingkan desa. Contohnya di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Fasilitas di bidang ekonomi berupa bangunan perniagaan atau perbelanjaan. Fasilitas di bidang sosial-budaya, berupa pelayanan umum dan pemerintahan, pendidikan dan kesehatan, peribadatan, rekreasi dan olah raga, pemakaman dan pertamanan.

Karakteristik Fisik dan Sosial Kota

Karakteristik Fisik Kota Serta Faktor yang Mempengaruhi

Kota dan perkotaan memiliki perbedaan. Kota merupakan suatu wilayah yang ditetapkan secara administratif. Sedangkan, perkotaan merupakan wilayah yang tidak terbatas pada penetapan administratif, namun didasarkan pada ciri-ciri perkotaan yang dimiliki oleh suatu wilayah. Perkotaan memiliki susunan fungsi kawasan sebagai tempat pemukiman perkotaan, pendidikan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintah, pelayanan sosial, serta kegiatan ekonomi. 

Adapun karakteristik fisik perkotaan adalah sebagai berikut.

  • Memiliki daerah terbuka yang digunakan sebagai ruang terbuka hijau atau paru-paru kota.
  • Memiliki gedung pemerintahan, pusat pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum lainnya.
  • Memiliki gedung hiburan, perkantoran serta sarana olahraga
  • Memiliki alun-alun sebagai area hiburan, berinteraksi, dan bersosialiasi untuk masyarakatnya. Alun-alun biasanya terletak di tengah kota.
  • Memiliki lahan parkir untuk menunjang kegiatan penduduknya. Lahan parkir biasanya terletak di tepi jalan, pusat perbelanjaan, alun-alun, pusat pemerintahan, dan sebagainya.
  • Memiliki kompleks permukiman/hunian untuk masyarakat ekonomi rendah, sedang, dan tinggi.
  • Kepadatan bangunan relatif lebih tinggi dari wilayah sekitarnya. Hal ini karena jumlah penduduk kota relatif banyak.
  • Proporsi bangunan permanen lebih besar dan didominasi oleh gedung, industri, dan lainnya.
  • Banyak bangunan fasilitas sosial ekonomi, seperti sekolah, rumah sakit, poliklinik, pasar, toko, kantor pemerintah dan lain-lain dibandingkan wilayah sekitarnya.

Sedangkan ciri-ciri kota secara sosial digambarkan sebagai berikut:

  • Masyarakat perkotaan bersifat heterogen atau sangat bervariasi, seperti suku, agama, bahasa, dan adat istiadat. Masyarakat heterogen ini menyebabkan norma adat maupun norma agama sulit untuk diterapkan secara menyeluruh pada masyarakat kota.
  • Masyarakat bersifat individualistis dan materialistis.
  • Berdasarkan mata pencahariannya, masyarakat kota memiliki mata pencaharian yang lebih variatif. Penduduk kota dominan bekerja di sektor industri dan jasa.
  • Norma-norma masyarakat yang tidak begitu ketat. Seperti halnya agama dan aturan adat.  
  • Hubungan kekerabatan dengan masyarakat di lingkungan sekitar mulai pudar atau disebut sebagai gesselschaft. Kondisi ini berakibat pada kesenjangan sosial yang tinggi terlebih karena perekonomian antara yang miskin dan yang kaya.

Itulah tadi karakteristik fisik dan sosial perkotaan. Setiap perkotaan memiliki karteristiknya masing-masing. Setiap perkotaan memiliki karakteristik, potensi, dan permasalahan yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Seperti keadaan penduduk, kualitas, jumlah, dan sebaran penduduk, topografi, lokasi, sumber air, tanah, dan kebijakan yang diambil. 
Karakteristik Fisik Kota Serta Faktor yang Mempengaruhi

Sebagai contoh perbedaa wilayah perkotaan di Kota Makassar dan Kota Karawang. Kota Makassar terletak di Selat Makassar dan menjadi jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). Jalur tersebut menjadi penghubung antara Asia Timur dengan Australia. Keadaan ini membuat kota Makassar berkembang dari jasa pelayaran. Sementara Kota Karawang terletak di tengah daratan. Kota Bandung memiliki lokasi strategis sebagai pusat pemerintahan provinsi, dekat pusat ibu kota, dan di sekitar kawasan industri. Kota Makassar dan Karawang  merupakan dua kota  besar di Indonesia yang berkembang dari potensi yang berbeda. Keadaan tersebut juga membuat karakteristik fisik, sosial, dan permasalahan juga berbeda.