Faktor Penyebab Banjir

Sumber : Philly.com
Banjir adalah merupakan suatu keadaan sungai dimana aliran airnya tidak tertampung oleh palung sungai, karena debit banjir lebih besar dari kapasitas sungai yang ada (Asdak, 1995)..

Secara umum penyebab terjadinya dapat diklasifikasikan dalam 2 kategori, yaitu banjir
yang disebabkan oleh faktor alam dan banjir yang diakibatkan oleh tindakan manusia. Yang termasuk faktor penyebab banjir diantaranya adalah : (KodoatieJ. Robert, 2013 dalam Syah, 2017).

  • Curah Hujan
Indonesia mempunyai iklim tropis sehingga sepanjang tahun mempunyai dua musim . Pada musim penghujan, curah hujan yang tinggi akan mengakibatkan banjir di sungai dan jika melebihi tebing sungai maka akan timbul genangan.

  • Pengaruh Fisiografi
Fisiografi atau geografi fisik sungai seperti bentuk, fungsi dan kemiringan daerah pengaliran sungai (DPS), kemiringan sungai, geometrik hidrolik (bentuk penampang meliputi lebar, kedalaman, potongan memanjang, material dasar sungai) lokasi sungai merupakan hal – hal yang mempengaruhi terjadinya banjir.

  • Erosi & sedimentasi
Erosi di DPS berpengaruh terhadap pengurangan kapasitas penampang sungai. Erosi menjadi masalah klasik pada sungai – sungai di Indonesia. Besarnya sedimentasi akan mengurani kapasitas saluran, sehingga timbul genangan dan banjir pada sungai.

  • Kapasitas Drainase yang tidak memadai
Hampir semua kota – kota di Indonesia mempunya drainase daerah genangan yang tidak memadai, sehingga banyak kota di Indonesia saat musim hujan mengalami banjir.

  • Pengaruh air pasang
Air pasang dapat memperlambat aliran sungai ke laut. Pada waktu banjir bersamaan dengan air pasang yang tinggi maka genangan akan terjadi akibat aliran balik (backwater).

  • Perubahan Kondisi DPS
Perubahan DPS seperti pengundulan hutan, usaha pertanian yang kurang tepat, perluasan kota, dan perubahan tataguna lainnya dapat memperburuk masalah banjir karena meningkatnya aliran banjir, perubahan tataguna lahan memberikan kontribusi yang besar terhadap kualitas dan kuantitas banjir.

  • Kawasan kumuh
Perumahan kumuh yang terdapat sepanjang sungai dapat menghambat aliran. Masalah kawasan kumuh dikenal sebagai faktor penting terhadap masalah banjir di daerah perkotaan.

  • Sampah
Disiplin masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sangat kurang, umumnya mereka langsung membuang sampah ke sungai. Di kota besar hal ini banyak dijumpai, pembuangan sampah di alur sungai dapat meninggikan muka air banjir karena menghalangi aliran.

  • Drainase lahan
Drainase perkotaan dan pengembangan pertanian pada derah bantuan banjir akan mengurangi kemampuan bantaran dalam menampung debit banjir.

  • Bendung dan bangunan air
Bendung dan bangunan air lain seperti pilar jempatan dapat meningkatkan elevasi muka air banjir karena meningkatkan elevasi muka air karena efek aliran balik.

  • Perencanaan sistem pengendalian banjir tidak tepat
Beberapa sistem pengendalian banjir memang dapat mengurangi kerusakan akibat banjir kecil sampai sedang, tetapi mungkin dapat menambah kerusakan selama banjir-banjir yang besar. Sebagai contoh bangunan tanggul yang tinggi. Limpasan pada tanggul pada waktu terjadi banjir yang melebihi banjir rencana dapat menyebabkan keruntuhan tanggul, hal ini menimbulkan kecepatan aliran air menjadi sangat besar yang melalui bobolnya tanggul sehingga menimbulkan banjir yang besar


Sumber
  • Aprianto, Widhi Kurniawan.2018. Pemodelan Banjir di Sub DAS Banjir Kanal Timur Kota Semarang.Skripsi. Semarang : Universitas Negeri Semarang
  • Asdak, Chay. 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada
  • Syah, Rahmat Hidayat. 2017. Normalisasi Sungai Gunting Untuk Penanggulangan Banjir Di Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang. Thesis. Malang : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang