Metode Pengendalian Banjir


Merupakan kegiatan perencanaan, pelaksanaan pekerjaan pengendalian banjir, eksploitasi dan pemeliharaan, yang pada dasarnya untuk mengendalikan banjir, pengaturan penggunaan daerah dataran banjir dan mengurangi atau mencegah adanya bahaya/kerugian akibat banjir. Ada 4 strategi dasar untuk pengelolaan daerah banjir yang meliputi (Grigg, 1996 dalam Dewi dan Nor, 2007):
·         Modifikasi kerentanan dan kerugian banjir (penentuan zona atau pengaturan tata guna lahan)
·         Modifikasi banjir yang terjadi (pengurangan) dengan bantuan pengontrol (waduk) atau normalisasi sungai.
·         Modifikasi dampak banjir dengan penggunaan teknis mitigasi seperti asuransi, penghindaran banjir (flood profing)
·         Pengaturan peningkatan kapasitas alam untuk dijaga kelestariannya seperti penghijauan. Alat untuk empat strategi dasar dapat digambarkan sebagai berikut:


Gambar Pengendalian Banjir Metode Sturktur dan Non Struktur

Seperti ditunjukkan dalam gambar ada dua metode pendekatan untuk analisis pengendalian banjir yaitu metode struktur dan non-struktur. Beberapa metode struktur diuraikan sebagai berikut :
·         Bendungan (dam)
Bendungan digunakan untuk menampung dan mengelola distribusi aliran sungai. Pengendalian diarahkan untuk mengatur debit air sungai disebelah hilir bendungan.
·         Kolam Penampungan (retention basin)
Kolam penampungan (retention basin) berfungsi untuk menyimpan sementara volume air banjir sehingga puncak banjir dapat dikurangi dan dilepaskan kembali pada saat air surut. Wilayah yang digunakan untuk kolam penampungan biasanya didaerah dataran rendah. Perbaikan dan Pengaturan Sistem sungai.
·         Tanggul Penahan Banjir
Tanggul penahan banjir adalah penghalang yang didesain untuk menahan banjir di palung sungai untuk melindungi daerah sekitarnya.
·         Saluran By pass
Saluran bay pass adalah saluran yang digunakan untuk mengalihkan sebagian / seluruh aliran air banjir untuk mengurangi debit banjir pada daerah yang dilindungi.
·         Sistem pengerukan sungai/normalisasi sungai
Sistem pengerukan atau pengerukan saluran adalah bertujuan memperbesar kapasitas tampung sungai dan memperlancar aliran. Normalisasi diantaranya mencakup kegiatan melebarkan sungai, mengarahkan alur sungai dan memperdalam sungai (pengerukan) (Grigg, 1996 dalam Dewi dan Nor, 2007).