Karakteristik dan Sebaran Jenis Tanah di Indonesia

Tanah memiliki peranan penting demi keberlangsungan kehidupan mahkluk hidup. Hal ini dikarenakan bumi sebagai tempat berpijaknya mahkluk hidup dengan segala aktivitasnya. Manusia memanfaatkan tanah dengan cara mengolahnya menjadi lahan yang produktif guna mencukupi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, perlunya kita sebagai insan yang berakal sehat untuk menjaga dan memelihara tanah dengan sebaik mungkin. Namun, di zaman sekarang hanya sedikit manusia yang memahami tentang tanah, seperti proses pembentukannya, bahan penyusunnya, jenisnya, dan manfaat dari masing-masing jenis tanah.

Karakteristik dan Sebaran Jenis Tanah di Indonesia

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas secara terperinci tentang pengertian tanah, jenis tanah, ciri-ciri atau karakteristik tanah, dan persebaran tanah yang ada di Indonesia.

Pengertian Tanah

Pengertian tanah menurut pandangan dari beberapa ahli, di antaranya sebagai berikut.

  1. Menurut Terzagi (1987) tanah adalah kumpulan (agregat) butiran mineral alami yang dapat dipisahkan oleh cara mekanik bila agregat tersebut diaduk dalam air. Oleh karena itu, tanah menurut asal mula penyusunannya terdiri atas 2 kelompok besar, yaitu sebagai hasil pelapukan secara fisis-kimia dan yang berasal dari bahan organik.
  2. Menurut Verhoef (1994) tanah adalah kumpulan dari bagian-bagian yang padat dan tidak terikat antara satu dengan yang lain diantaranya mungkin material organik rongga-rongga diantara material tersebut berisi udara dan air.
  3. Menurut Das (1995) tanah adalah material yang terdiri dari agregat (butiran) mineral-mineral padat yang tidak terikat secara kimia antara satu dengan yang lain dan dari berbagai bahan organik yang telah mengalami pelapukan zat padat disertai dengan zat zair dan gas yang mengisi ruang-ruang kosong di antara partikel padat tersebut. Tanah memiliki berbagai macam manfaat, seperti sebagai bahan dasar untuk suatu bangunan dan sebagai pendukung pondasi dari bangunan.

Secara umum tanah dapat diartikan sebagai sistem kompleks yang terdiri atas mineral, bahan organik, air, dan udara yang berada di lapisan teratas dari permukaan bumi. Tanah tidak serta merta terbentuk begitu saja dalam waktu yang singkat, melainkan melalui proses yang cukup lama dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor pembentukan tanah umumnya ada 5, yaitu bahan induk, iklim, organisme, topografi/timbulan, dan waktu.

Keragamann sifat dan jenis tanah yang terbentuk di berbagai wilayah di Indonesia dipengaruhi oleh lima faktor pembentuk tanah tersebut. Seperti letak daratan Indonesia yang strategis berada di garis khatulistiwa menyebabkan iklim tropis dan suhu yang tinggi, sehingga mempercepat proses pelapukan batuan menjadi tanah dan memberikan keragaman flora atau tumbuhan. Selain itu, keragaman bahan induk pembentuk tanah akan memengaruhi sifat dan jenis tanah karena setiap bahan induk memiliki ciri-ciri tertentu antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, beberapa pulau besar di Indonesia, yaitu Papua, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, dan Sumatera tentunya memiliki sifat dan jenis tanah yang beranekaragam yang nantinya akan dikelola dengan baik dan optimal berdasarkan karakteristik atau potensi yang dimiliki.

Karakteristik dan Sebaran Jenis Tanah di Indonesia

Karakteristik dan Sebaran Jenis Tanah di Indonesia
Source : The International Union of Soil Science (IUSS) - at its Seventh Congress, at Madison, Wisconsin, USA, in 1960

Keanekaragaman sifat dan jenis tanah di Indonesia berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lain. Perbedaan karakteritik tanah tentunya akan menyebabkan pengelolaan dan pemanfaatan tanah yang tersebar di berbagai wilayah akan berbeda. Jenis tanah yang tersebar di Indonesia, di antaranya sebagai berikut. 

Karakteristik dan Sebaran Jenis Tanah di Indonesia
Source : First meeting of the Editorial Board of the Soil Atlas of Asia, 12 - 15 March 2018, Quezon City, Philippines. The preparation of the Soil Atlas of Asia is sponsored by Joint Research Centre of the European Commission (JRC-EC).

1. Tanah Grumusol

Tanah grumusol merupakan tanah yang terbentuk dari proses pelapukan batuan kapur dan batuan gunung (tuffa vulkanik). Karakteristik tanah grumusol di antaranya sebagai berikut.

  • Tanahnya berwarna kelabu kehitam-hitaman.
  • Teksur tanahnya kering dan mudah pecah saat musim kemarau.
  • Kandungan organiknya rendah karena berasal dari batuan kapur dan pH netral hingga alkalis.
  • Kedalaman tanahnya tidak mencapai 300 mdpl dan memiliki topografi datar hingga bergelombang.
  • Sifat tanahnya berat yang memudahkan terjadinya erosi.
  • Tanahnya kurang begitu subur dan cocok ditanami pohon jati, tebu, kapas, jagung, dan sebagainya.

Tanah grumusol banyak tersebar di beberapa tempat di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Madura, dan Sulawesi Selatan.

2. Tanah Andosol

Tanah andosol atau vulkanis merupakan tanah hasil pelapukan bahan padat dan cair akibat erupsi gunung berapi. Karakteristik tanah andosol di antaranya sebagai berikut.

  • Tanahnya berwarna kelabu hingga kekuningan.
  • Teksur tanahnya halus dan sifatnya tidak mudah tertiup angin.
  • Kandungan mineral, unsur hara, dan air cukup tinggi, sehingga tanahnya subur dan baik untuk tanaman.
  • Tanah ini dimanfaatkan untuk lahan pertanian (sawah dan palawija), hutan pinus, dan perkebunan (sayuran, buah-buahan, tembakau, kopi, teh, dan sebagainya.
  • Tanahnya tidak mudah tererosi.

Tanah andosol banyak tersebar di daerah sekitar gunung berapi, seperti pulau Jawa bagian utara, Sulawesi, Halmahera, NTB, Sumatra, Pulau Lombok dan Sebagainya.

3. Tanah Regosol

Tanah regosol merupakan tanah yang berasal dari proses pelapukan dari material erupsi gunung berapi, seperti debu, lahar, pasir, dan lapili. Karakteristik tanah regosol di antaranya sebagai berikut.

  • Tanahnya berwarna merah, kuning, cokelat kemerahan, dan coklat kekuningan.
  • Teksur tanahnya kasar dab cenderung gembur dengan pH 6-7.
  • Sifat tanahnya sulit untuk menampung air, sehingga tidak semua tanaman cocok ditanam pada tanah ini.
  • Kaya akan unsur hara dan peka terhadap erosi

Tanah regosol tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Jawa, Bengkulu, Bali, NTB, dan Sumatera Barat.

4. Tanah Aluvial

Karakteristik dan Sebaran Jenis Tanah di Indonesia

Tanah aluvial merupakan salah satu jenis tanah yang terjadi karena adanya proses pengendapan material (lumpur) dari hulu hingga ke hilir di sekitar daerah aliran sungai. Karakteristik tanah aluvial di antaranya sebagai berikut.

  • Tanahnya berwarna cokelat hingga kelabu.
  • Teksur tanahnya lembut dan mudah diolah atau digarap.
  • Cocok untuk lahan pertanian.
  • Unsur hara yang terkandung dalam tanah ini tergantung pada asal daerahnya.
  • Peka terhadap erosi.

Tanah aluvial tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia terutama di beberapa sungai, yaitu Sungai Musi (Palembang), Bengawan Solo (Jawa Tengah), Sungai Mahakam (Kalimantan Timur), Sungai Kapuas (Kalimantan Barat), Sungai Citarum (Jawa Barat), dan sebagainya.

5. Tanah Litosol

Tanah litosol merupakan jenis tanah yang berasal dari proses pelapukan belum sempurna yang terbentuk dari perubahan iklim, topografi, dan aktivitas gunung berapi. Karakteristik tanah litosol di antaranya sebagai berikut.

  • Tanahnya berwarna kemerahan, kecoklatan, dan kekuning-kuningan.
  • Struktur tanahnya remah dengan konsistensi agak gembur dan ukurannya besar-besar.
  • pH yang dimiliki antara 4,5-6,5 agak asam hingga masam.
  • Kandungan bahan organik yang sedikit, rata-rata sekitar 5%.
  • Cocok ditanami palawija, tanaman keras, dan rumput.

Tanah litosol tersebar ke beberapa wilayah di Indonesia, yaitu Sumatra, Jawa, Nusa Tengggara, dan Sulawesi Selatan.

6. Tanah Latosol

Tanah latosol merupakan jenis tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan sedimen dan metamorf. Karakteristik tanah latosol di antaranya sebagai berikut.

  • Tanahnya berwarna merah hingga coklat dengan kandungan pH 4,5- 6,5
  • Mampu menyerap air dengan baik, sehingga bisa menahan erosi.
  • Umumnya berada pada topogtafi berbukit, pegunungan, lereng mirng sampai curam.
  • Tanahnya kurang begitu subur dan cocok ditanami tebu, coklat, tembakau, pala, dan panili.

Tanah latosol banyak tersebar di beberapa tempat di Indonesia, seperti Sulawesi, Bali, Jawa, dan Sumatra.

7. Tanah Kapur

Karakteristik dan Sebaran Jenis Tanah di Indonesia

Tanah kapur merupakan jenis tanah yang berasal dari batuan kapur Karakteristik tanah kapur, di antaranya tidak subur dan kurang cocok untuk dijadikan sebagai lahan pertanian. Tanah kapur terdiri atas dua macam tanah, yaitu tanah rendzina dan tanah mediteran.

  • Tanah rendzina, yaitu tanah kapur yang berasal dari hasil proses pelapukan batuan kapur yang terjadi pada daerah yang memiliki curah hujan tinggi.
  • Tanah mediteran, yaitu jenis tanah kapur yang terjadi dari hasil pelapukan batuan kapur keras dan batuan sedimen.

Tanah kapur banyak tersebar di beberapa tempat di Indonesia, seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

8. Tanah Organosol

 Karakteristik dan Sebaran Jenis Tanah di Indonesia

Tanah organosol merupakan jenis tanah yang terbentuk dari pelapukan dan pembusukan bahan-bahan organik. Tanah ini biasanya dapat dijumpai pada daerah rawa-rawa atau daerah yang banyak tergenang air. Tanah organosol terdiri dari 2 macam, yaitu tanah gambut dan tanah humus. Karakteristik tanah organosol di antaranya sebagai berikut.

  • Tanahnya berwarna coklat tua hingga kehitam-hitaman.
  • Kandungan unsur hara yang rendah dan darinase yang buruk.
  • Memiliki tingkat keasaman yang tinggi.
  • Memiliki kandungan bahan organik dan air yang cukup tinggi.
  • Umumnya tanah gambut kurang subur. Namun, tanah humus subur.

Tanah organosol banyak tersebar di beberapa tempat di Indonesia, seperti Papua bagian selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Jambi, dan Sumatra Selatan.

9. Tanah Podzolik

Tanah podzolik merupakan jenis tanah di suatu daerah yang memiliki suhu rendah dan curah hujan yang tinggi. Karakteristik tanah podzolik di antaranya sebagai berikut.

  • Tanahnya berwarna kekuningan dan kemerahan.
  • Pemanfaatannya untuk pertanian palawija.
  • Kandungan pasir kuarsa yang tinggi.
  • Memiliki sifat yang sangat masam, peka terhadap erosi, dan kurang subur.

Tanah podzolik tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Jawa Tengah bagian selatan, Sulawesi Tenggara, dan Kalimantan Selatan.

Karakteristik dan Sebaran Jenis Tanah di Indonesia
Source : The International Union of Soil Science (IUSS) - at its Seventh Congress, at Madison, Wisconsin, USA, in 1960

10. Tanah Laterit

Tanah laterit merupakan jenis tanah yang yang terbentuk karena adanya temperatur dan curah hujan yang tinggi. Hal ini menyebabkan unsur hara telah hilang meresap dan mengalir ke dalam tanah. Karakteristik tanah laterit di antaranya sebagai berikut.

  • Tanahnya berwarna merah atau coklat kekuningan.
  • Tekstur tanahnya merah relatif padat dan kokoh.
  • Kandungan pH netral.
  • Kandungan bahan organik yang sedang.
  • Mengandung zat besi dan alumunium yang cocok untuk digunakan sebagai pondari rumah atau bangunan.

Tanah laterit tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan.

Karakteristik dan Sebaran Jenis Tanah di Indonesia
Source : The International Union of Soil Science (IUSS) - at its Seventh Congress, at Madison, Wisconsin, USA, in 1960

 Keterangan peta Jenis Tanah menurut FAO :

Karakteristik dan Sebaran Jenis Tanah di Indonesia