Geografi Pariwisata

Geografi pariwisata adalah geografi yang berhubungan erat dengan pariwisata. Kegiatan pariwisata yang banyak sekali seginya di mana semua kegiatan tersebut dapat disebut dengan industri pariwisata, seperti perhotelan, restoran, toko cenderamata, transportasi, biro jasa, tempat-tempat hiburan, objek wisata, atraksi budaya dan sebagainya. Segi-segi geografi umum yang dikaji dalam pariwisata antara lain iklim, flora, fauna, keindahan alam, adat istiadat, laut dan sebagainya (Gamal Suwantoro, 1997: 28).

Menurut Heru Pramono (2012: 2), geografi pariwisata adalah studi terapan dari konsep-konsep, teori-teori, dan pendekatanpendekatan geografi terhadap aspek-aspek  ariwisata pada wilayah permukaan bumi. Menurut Pearce (dalam Heru Pramono, 2012: 2) Terdapat enam wilayah topik yang menyusun komponen geografi pariwisata yaitu :

  1. Pola keruangan penawaran (spatial patterns of supply)
  2. Pola keruangan permintaan (spatial patterns of demand)
  3. Geografi tempat-tempat wisata (the geography of resort)
  4. Geografi dan aliran wisatawan (tourist movement and flows)
  5. Dampak priwisata (the impact of tourism)
  6. Model-model keruangan pariwisata (models tourism space)

Menurut Sujali (1989: 5), geografi pariwisata sesuai dengan bidang atau lingkupnya, sasaran atau objek adalah objek wisata, sehingga pembahasannya ditekankan pada masalah bentuk, jenis, persebaran dan juga termasuk wisatawannya sendiri sebagai konsumen dari objek wisata.


Sumber :

  • Suwantoro, Gamal. 2004. Dasar-dasar Pariwisata. Penerbit Andi Yogyakarta.
  • Heru Pramono. 2012. Geografi Pariwisata. Yogyakarta: FIS UNY
  • Sujali, 1989. Geografi Pariwisata dan Kepariwisataan. Fakultas Geografi UGM. Yogyakarta.