Indeks Vegetasi (Pengolahan Citra Satelit)

Perhitungan Nilai Vegetasi
sumber : http://tutorial.atmaluhur.ac.id/?p=7405

Vegetasi yang menutup permukaan bumi secara fisik mudah dibedakan dengan kenampakan air, tanah dan bangunan melalui citra, karena mempunyai nilai reflektan yang berbeda. Identifikasi terhadap vegetasi pada data citra digital umumnya menggunakan gelombang (band) merah dan inframerah dekat. Pada kedua band
tersebut, zat hijau daun (chlorofil) pada vegetasi menunjukan nilai reflektan yang bervariasi. Perbedaan tersebut selain dipengaruhi oleh karakteristik vegetasi, seperti jens dan umur pohon, struktur daun dan tutupan kanopi, juga dipengaruhi oleh karakter tanah dan kondisi atmosfer (Howard dan Lillesand & Kiefer dalam Sobirin dkk, 2007).
Metoda penginderaan jauh untuk mengidentifikasi vegetasi telah lama dikembangkan, yang secara umum dikenal dengan istilah indeks vegetasi. Beberapa parameter indeks vegetasi yang telah dikembangkan, antara lain (Sobirin dkk, 2007)
·         Normalized difference vegetation index (NDVI) yang diperkenalkan Kriegler, et al. (1969) dan disempurnakan oleh Rouse et al. (1973). Nilai NDVI berkisar antara -1 sampai 1, dimana 0 sering digunakan (diasumsikan sebagai batas pixel yang bervegetasi dan non-vegetasi. Adapun persamaan matematisnya adalah sebagai berikut:
NDVI = (NIR – Red) / (NIR + Red)
·         Ratio vegetation index (RVI) diperkenalkan oleh Jordan (1969) dengan kisaran nilai dari 0 sampai tak terhingga. Adapun persamaan matematisnya adalah :
RVI = NIR / Red
Dimana, NIR adalah band inframerah dekat dan Red adalah band merah
·         Prependicular vegetation index (PVI) oleh Richardson & Wiegand (1977), dengan kisaran nilai antara -1 s/d 1. Adapun persamaan matematisnya adalah:
PVI = sin (a) NIR – cos (a) Red
Dimana a adalah sudut yang terbentuk antara garis tanah dengan sumbu NIR
·         Infrared Percentase vegetation index (IPVI) oleh Crippen (1990), dengan kisaran nilai antara 0 – 1. Adapun persaman matematisnya adalah sebagai berikut :
IPVI = (NIR) / (NIR + Red)
·         Weighted difference vegetation index (WDVI)  ole Clevers (1988), dengan persamaan matematisnya sebagai berikut :
WDVI = NIR – g x Red
Dimana g adalah kemiringan garis tana (slope of the soil line)
·         Difference vegetation index (DVI) oleh Richardson & Everitt (1992), dengan persamaan matematis sebagai berikut :
DVI = NIR – Red
·         Modifed soil adjusted vegetation index (MSAVI) oleh Qi, et al (1994), formulanya adalah sebagai berikut :
MSAVI = (NIR – Red) / (NIR + Red + L) x (1+L)
Dimana L = 1 – 2s x (NDVI) x (WDVI) dan s adalah kemiringan garis tanah.

Parameter indeks vegetasi yang paling banyak digunakan untuk mengidentifikasi vegetasi adalah NDVI. Hasil beberapa penelitian terdahulu di berbagai negara menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara indeks vegetasi dengan biomassa hijau dan produksi pertanian, meskipun mempunyai tingkat kegagalan cukup besar jika diterapkan pada daerah yang vegetasinya rapat atau yang pengaruh reflektan tanah lebih dominan (Anon dalam Sobirin dkk, 2007)



Sumber :
  • Noer, Marwah. 2008. Estimasi Produksi Tanaman Padi Sawah di Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Subang.Skripsi Sarjana pada FMIPA UI . Jakarta