Air tanah sering dianggap sumber air yang selalu tersedia. Padahal air tanah adalah bagian dari hidrosfer yang terus bergerak dan bisa berkurang jika dimanfaatkan berlebihan. Artikel ini membahas kedudukan air tanah dalam hidrosfer, cara kerja sistemnya, serta pengaruhnya bagi kehidupan masyarakat.
1. Hidrosfer dan Air Tanah
Memahami hidrosfer menjadi dasar untuk mengetahui posisi air tanah di antara seluruh air di bumi.
1.1 Pengertian Hidrosfer
Hidrosfer adalah seluruh air di bumi, baik yang ada di permukaan, di dalam tanah, maupun di atmosfer. Air ini hadir dalam wujud cair, padat, dan gas, serta berpindah terus melalui siklus hidrologi.
1.2 Sebaran Air di Bumi
Sebaran air menunjukkan bahwa air tanah termasuk cadangan air tawar terbesar yang bisa dimanfaatkan manusia.
| Sumber Air | Persentase dari Seluruh Air di Bumi |
|---|---|
| Samudra | 96,5% |
| Es dan gletser | 1,74% |
| Air tanah | 1,69% |
| Danau, sungai, kelembapan tanah, dan atmosfer | sekitar 0,07% |
Sumber USGS Water Science School
Jika dilihat dari air tawar saja, air tanah menyimpan sekitar 30,1%. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan air permukaan seperti sungai dan danau yang hanya sekitar 1,2%.
2. Sistem Air Tanah
Air tanah tersimpan dan bergerak dalam lapisan batuan yang tersusun berurutan dari permukaan hingga batuan dasar.
2.1 Air Tanah Dangkal dan Air Tanah Dalam
Letak lapisan impermeabel menjadi pembeda antara air tanah dangkal dan air tanah dalam.
Air tanah dangkal berada di atas lapisan impermeabel dan dibatasi oleh muka air tanah. Air tanah dalam berada di bawah lapisan impermeabel, yaitu lapisan batuan yang sulit dilalui air. Karena terlindung lapisan tersebut, air tanah dalam umumnya lebih jernih dan lebih terlindung dari pencemaran permukaan.
2.2 Akuifer Bebas dan Akuifer Tertekan
Akuifer adalah lapisan batuan yang mampu menyimpan dan mengalirkan air tanah dalam jumlah yang berarti.
Akuifer dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut.
2.3 Sumur Dangkal dan Sumur Artesis
Jenis akuifer yang disadap menentukan jenis sumur yang dibuat masyarakat.
Sumur dangkal menyadap akuifer bebas sehingga kedalamannya relatif kecil dan muka airnya mudah berubah saat kemarau. Sumur artesis menyadap akuifer tertekan, dan airnya bisa naik sendiri ke permukaan karena adanya tekanan dari dalam.
3. Manfaat Air Tanah bagi Masyarakat
Air tanah menjadi sumber air yang paling dekat dengan kehidupan sehari hari masyarakat.
Air tanah dimanfaatkan untuk 4 hal, yaitu sebagai berikut.
4. Dampak Pengambilan Air Tanah Berlebihan
Air tanah memerlukan waktu lama untuk terisi kembali, sehingga pengambilan yang melebihi imbuhan alami akan menimbulkan masalah.
Pengambilan air tanah berlebihan menimbulkan 4 dampak, yaitu sebagai berikut.
5. Upaya Menjaga Air Tanah
Air tanah dapat tetap lestari jika masyarakat dan pemerintah menjaga proses pengisiannya sekaligus mengatur pemakaiannya.
Upaya menjaga air tanah ada 4, yaitu sebagai berikut.






