Sink Hole atau Dolina

Geologi adalah suatu ilmu yang mempelajari dan mengembangkan pengetahuan yang berkaitan dengan kebumian seperti, bentuk muka bumi, material penyusun bumi, jenis batuan, sifat-sifat fisika dan kimia, bentuk batuan, proses pembentukannya dan sejarah bumi serta geologi terapannya seperti Geologi Minyak dan Gas Bumi, Geologi Teknik, Hidro Geologi, Geologi Tata Lingkungan, Geologi Tambang dan lain-lain. Teknik Geologi berperan sebagai wahana pengkajian dan pemanfaatan sumberdaya alam (mineral, energi, dan air) serta penerapan kerekayasaan, lingkungan hidup, dan mitigasi bencana alam.


Bentuklahan solusioal adalah bentuklahan yang terbentuk akibat proses pelarutan batuan yang terjadi pada daerah berbatuan karbonat tertentu. Tidak semua batuan karbonat terbentuk topografi kars, walaupun factor selain batuannya sama. Beberapa syarat untuk dapat berkembangnya topografi kars sebagai akibat dari proses pelarutan adalah sebagai berikut,



1. Terdapat batuan yang mudah larut, yaitu batu gamping ataupun dolomite

2. Batu gamping dengan kemurnian tinggi

3. Mempunyai lapisan batuan yang tebal

4. Banyak terdapat diaklas/retakan

Batuan karbonat memiliki banyak diaklas akan memudahkan air untuk melarutkan CaCO3. Oleh karena itu batuan karbonat yang sedikit diaklas atau tidak memiliki diaklas , walaupun terletak pada wilayah dengan curah hujan yang tinggi, namun tidak terbentuk topografi karst.

5. Pada daerah tropis basah

Kondisi iklim mencakup ketersediaan curah hujan yang sedang hingga lebat yang bersamaan dengan temperature yang tinggi. Kondisi semacam ini menyebabkan pelarutan dapat berlangsung secara intensif

6. Vegetasi penutup yang lebat

Vegetasi yang rapat akan menghasilkan humus, yang menyebabkan air di daerah LW memiliki PH rendah atau asam. Pada kondisi asam, air akan mudah melarutkan karbonat (CaCO3). Perpaduan antara batuan karbonat dengan banyak diaklas , curah hujan dan suhu tinggi, serta vegetasi yang lebat akan mendorong terbentuknya topografi kars.

Sinkhole adalah depresi alami atau lubang dalam topografi permukaan yang muncul akibat hilangnya lapisan tanah atau bantalan batuan, atau keduanya yang umumnya terjadi akibat aliran air di bawah tanah. Lubang runtuhan memiliki ukuran yang bervariasi dari kurang dari satu meter sampai ratusan meter dalam diameter dan kedalamannya, dan juga tidak bergantung dari jenis lapisan tanah dan bantalan batuan di atasnya. Pembentukan lubang runtuhan ini dapat terjadi berangsur-angsur atau secara mendadak, berbeda-beda, ditemukan di berbagai tempat di dunia. Sinkhole adalah lubang yang terjadi secara tiba-tiba akibat amblasnya permukaan tanah. Lubang runtuhan atau sinkhole adalah depresi alami atau lubang dalam topografi permukaan yang muncul akibat hilangnya lapisan tanah atau bantalan batuan, atau keduanya yang umumnya terjadi akibat aliran air di bawah tanah. Lubang runtuhan memiliki ukuran yang bervariasi dari kurang dari satu meter sampai ratusan meter dalam diameter dan kedalamannya, dan juga tidak bergantung dari jenis lapisan tanah dan bantalan batuan di atasnya. Pembentukan lubang runtuhan ini dapat terjadi berangsur-angsur atau secara mendadak, berbeda-beda, ditemukan di berbagai tempat di dunia.

Sinkhole kebanyakan terjadi pada daerah yang berada di atas permukaan batu kapur yang bisa menampung banyak air di aquifer, yaitu lapisan tempat air dapat mengalir di bawah tanah. Seiring dengan air tanah yang secara perlahan mengalir melalui batu kapur, air itu akan membentuk lanskap yang disebut karst. Pada akhirnya akan terbentuk sebuah gua, mata air, dan sejumlah lubang amblasan lainnya. Air di aquifer juga bisa memberi tekanan pada batu kapur dan membantu menstabilkan lapisan permukaan tanah. Bisanya berupa tanah liat, endapan lumpur, dan pasir

Sinkhole bisa juga dipicu oleh beban berlebih yang sering disebabkan hujan deras atau banjir. Saat air keluar dari rongga batu kapur, tekanan yang menopang material di permukaan tanah juga hilang. Karenanya, lapisan atas bisa tiba-tiba amblas.

Sinkhole juga terbentuk dari aktivitas manusia, seperti runtuhnya tambang yang ditinggalkan hal ini jarang / langka tapi masih sesekali terjadi. Umumnya, sinkhole terjadi di daerah perkotaan akibat kerusakan pada saluran air utama atau runtuhnya saluran pembuangan ketika pipa-pipa tua telah rusak. Dapat juga terjadi karena overpumping dan ekstraksi air tanah dan fluida bawah tanah .

Sinkhole juga dapat terbentuk ketika pola drainase alam berubah dan sistem pengalihan air yang baru dikembangkan. Beberapa sinkhole terbentuk ketika permukaan tanah berubah, seperti ketika kolam industri dan penyimpanan limpasan air diciptakan, berat substansial dari materi baru dapat memicu runtuhnya materi pendukung tanah, sehingga menyebabkan sebuah sinkhole.

Sinkholes adalah lubang pada tanah yang terbentuk tiba-tiba. Lubang tanah ini diakibatkan tekanan terhadap permukaan tanah yang terjadi ketika sebuah lapisan bawah tanah melemah dan tak mampu menopang struktur lapisan di atasnya. Sinkhole dapat terjadi akibat proses alami, yakni ketika sub-permukaan batuan/tanah larut dan membuat rongga bawah tanah. Peristiwa ini sering terjadi di mana batuan di bawah permukaan tanah adalah batu gamping, dolomit, batuan karbonat, atau jenis batuan yang dapat secara alami dihanyutkan oleh sirkulasi air tanah.Sinhhole biasanya terjadi di kawasan dengan formasi batu gamping/limestone, penyebab utamanya adalah larutnya batuan sekitar karena pengaruh air dan terbentuk gua di bawah permukaan tanah. Hujan lebat dari badai tropis Agatha dan drainase yang buruk (adanya kebocoran pipa bawah tanah) memicu lubang runtuhan besar di Guatemala. Lubang runtuhan di Guatemala terjadi akibat pengikisan batuan di dasar, mengikis rongga bawah tanah yang kemudian runtuh. Resiko lubang alami jenis ini banyak terdapat di negara bagian Amerika Serikat. Secara keseluruhan, resiko terulangnya lubang alami di Guatemala adalah tinggi dan tidak terduga.

Kota Guatemala sendiri dikelilingi oleh gunung aktif dimana termasuk dalam jajaran Ring of Fire. Selama ratusan tahun, kaldera raksasa dari Amatlitan menumpuk tanah dimana kota berada, akibatnya fondasi lokal Kota Guatemala sebagian besar terdiri dari batu apung vulkanik lepas yang tidak mempunyai waktu dan tekanan yang tepat untuk mengepresnya menjadi padatan yang baik.

Dapat disimpulkan bahwa sinkhole ini terjadi dikarenakan pengikisan tanah yang terjadi karena adanya hujan deras badai tropis Agatha. Pengikisan ini dari air dari kebocoran pipa yang membawa partikel-partikel tanah (yang merupakan abu vulkanik) dan meninggalkan kelonggaran partikel-partikel yang secara bertahap membentuk suatu void. Permukaan yang semula baik dan utuh, tiba-tiba tidak mendapat dukungan dari dalam tanah, dan untuk mencapai suatu kestabilan maka lubang runtuhan itu tiba-tiba terjadi.

            Gejala Sinkhole

Setelah memahami apa itu Sinkhole, tahap selanjutnya adalah memahami gejala awal akan terjadinya sinkhole di suatu kawasan. Berikut ini adalah beberapa gejala umum ketika akan terjadi sinkhole:
  1. Pertama ini terjadi pada daerah yang batuan dasarnya (bedrock-nya adalah batugamping)

  2. Gejala-gejala sebelum terjadinya amblesan ini sering didahului oleh gejala-gejala perubahan sitem hydrologi. Adanya danau baru segera setelah hujan (air limpasan) terutama pada daerah cekungan.

  3. Dijumpai retakan-retakan tanah. Misalnya pohon-pohon yang miring menuju kearah titik yang sama (pusat amblesan).

  4. Aliran sungai bawah tanah bisa saja tertutup yang menunjukkan adanya kemungkinan runtuhan bawah tanah. pola hidrologinya tentu saja akan terpengaruh akibat runtuhan bawah tanah ini. Jadi tentunya sebelum melakukan uji pengeboran mencari apakah ada terowongan dibawah, perlu juga dilakukan pengamatan permukaan. Apakah ada cekungan-cekungan bekas sinkhole. Adakah perubahan hidrologi yang teramati dalam kurun waktu tertentu ketika musim penghujan dan musim kering.

  5. Uji pengeboranpun belum tentu bisa membuktikan atau menolak hipotesa, karena mencari bolongan ini tidak bisa dilakukan dengan mudah, Salah satu cara adalah dengan pengamatan (survey) geofisika bawah permukaan, baik survey geolistrik, elektromagnetik, graviti (gayaberat) dan lain-lain.
Sinkholes telah digunakan selama berabad-abad sebagai tempat pembuangan untuk berbagai bentuk limbah. Sebagai konsekuensi dari hal ini adalah pencemaran sumber daya air tanah, dengan implikasi kesehatan yang serius di daerah tersebut. Peradaban Maya kadang-kadang digunakan sinkholes di Semenanjung Yucatán dikenal sebagai tempat untuk menyimpan barang-barang berharga dan pengorbanan manusia. Sinkhole yang terhubung dengan gua dapat juga dimanfaatkan air tanahnya dengan memasangkan selang atau wadah yang dialorkan ke daerah pemukiman

Ketika lubang-lubang pembuangan yang sangat dalam terhubung ke gua, orang – orang sekitar menawarkan tantangan bagi cavers berpengalaman atau, ketika air penuh menawarkan kepada para penyelam. Beberapa yang paling spektakuler adalah cenote Zacatón di Meksiko sinkhole berisi air terdalam di dunia, sinkhole Boesmansgat di Afrika Selatan, Sarisarinama Tepuy di Venezuela, Sotano del Barro di Meksiko, dan di kota Mount Gambier, Australia Selatan . Sinkholes yang terbentuk di terumbu karang dan pulau-pulau yang runtuh ke kedalaman besar yang dikenal sebagai lubang biru dan sering menjadi tempat menyelam populer.