Jurus dan Kemiringan | Geologi Struktur

Pengukuran orientasi unsur planar (planar element) dilakukan dengan cara yang berbeda. Jika orientasi dua garis diketahui, maka orientasi bidang dimana kedua garis itu berada juga akan dapat diketahui, dengan syarat kedua garis itu tidak sejajar satu sama lain. Pengukuran orientasi bidang perlapisan, bidang sesar, korok, dan unsur -
unsur planar lain didasarkan pada hubungan tersebut. Untuk memudahkan proses pengenalan bidang itu, maka secara konvensional dipilih dua garis, yakni garis horizontal dan garis iklinasi maksimum. Kedua garis itu terletak tegak lurus satu sama lain. Garis yang pertama disebut garis jurus (line of strike), sedangkan garis yang kedua disebut garis kemiringan (line of dip). Untuk kasus bidang horizontal, semua garis yang ada pada bidang itu merupakan garis jurus.
Unsur-unsur dalam Struktur Geologi (sumber : http://geokeybedd.blogspot.com/2015/04/unsur-unsur-geometri-struktur-geologi.html)

Jurus (strike) dan kemiringan (dip) merupakan ukuran-ukuran yang diperlukan untuk menyatakan orientasi suatu bidang. Jurus adalah trend garis jurus, yakni trend suatu garis horizontal yang ada pada bidang terukur. Karena iklinasi dari garis jurus berharga 0º (derajat), maka nilai jurus hanya dinyatakan oleh nilai azimuth saja. Untuk kompas kuadran, jurus selalu dinyatakan dengan merujuk pada arah utara, misalnya N72ºE dan N68oW. Untuk kompas azimuth, jurus sebaiknya dinyatakan dengan angka 0º hingga 90º dan 270º hingga 360º sehingga semua nilai jurus itu akan terletak pada paruh utara lingkaran kompas. Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pembandingan di lapangan. Jadi, kita mungkin tidak perlu merenung sejenak untuk memahami mengapa pembacaan arah jurus sebelumnya berharga 282º, sedangkan pembacaan yang sekarang berharga 102º.  Kemiringan adalah inklinasi garis kemiringan. Kemiringan dinyatakan dengan besarnya sudut kemiringan dan arah down-dip (N, E, S, W, NE, NW, SE, SW). Azimuth dari garis kemiringan tidak perlu diukur langsung karena nilainya dapat ditentukan dari jurus. Sebagai contoh, sebuah bidang dengan jurus N23ºW dapat memiliki kemiringan N55ºE atau S55ºW. Hanya nilai umum dari arah kemiringan saja yang dicatat dalam buku catatan lapangan; SW atau NE. Pembedaan seperti itu memungkinkan dilakukannya pembedaan antara kedua arah kemiringan tadi.

Pengukuran jurus dan kemiringan suatu bidang menggunakan kompas Brunton untuk menemukan bidang horizontal menempatkan klinometer pada 0º sedemikian rupa sehingga kompas dapat digunakan seperti level yang biasa digunakan oleh tukang kayu. Sisi kompas berada pada bidang yang akan diukur atau pada buku catatan atau clipboard yang diletakkan pada bidang yang akan diukur itu. Putar kompas itu hingga gelembung udara pada clinometer level tepat berada di tengahtengah. Pada saat gelembung berada di tengah level itu, badan kompas berada dalam keadaan horizontal dan terletak sejajar dengan jurus bidang yang diukur. Untuk menentukan azimuth dari garis jurus, putarkan kompas ke bawah, dengan tetap menempelkan kompas ujung bawah badan kompas pada bidang yang diukur, hingga gelembung pada bull’s eye level tepat berada di tengah. Pada kndisi seperti itu, jarum kompas dapat berayun secara bebas. Tekan lift-pin untuk mengurangi ayunan jarum kompas, kemudian lepaskan dan tunggu sampai jarum itu tidak berayun lagi. Nilai azimuth ditunjukkan oleh jarum kompas.

Untuk mengukur jurus dengan menggunakan kompas Silva, sebaiknya kita membawa sebuah level tambahan atau menempelkan level itu pada badan kompas. Level itu dibutuhkan agar kita dapat mengetahui garis jurus dengan cepat. Setelah ditemukan, orientasinya dapat diukur dengan menempatkan sisi kompas itu agar terletak sejajar dengan garis jurus dan kemudian memutarkan cincin kalibrasi hingga titik nol pada lingkaran graduasi kompas tepat berimpit dengan arah yang ditunjukkan oleh jarum utara kompas.

Untuk mengukur kemiringan dengan kompas Brunton, sisi kompas berada pada bidang miring sedemikian rupa sehingga kompas itu terletak sejajar dengan garis kemiringan. Kemudian, kemiringan garis diukur dengan cara memutarkan tungkai penera klinometer hingga gelembung udara dalam clinometer level tepat berada di tengah. Kompas Silva memiliki jarum inklinasi yang bekerja secara otomatis selama cincin penera ditempatkan sedemikian rupa sehingga skala inklinasi berada di dekat sisi kompas yang menempel pada bidang yang diukur.

Jurus dan kemiringan suatu bidang juga dapat ditentukan dengan metoda jarak jauh (sighting method). Metoda itu terutama sangat bermanfaat apabila bidang yang akan diukur tidak tersingkap sebagai sebuah bidang yang cukup resisten untuk diukur secara langsung dan/atau ketika kita ingin mengetahui jurus dan kemiringan rata-rata dari suatu paket batuan yang ukurannya lebih besar dari ukuran singkapan. Untuk melakukan hal itu kita harus menempatkan diri sedemikian rupa sehingga arah pandang kita merupakan arah garis jurus dari bidang yang akan diukur. Apabila dilihat dari sudut pandang seperti itu, maka bidang itu akan tampak sebagai gambaran sayatan melintang. Kemiringan yang diukur dengan cara ini merupakan kemiringan sebenarnya.

Sumber :

  • Kudwadi, Budi dan Mardiani. 2018. PENDALAMAN MATERI GEOLOGI STRUKTUR MODUL 4 PENGUKURAN GEOLOGI STRUKTUR. KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI