Pengetian Geo-Listrik


Geolistrik adalah salah satu metode dalam geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik di kerak bumi. Pendeteksian di atas permukaan meliputi pengukuran medan potensial, arus, dan elektromagnetik yang terjadi baik secara alamiah maupun 11 akibat penginjeksian arus listrik ke bawah permukaan. Metode geolistrik yang terkenal antara lain: metode potensial diri (SP), arus telluric, magnetotelluric, IP (induced polarization), dan resistivitas (hambatan jenis).
Metode geolistrik resistivitas (hambatan jenis) merupakan suatu metode pendugaan kondisi bawah permukaan bumi dengan memanfaatkan injeksi arus listrik ke dalam bumi melalui dua elektroda arus. Kemudian beda potensial yang terjadi diukur dengan menggunakan dua elektroda potensial. Dari hasil pengukuran arus dan beda potensial untuk jarak elektroda tertentu, dapat ditentukan variasi harga hambatan jenis masing-masing lapisan di bawah titik ukur.
Metode geolistrik resistivitas ini efektif untuk penyelidikan kondisi bawah permukaan yang sifatnya dangkal (max 200m), meskipun secara teoritis dapat digunakan untuk target yang lebih dalam. Dalam bidang geologi metode ini sering digunakan untuk penentuan sifat geoteknis batuan untuk perencanaan pondasi, pencarian aquifer air tanah, eksplorasi mineral logam, dan eksplorasi panas bumi. Dalam bidang non geologi metode geolistrik resistivitas sering digunakan untuk penyelidikan arkeologi dan lingkungan.
Berdasarkan konfigurasi elektroda arus dan tegangan dapat dibedakan atas tiga macam, yakni Vertikal Electrical Sounding (VES), Constant Separation Travering (CST), dan kombinasi keduanya. Dengan tersedianya peralatan komputer yang semakin canggih, saat ini di beberapa tempat telah dikembangkan metode geolistrik tomografi. Metode ini dapat menggambarkan kondisi bawah permukaan secara tiga dimensi (Hadi. 2009)
 Metode resistivitas didasarkan pada kenyataan, bahwa sebagian dari arus listrik yang diberikan pada lapisan batuan, menjalar ke dalam batuan pada kedalaman tertentu dan bertambah besar dengan bertambahnya jarak antar elektroda, sehingga jika sepasang elektroda diperbesar, distribusi potensial pada permukaan bumi akan semakin membesar dengan nilai resistivitas yang bervariasi.

Sumber :
  • Hadi Arif Ismul, Suhendra, Robinson Alpabet, 2009. Survey Sebaran Air Tanah Dengan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Konfigurasi Wenner Di Desa Banjar Sari, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. F-MIPA Universitas Bengkulu, Indonesia