Faktor Keberagaman Sosial Budaya di Indonesia

Faktor Keberagaman Sosial Budaya di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terluas yang ada di bumi. Besarnya wilayah Indonesia memiliki ciri khas dan kebudayaan yang beranekaragam. Keanekaragaman yang ada di Indonesia terdapat hampir di semua bidang, seperti ekonomi, sosial, kebudayaan, agama, hingga politik. Keanekaragaman ini disebabkan karena faktor sejarah dan lokasi Indonesia yang unik. 

Pengaruh Sejarah di Indonesia

Faktor Keberagaman Sosial Budaya di Indonesia

Keanekaragaman Indonesia tidak terjadi begitu saja, melainkan terdapat sejarah dibalik semua itu. Masyarakat Indonesia pada awalnya adalah masyarakat melayu deutro dan melayu proto. Namun karena Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, maka banyak masyarakat pendatang dari berbagai belahan penjuru dunia yang datang kewilayah Indonesia.

Dimulai dengan bangsa India yang datang dengan membawa kebudayaan dari daerah asalnya.  Masyarakat Indonesia kemudian belajar dan banyak yang menganut budaya, agama, politik, hingga sistem perekonomian.Masuknya kebudayaan dari India menjadikan masyarakat bangsa Indonesia mulai mengenal tulisan dengan huruf Palawa dan bahasa Sansekerta. Pengaruh bangsa India juga masih banyak yang dipertahankan hingga saat ini.

Setelah bangsa India, datanglah bangsa Arab ke Indonesia. Tujun bangsa ini juga hampir sama, yaitu berdagang. Bangsa ini juga membawa kebudayaan dari daerah asalnya. Masyarakat lokal juga belajar dan banyak yang memadukan/menganut budaya, agama, politik hingga sistem perekonomian. Meskipun demikian, budaya dari bangsa India melebur menjadi satu dengan budaya dari bangsa Arab.

Tidak sampai disitu, setelah bangsa India dan Arab. Bangsa-bangsa dari Eropa juga berdatangan di Indonesia. Bangsa-bangsa dari Eropa juga memiliki tujuan yang sama, yaitu berdagang. Bangsa-bangsa tersebut juga membawa kebudayaan, agama, politik hingga sistem perekonomian.

Itulah mengapa Indonesia memiliki kebudayaan yang beragam, jika dilihat dari sisi sejarah. Masyarakat asli Indonesia yang ramah senang menerima kebudayaan-kebudayaan yang baru. Kebudayaan yang lama akan melebur dengan kebudayaan yang baru, sehingga tercipta kebudayaan baru atau sering disebut asimiliasi.

Pengaruh Lokasi di Indonesia

Faktor lainnya yang menyebabka Indonesia memiliki kebudayaan yang beragam yaitu, lokasi. Lokasi dalam geografi dapat ditinjau berdasarkan lokasi relatif (Geografis) dan lokasi absolut (astronomis). Lokasi Indonesia memengaruhi kondisi masyarakat dan kondisi alam. Karena lingkungan tidak dapat menyesuaikan manusia, tetapi manusia akan menyesuaikan kondisi alam yang ada.

Pengaruh Lokasi Geografis Indonesia

Letak geografis atau lokasi secara relatif dapat diartikan sebagai posisi atau keberadaan suatu wilayah berdasarkan kondisi sekitarnya di permukaan bumi. Berdasarkan letak geografis, Indonesia berada di antara 2 benua dan 2 samudera, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, serta Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Letak geografis Indonesia tersebut menyebabkan negara Indonesia terletak pada jalur cicin api (ring of fire). Jalur cicin api membuat Indonesia memiliki banyak gunung berapi aktif. Gunung berapi yang aktif akan mengeluarkan abu vulkanik, sehingga menyuburkan kawasan di sekitarnya. Letak geografis Indonesia juga memberikan dampak wilayah yang strategis pada jalur perdagangan. Sehingga memberikan keuntungan di segala sektor kehidupan, seperti sektor ekonomi, sosial, budaya, dan lain sebagainya.

  • Keberagaman Sosial Budaya Bangsa Indonesia

 Indonesia terdiri dari ribuan pulau yang dihuni oleh masyarakat baik lokal maupun interlokal. Masing-masing masyarakat di pulau tersebut memiliki kebudayaan yang berbeda. Perbedaan masyarakat Indonesia tersebut terdiri dari berbagai macam suku bangsa, agama, bahasa, mata pencaharian, dan lainnya. Perbedaan ini dihasilkan dari adaptasi manusia pada setiap lingkungan pulau. Keanekaragamaan budaya ini akan menyebabkan terjadinya interaki sosial antarwilayah.

Faktor Keberagaman Sosial Budaya di Indonesia

  • Sebagai Jalur Perdagangan Internasional

Secara geografis Indonesia memiliki letak yang strategis yaitu berada pada posisi silang dua benua dan dua samudra. Kondisi ini membuat kondisi alam di Indonesia menjadi subur dan strategis. Sehingga Indonesia menjadi salah satu jalur dan tujuan para pedagang internasional serta tempat singgah kapal yang menempuh pelayaran antarnegara. Seperti jalur pelayaran, Asia-Australia, Asia-Eropa, dan Asia-Amerika.

Faktor Keberagaman Sosial Budaya di Indonesia
sumber : Asariotis, Regina & Benamara, Hassiba & Lavelle, Jennifer & Premti, Anila. (2014). Maritime piracy. Part I: An overview of trends, costs and trade-related implications.
Kondisi alam yang subur di Indonesia di manfaatkan oleh masyarakat. Pada masa lampau Indonesia merupakan salah satu penghasil rempah-rempah terbaik dunia. Kondisi tersebut menyebabkan negara-negara dari India, Arab, Cina, dan Eropa berdatangan untuk membeli rempah-rempah di Indonesia. Para pedagang yang berdatanang juga memberikan pengaruh bagi Indonesia, seperti agama, adat istiadat, dan kesenian. Oleh sebab itu melalui jalur perdagangan,  kondisi sosial budaya masyarakat Indonesia semakin beragam.

Pengaruh Letak Astronomis Indonesia

Letak astronomis atau letak absolut diartikan sebagai letak suatu wilayah didasarkan pada garis melintang dan garis membujur. Secara astronomis letak Indonesia berada pada 6oLU-11oLS dan antara 95oBT- 141oBT. Letak Indonesia secara astronomis juga memberikan beberapa pengaruh terhadap kondisi sosial budaya masyarakat, berikut beberapa pengaruh letak astronomi Indonesia bagi masyarakat. Letak astronomis di Indonesia berpengaruh pada iklim dan perbedaan waktu.

  • Iklim di Indonesia

Letak astronomis di Indonesia yang berada di garis khatulistiwa menyebabkan Indonesia memiliki iklim tropis. Banyak manfaat yang dapat diperoleh suatu wilayah yang memiliki iklim tropis. Seperti curah hujan yang tinggi, memiliki hutan hujan tropis yang luas, dan pancaran sinar matahari sepanjang tahun.

Faktor Keberagaman Sosial Budaya di Indonesia
sumber : http://asmc.asean.org/update-of-regional-weather-and-smoke-haze-for-december-2016/

Iklim tropis juga menyebabkan Indonesia memiliki 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Perubahan musim di Indonesia memengaruhi pola kehidupan masyarakat setempat, terutama mata pencaharian masyarakat. Contohnya perbedaan pola tanam petani antara musim penghujan dengan musim kemarau. Ketika musim penghujan di dataran rendah petani akan menanam padi, sedangkan dimusim kemarau petani memilih menanam palawija. Selain itu, iklim tropis juga menyebabkan tekanan udara di Indonesia berubah secara teratur. Tekanan udara yang berubah secara teratur dimanfaatkan nelayan untuk melaut dan kembali ke daratan.

  • Pembagian Waktu di Indonesia

Letak astronomis di Indonesia menyebabkan Indonesia memiliki zona waktu yang berbeda di beberapa wilayah. Zona waktu ini dibedakan menajdi 3 zona waktu, yaitu waktu bagian barat (WIB), waktu bagian tengah (WITA), dan waktu bagian timur (WIT).

  1. Wilayah di Pulau Sumatra, Pulau Madura, Jawa, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Kalimantan Barat, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya berada di zona waktu WIB. Zona ini memiliki selisih waktu GMT+7 jam (Greenwich Mean Time).
  2. Wilayah di Pulau Sulawesi, Bali, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara, Provinsi Kalimantan Timur, dan pulau-pulau kecil sekitarnya berada di zona waktu WITA. Zona ini memiliki selisih waktu GMT+8 jam (Greenwich Mean Time).
  3. Wilayah di Papua, Maluku, Papua Barat, dan pulau-pulau kecil sekitarnya berada di zona waktu WIT. Zona ini memiliki selisih waktu 9+ GMT (Greenwich Mean Time).

Perbedaan zona waktu di Indonesia juga memberikan dampak bagi masyarakat. Dampaknya, yaitu wilayah Indonesia pada zona bagian timur akan memiliki waktu lebih awal jika dibandingkan dengan wilayah Indonesia bagian tengah dan barat. Masyarakat pada wilayah Indonesia bagian timur akan melakukan aktivitas lebih awal dibandingkan wilayah Indonesia bagian tengah dan barat.

Faktor Keberagaman Sosial Budaya di Indonesia
sumber : https://twitter.com/ASEAN/status/842178603957682176/photo/1