Cara Membuat Interpolasi IDW

 Cara Membuat Interpolasi IDW

Metode interpolasi spasial membantu untuk mengkonversi data sumber titik menjadi permukaan raster dengan memperkirakan nilai yang hilang untuk area yang tidak terdapat  data. Selain itu, jumlah total titik data, lokasi mereka, dan distribusi data juga memengaruhi keakuratan interpolasi. Pada software  ArcGIS yang saya ketahui terdapat beberapa cara malakukan interpolasi yaitu, inverse distance weighted (IDW), kriging, radial basis, dan natural neighbor interpolation, masing – masing memiliki akurasi yang berbeda oleh karena itu seharusnya terdapat perbandingan hasil interpolasi dan setelah itu metode interpolasi dibandingkan dengan menghitung root-mean-square error (RMSE).  Maka hasilnya akan  membuktikan bahwa jumlah titik kontrol mempengaruhi keakuratan interpolasi.

Metode interpolasi ini juga dapat digunakan untuk mengetahui sebaran suhu udara, sebaran piroklastik, kelembaban udara, curah hujan dll yang menggunakan data titik. Keakuratan hasil interpolasi dapat diminimalkan dengan menggunakan input data yang lebih banyak dan berkualitas. Berikut akan saya bagikan cara membuat interpolasi sebaran piroklastik dengan metode IDW.

  • Buka aplikasi ArcGIS lalu pastikan sudah teman – teman sudah membuat shapefile point  yang sudah diiputkan hasil dari lapangan ( disini saya menggunakan pembatas interpolasi agar terlihat rapi)


  • Setelah itu pada tab general pilih Geoprocessing lalu pilih ArcToolbox maka akan keluar tab ArcToolbox
  • Pada tab ArcToolbox pilih Spatial Analyst Tools > Interpolation > IDW
  • Maka akan keluar jendela IDW, setelah itu

  1. Input Point Features                isikan data point shapefile (.shp)
  2. Z Values field                          isikan pilih nama tabel pada data point shapefile (.shp)
  3. Output Raster                         klik anak panah kebawah dan pilih folder untuk menyimpan
  4. Output Cell Size                       isikan default ( bisa diubah akan tetapi mempengaruhi size raster)
  5. Power                                      isikan default
  6. Search Radius                         isikan default
  7. Input Barier Polyline Feature isikan data polyline shapfile (.shp) batas yang telah dibuat

 

  • Hasilnya akan seperti ini
 

Jangan Lupa Comment dan Share karena itu bentuk apresiasi yang kami butuhkan untuk lebih bersemangat menulis