Cara Pembuatan Yoghurt Sebagai Pemanfaatan Sumber Daya Alam Negara ASEAN

Cara Pembuatan Yoghurt Sebagai Pemanfaatan Sumber Daya Alam Negara ASEAN

 

Berlokasi di iklim tropis, Asia Tenggara kaya akan varietas buah segar. Bahkan salah satu negara di Asia Tenggara merupakan produsen olahan pertanian di dunia. Hal ini tidak terlepas dari adanya faktor iklim di wilayah tersebut. Olahan pertanian yang sering dikirim yaitu buah-buah. Seperti nanas, mangga, salak, pepaya, sirsak, jambu, hingga pisang. Negara tersebut yaitu negara Thailand. Indonesia belum dapat menjadi yang pertama dalam memasok buah-buahan di dunia. Hal tersebut dikarenakan pertanian bukan sektor yang utama di Indonesia.

Thailand banyak mengeksport buah-buahan dari negaranya. Misalnya saja durian, buah khas Indonesia itu justru lebih banyak dikenal berasal dari Thailand. Sebagai warga negara Indonesia, sudah seharusnya kita mulai memperhatikan sektor pertanian seperti Thailand. 

Untuk dapat memanfaatkan sektor pertanian, buah-buahan dapat dikonsumsi sebagai produk olahan atau mentah. Akan tetapi buah yang tidak diolah akan lebih cepat membusuk, sehingga akan mengalami kerugian. Buah-buahan yang telah diolah akan lebih awet. Selain itu, buah yang diolah dapat meningkatkan nilai ekonomis. Jenis olahan apa yang dapat dibuat dengan bahan dasar buah? Berikut ini adalah contoh cara pembuatan yoghurt sebagai pemanfaatan sumber daya alam negara ASEAN.

Alat dan Bahan

  1. Aneka buah
  2. Susu full cream.
  3. Sendok makan susu bubuk full cream.
  4. Sendok makan plain yoghurt sebagai starter
  5. Panci kecil
  6. Wadah yoghurt 400 ml

Langkah Pembuatan

  1. Siapkan alat dan bahan untuk membuat yoghurt
  2. Keluarkan yoghurt plain dari dalam kulkas. Biarkan selama 1 jam atau hingga di suhu udara.
  3. Siapkan wadah yang sudah berisi air. Rebus wadah yang akan digunakan untuk membuat yoghurt selama 2-4 menit atau hingga air mendidih, kemudian angkat dan biarkan mendingin.
  4. Masukkan susu cair full cream dan susu bubuk ke dalam wadah kecil.
  5. Aduk rata hingga susu bubuk larut bersama susu cair.
  6. Panaskan campuran susu dengan api yang kecil selama 5-10 menit. Aduk campuran susu hingga mulai muncul gelembung-gelembung kecil dan busa.
  7. Jaga campuran susu agar jangan sampai mendidih. Bila telah muncul gelembung, segera matikan kompor lalu biarkan campuran susu mendingin.
  8. Letakkan panci yang berisi campuran susu di atas baskom berisi air es. Langkah  ini mempercepat pendinginan campuran susu. Kamu dapat mengecek suhu pada campuran susu. Caranya dengan memasukan ujung jari ke dalam panci
  9.  Jika suhu sudah mulai hangat, campurkan dengan kultur bakteri.
  10. Siapkan wadah 200 ml untuk mencampurkan yoghurt.
  11. Ambil tiga sendok makan yoghurt plain. Masukkan ke dalam wadah yang telah dipersiapkan.
  12. Tuangkan 200 ml susu cair hangat sambil diaduk secara. Jangan lupa tambahkan lagi 200 ml susu cair dan aduk hingga lembut.
  13. Masukkan sisa dari susu cair lalu aduk hingga rata.
  14. Tutup wadah dengan rapat. Bungkus dengan handuk tebal kemudian simpan di dalam tumpukan kain atau tempat hangat di ruangan selama 7 jam.
  15. Jangan terlalu lama memfermentasikan yoghurt. Fermentasi teralu lama dapat  memengaruhi rasa yoghurt. 
  16. Masukkan yoghurt ke dalam kulkas. Letakan yoghurt pada tingkatan yang dingin, tetapi jangan dimasukan ke dalam frezzer.

    Berikut ini video cara pembuatan yoghurt