Unsur Interpretasi Citra untuk Identifikasi Objek Citra Satelit

Unsur Interpretasi Citra untuk Identifikasi Objek Citra Satelit
Interpretasi citra satelit

Penginderaan jauh atau sering disingkat Inderaja tentunya sudah tidak asing lagi bagi banyak orang. Dahulu untuk melakukan identifikasi wilayah yang jauh memerlukan waktu dan usaha.  Namun, pada masa sekarang, hal tersebut mudah dilakukan melalui penginderaan jauh. Penginderaan jauh atau inderaja banyak memberikan manfaat dalam kehidupan masyarakat. Salah satu manfaatnya dapat kita rasakan pada aplikasi Google earth ataupun Google Map.

Dengan menggunakan aplikasi Google Earth atau Google Map, kita dapat melakukan identifikasi wilayah. Meskipun wilayah tersebut berada di negara yang berbeda. Hal ini dikarenakan aplikasi tersebut telah melakukan perekaman objek menggunakan wahana, seperti satelit dan pesawat. Bahkan hampir seluruh permukaan bumi telah dilakukan perekaman. Hasil perekaman yang telah dilakukan dapat berupa citra satelit maupun foto udara. 

Identifikasi Objek Perekaman Menggunakan Unsur Interpretasi

Meskipun untuk mengetahui suatu wilayah telah diberikan kemudahan, namun kita juga harus melakukan indentifikasi objek pada citra satelit/foto udara ketika menggunakan aplikasi tersebut. Kegiatan identifikasi objek pada citra satelit/foto udara disebut interpretasi citra. Kegiatan ini membutuhkan unsur-unsur interpretasi, seperti rona dan warna, bentuk, tekstur, pola, bayangan, situs, asosisasi, dan konvergensi bukti.

Interpretasi citra dapat bermanfaat dalam pembuatan peta, seperti peta penggunaan lahan, peta transportasi jalan, peta sebaran sawah, peta saluran irigasi dan lain sebagainnya. Namun, beberapa peta membutuhkan citra satelit dengan resolusi yang tinggi untuk dilakukan interpretasi. Karena seringkali objek yang terekam tidak dapat tergambar jelas dengan citra satelit resolusi rendah.

Unsur-unsur interpretasi citra memudahka kita mengenali objek pada citra satelit/foto udara. Prinsip interpretasi citra didasarkan pada karakteristik objek pada citra. Karakteristik objek yang terekam pada citra tersebutlah yang digunakan untuk mengenali objek. Namun, perlu diketahui untuk melakukan interpretasi citra kita tidak perlu menggunakan seluruh unsur. Ada beberapa objek yang dapat diidentifikasi hanya dengan menggunakan 2-3 unsur dan ada juga objek yang dapat diidentifikasi menggunakan >3 unsur (konvergensi bukti). Berikut ini penjelasan unsur-unsur interpretasi citra beserta contohnya.

Unsur Interpretasi Citra beserta Contoh Interpretasi

  • Rona dan Warna

Rona pada interpretasi citra merupakan tingkat kecerahan atau kegelapan objek pada citra. Rona pada setiap objek berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh faktor proses perekaman, cuaca, dan letak objek. Perbedaan rona dipengaruhi oleh karakteristik objek sehingga panjang gelombang yang dipantulkan oleh objek berbeda. Beberapa objek di permukaan bumi memiliki rona gelap dan cerah. Rona gelap objek di permukaan bumi diakibatkan oleh daya pantul objek. Semakin gelap suatu objek, maka rona objek tersebut akan semakin gelap. Begitu pula dengan objek yang basah. Semakin basah suatu objek, maka rona objek akan semakin gelap pula.

Sebagai contoh rona pada jalan pada gambar di bawah. Jalan setapak memiliki rona agak cerah karena jalan setapak terbuat dari tanah. Tanah memantulkan sedikit cahaya matahari. Sedangkan jalan aspal memiliki rona gelap, karena jalan aspal terbuat dari aspal. Asal menyerap cahaya yang dipantulkan oleh sinar matahari. Kemudian jalan beton memiliki rona cerah, karena terbuat dari semen. Semen yang dikeringkan akan menjadi benton, beton memantulkan cahaya dari sinar matahari.

Warna pada interpretasi citra merupakan wujud yang tampak oleh mata dengan menggunakan spektrum tampak. Spektrum cahaya tampak merupakan bagian/segmen dari spektrum elektromagnetik yang dapat dilihat oleh mata manusia. Mata manusia biasanya dapat mendeteksi panjang gelombang 380-700 nanometer. Spektrum tampak ini sering kita dengar sebagai Mejikuhibiniu atau merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu (dalam bahasa inggris ROYGBIV). Sedangkan spektrum lebih pendek seperti ultraviolet, X-rays atau gamma rays tidak dapat di deteksi oleh mata manusia.

Unsur Interpretasi Citra untuk Identifikasi Objek Citra Satelit
Contoh rona pada jalan aspal, tanah, dan beton

  • Bentuk

Bentuk merupakan variabel kualitatif pada unsur interpretasi citra yang memberikan konfigurasi atau kerangka suatu objek. Beberapa objek di permukaan bumi memiliki bentuk yang khas. Sehinnga dapat dan mudah dikenali berdasarkan bentuknya. Karena bentuk suatu objek dapat memberikan gambaran akan objek sebenarnya di lapangan. Misalnya, sekolah berbentuk I, U, L, persegi, atau persegi panjang. Jalan dan sungai bentuknya memanjang, serta sawah bentuknya persegi, lapangan bentuknya persegi, stadion bentuknya oval, dan sebagainya.

Unsur Interpretasi Citra untuk Identifikasi Objek Citra Satelit
Beberapa contoh bentuk objek pada citra satelit

  • Tekstur

Tekstur pada unsur interpretasi citra sering disebut tingkat kekasaran atau kehalusan suatu objek. Suatu objek yang memiliki ketinggian dan objek penyusun yang beragam biasanya memiliki tekstur yang kasar. Begitu pula dengan sebaliknya, suatu area yang memiliki ketinggian dan objek penyusun seragam memiliki tekstur yang halus. Contohnya hutan bertekstur kasar, bangunan kota bertekstur kasar, semak belukar bertekstur sedang, padang rumput bertekstur halus, sawah yang ditanami padi bertekstur halus, dan sebagainya.

Unsur Interpretasi Citra untuk Identifikasi Objek Citra Satelit
Beberapa contoh tekstur objek pada citra satelit

  • Pola 

Pola merupakan susunan objek secara keruangan di permukaan bumi. Pola dapat memberikan informasi objek untuk indentifikasi objek citra satelit. Hal ini dikarenakan beberapa objek di permukaan bumi memiliki pola yang khas. Misalnya pola permukiman, pola permukiman di dataran rendah, sungai dan dataran tinggi memiliki perbedaan. Permukiman di dataran rendah memiliki pola yang beragam, yaitu mengelompok dan memanjang, permukiman di sepanjang sungai memiliki pola memanjang mengikuti aliran sungai, dan permukiman di dataran tinggi memiliki pola menyebar. Contoh objek lainnya, yaitu perkebunan kelapa sawit memiliki pola penanaman yang teratur, berbeda dengan tegalan atau perkebunan nipah yang memiliki pola tidak teratur.

Unsur Interpretasi Citra untuk Identifikasi Objek Citra Satelit
Contoh pola permukiman pada citra satelit

  • Bayangan 

Bayangan merupakan ruang pada citra satelit yang tidak terkena cahaya matahari, karena tertutup suatu objek itu sendiri. Bayangan dapat memberikan informasi sebagai identifikasi objek citra satelit. Informasi yang didapatkan dari bayangan, yaitu identifikasi tinggi rendahnya suatu objek. Contohnya gedung yang tinggi memiliki bayangnan yang panjang dibandingan objek di sekitarnya. Bayangan suatu objek juga dapat memberikan informasi waktu perekaman. Perekaman yang dilakukan pada saat pagi hari, matahari datang dari timur maka bayangan objek yang terekam berada di barat.  

Unsur Interpretasi Citra untuk Identifikasi Objek
Beberapa contoh bayangan objek pada citra satelit

  • Situs

Suatu objek permukaan bumi juga memiliki kekhasan letak geografi. Kekhasan letak secara geografis pada interpretasi citra disebut dengan situs. Sebagai contoh, tambak ikan harus berdekatan dengan sumberdaya air. Maka tambak akan berada di danau, pantai, atau rawa. Tambak akan sulit ditemukan pada daerah dengan letak geografi pegunungan. Begitu pula dengan sawah, sawah tidak akan memiliki letak geografis didekat laut, karena tempat hidup tanaman di sawah membutuhkan air tawar. Contoh lainnya keberadaan hutan di dekat laut dapat diidentifikasi sebagai hutan mangrove atau sawah di pegunungan dapat diidentifikasi sebagai perkebunan.

Unsur Interpretasi Citra untuk Identifikasi Objek Citra Satelit
Beberapa contoh situs objek pada citra satelit


  • Asosiasi

Asosiasi pada interpretasi citra merupakan keterkaitan suatu objek yang dengan objek yang lainnya. Keterkaitan objek tersebut tidak dapat dibatasi, artinya semua objek yang terekam pada citra satelit dapat dijadikan sebagai acuan identifikasi. Misalnya, sawah berasosiasi dengan sungai dan saluran irigasi, stasiun berasosiasi dengan rel kereta dan kereat, permukiman berasosiasi dengan jalan dan rth, sekolahan berasosiasi dengan lapangan dan permukiman, jalan raya berasosiasi dengan motor atau mobil, dan sebagainnya.

Unsur Interpretasi Citra untuk Identifikasi Objek Citra Satelit
Beberapa contoh asosisasi objek pada citra satelit

  • Konvergensi Bukti

Konvergensi bukti merupakan pengerucutan beberapa unsur untuk mengidentifikasi objek citra menggunakan unsur-unsur interpretasi. Pengerucutan ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti objek yang diidentifikasi, karen beberapa objek memiliki unsur inerpretasi yang hampir mirip. 

Sebagai contoh, pada citra terekam tajuk (ujung pohon) berbentuk menyerupai bintang. Beberapa pohon yang memiliki tajuk meyerupai bintang dapat berupa pohon palem, namun jenis dari pohon tersebut belum diketahui karena terdapat beberapa jenis pohon palem. Beberapa jenis pohon palem dapat dimungkinkan berupa pohon kelapa, sagu, sawit, enau, atau nipah. Objek yang diinterpretasi masih menggunakan satu unsur interpretasi saja. yaitu interpretasi bentuk berupa tajuk menyerupai bintang. Sehingga perlu ditambah unsur lainnya yaitu pola. Pola pada pohon pada citra yang diidentifikasi tidak teratur. Kemungkinan pohon tersebut dapat berupa sagu, enau, atau nipah. Pohon kelapa dan kelapa sawit biasanya ditanam dengan pola yang teratur. Apabila masih terlalu luas, dapat ditambah unsur lain, misalnya bayangan. Pohon tersebut lebih dari 10 meter sehingga memiliki bayangan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pohon palem tersebut adalah enau atau sagu. Untuk mendapatkan hasil interpretasi pohon tersebut,  perlu ditambah satu unsur interpretasi lagi, Misalnya situs. Situs pohon tersebut adalah air payau. Dengan demikian, kemungkinan yang benar berupa sagu. Enau merupakan tumbuhan darat yang hidupnya bukan di air payau.

Unsur Interpretasi Citra untuk Identifikasi Objek Citra Satelit
Konvergensi bukti pada objek pohon sagu

Contoh lainnya, ketika seorang interpreter menemui sebuah objek jalan. Jalan dapat dinterpretasikan dengan unsur bentuk, yaitu memanjang. Namun, hampir semua jalan seperti, jalan tol, jalan provinsi, jalan setapak, dan rel kereta memiliki unsur yang sama. Sehingga dibutuhkan unsur lainnya, yaitu rona dan warna. Objek yang diidentifikasi memiliki rona cerah dan warna keabuan. Objek yang memiliki rona dan warna tersebut dapat dikerucutkan menjadi jalan tol, jalan setapak, jalan provinsi, dan rel kereta. Begitu seterusnya hingga didapat kesimpulan objek yang diidentifkasi.

Unsur Interpretasi Citra untuk Identifikasi Objek Citra Satelit
Konvergensi bukti pada objek jalan tol

Itulah tadi penjelasan singkat mengenai indentifikasi objek pada citra satelit menggunakan unsur-unsur interpretasi. Seperti, rona dan warna, bentuk, tekstur, pola, bayangan, situs, asosiasi, dan konvergensi bukti.  Dengan menggunakan unsur-unsur interpretasi kita mudah untuk mengindentifikasi sebuah objek. Meskipun tidak semua unsur yang ada harus digunakan untuk mengidentifikasi objek di permukaan bumi. Karena saat ini banyak masyarakat yang telah menggunakan platform seperti google map. Oleh karena itu dibutuhkan ketrampilan identifikasi objek pada citra satelit.