Siklus Hidrologi dan Prosesnya


Siklus Hidrologi dan Prosesnya

Siklus Hidrologi merupakan proses kontinyu dimana air bergerak dari bumi ke atmosfer dan kemudian kembali lagi ke bumi lagi. Gambar di atas menunjukan siklus hidrologi ( Chow dalam Triatmodjo, 2009). Air permukaan tanah dan laut menguap ke udara. Siklus hidrologi juga dapat diartikan sebagai sirkulasi atau perjalanan air di permukaan bumi secara kontinyu.

Siklus hidrologi terjadi melalui proses penguapan, seperti air laut, danau, sungai, vegetasi (evaporasi, transpirasi, dan evapotranspirasi) oleh sinar matahari. Uap air tersebut bergerak dan naik ke atmosfer, yang kemudian mengalami kondensasi dan berubah menjadi titik-titik air yang berbentuk awan. Selanjutnya titik-titik air tersebut jatuh sebagai hujan ke permukaan laut dan daratan.

Hujan yang jatuh sebagian tertahan oleh tumbuh-tumbuhan (intersepsi) dan selebihnya sampai ke permukaan tanah. Sebagian air hujan yang sampai ke permukaan tanah akan meresap ke dalam tanah (infiltrasi) dan sebagian laiinya mengalir di atas permukaan tanah (aliran permukaan atau surface runoff) mengisi cekungan tanah, danau dan masuk ke sungai dan akhirnya mengalir ke laut. Air yang meresap ke dalam tanah sebagian mengalir di dalam tanah (perkolasi) mengisi air tanah yang kemudian keluar sebagai mata air atau mengalir ke sungai. Akhirnya aliran di sungai akan sampai ke laut. Proses tersebut berlangsung terus menerus yang disebut dengan siklus hidrologi.

Secara umum terjadinya siklus hidrologi mencakup 5 proses berikut ini.

  1. Evaporasi dan Evapotranspirasi. Evaporasi dan Evapotranspirasi dalam siklus hidrologi merupakan proses penguapan oleh sinar matahari. Namun proses penguapan pada siklus hidrologi dibedakan berdasarkan objeknya. Evaporasi penguapan yang terjadi pada badan air, seperti laut, sungai, danau, dan sebagainya, sedangkan evapotranspirasi penguapan yang terjadi pada tumbuhan dan tubuh air.
  2. Presipitasi. Presipitasi merupakan salah satu proses dalam siklus hidorlogi. Presipitasi merupakan proses turunnya titik-titik air/salju (hujan) ke permukaan bumi melalui awan setelah adanya proses kondensasi. Proses kondensasi merupakan perubahan wujud uap air menjadi titik-titik air karena dipengaruhi oleh hasil pendinginan.Proses presipitasi harus melalui evaporasi dan kondensasi. Ketika kedua proses tersebut tidak terpenuhi, maka presipitasi tidak akan terjadi.
  3. Infiltrasi dan Perkolasi. Dalam siklus hidrologi infiltrasi merupakan proses masuknya air dari hasil presipitasi ke dalam tanah. Air yang meresap ke dalam tanah akan mencapai lapisan kedap air dan menjadi air tanah (ground water). Sedangkan perkolasi merupakan pergerakan air pada pori-pori/celah tanah, yang kemudian menjadi aliran bawah tanah.
  4. Limpasan Permukaan (surface run off). Limpasan permukaan pada siklus hidrologi merupakan keadaan air yang mengalir di atas permukaan tanah, dikarenakan tanah sudah tidak mampu menyerap air (jenuh). Air yang mengalir di atas permukaan akan melewati parit, sungai, danau, dan berakhir di lautan.
  5. Aliran Bawah Permukaan (groundwater). Aliran bawah permukaan pada siklus hidrologi merupakan segala bentuk aliran air yang mengalir di bawah permukaan tanah. Aliran ini terjadi karena adanya struktur perlapisan geologi, beda potensi kelembaban tanah, dan gaya gravitasi bumi (Asdak, 2002). Contohnya air hujan yang jatuh ke permukaan bumi mengalami proses infiltrasi dan perkolasi. Air akan terus bergerak ke bawah hingga pada lapisan geologi tertentu air tidak dapat lagi bergerak ke bawah, kemudian menjadi air bawah tanah. 

Sumber
  • Aprianto, Widhi Kurniawan.2018. Pemodelan Banjir di Sub DAS Banjir Kanal Timur Kota Semarang.Skripsi. Semarang : Universitas Negeri Semarang
  • Chow, Van Te. 1959. Open-Channel Hydraulics. New York : McGraw-Hill.