Teori Pembentukan Bumi


1.Teori berdasarkan massa jenis.
•Pada permulaan abad 19 banyak geolog berpendapat bahwa inti bumi (baryspher) terbentuk oleh kumpulan benda padat dari jenis batuan granit, basalt atau campuran keduanya.
•Batuan granit massa.jenis – nya 2,6 ; basalt massa.jenis 3,0. sedangkan massa.jenis keseluruhan bumi 5,516.
•inti bumi bukan terbentuk oleh bahan padat yang berupa granit ataupun basalt.
2. Teori berdasarkan terjadinya tata surya.
•Bumi terdiri atas sebuah massa yang cair pijar dan dikelilingi oleh lapisan batuan atau kerak bumi yang padat (Plato).
•Diperkuat hipotesis Kant-Laplace yang menyatakan bahwa bumi ini selama bermilyar tahun yang lalu dilepaskan dari matahari dalam bentuk bola gas yang pijar, lambat laun mendingin dan memadat. Bagian dalaman bumi masih merupakan zat-zat yang cair pijar.
3.Teori berdasarkan pada meteorit.
•Kondisi inti bumi sama dengan kondisi meteorit-meteorit yang berjatuhan di muka bumi, yaitu terdiri atas campuran besi dan nikel yang massa jenisnya dapat mencapai 5 – 6,2.
4.Teori berdasarkan pada getaran gempa bumi.
didasarkan pada perambatan getaran gempa bumi :
vkecepatan merambatnya getaran gempa tidak sama, di bagian dalam bumi getaran merambat lebih cepat daripada permukaan.
vterdapat lapisan-lapisan yang dibatasi oleh bidang diskontinyu disebut “moho” (dari nama siesmolog Andrija Mohorovicic – Yugoslavia), yaitu pada kedalaman 60 km , 1.200 km dan 2.900 km.
•Kesimpulan :
•1). Keadaan batuan di dalam  bumi tidak serba sama.
•2). Ada tiga buah bidang diskontinyu
•3). Dari jarak 2.900 km terdapat bola yang berdiameter 3.500 km sampai ke pusat bumi yang disebut inti bumi.
5. Teori berdasarkan pada suhu dan tekanan.
•Suhu dalaman bumi tidak berasal dari sinar matahari, tetapi berasal dari dalam bumi sendiri.
•Pengukuran suhu di lubang pemboran menunjukkan bahwa makin dalam masuk ke bumi, suhu makin tinggi (naik temperaturnya).
•Kenaikan suhu rata-rata 1º C tiap masuk 100 kaki atau 3º C tiap 100 meter (disebut : Gradient Geothermis). 
v