Pemanfatan Penginderaan Jauh dalam Pembuatan Jaring Sabut Kelapa (Cocomesh) untuk Mencegah Longsor

 Pemanfatan Penginderaan Jauh dalam Pembuatan Jaring Sabut Kelapa (Cocomesh) untuk Mencegah Longsor

    Tanah longsor merupakanu jenis bencana alam yang sering terjadi di Indonesia selain gempa bumi, banjir, kekeringan, dan angin putting beliung. Peristiwa tanah longsor dapat terjadi akibat air yang meresap ke dalam tanah. Air tersebut menyebabkan bobot tanah bertambah, kemudian menembus sampai ke bidang gelincir, hingga menyebabkan tanah bergerak keluar lereng. Selain itu longsor juga disebabkan karena adanya gaya pendorong yaitu besarnya sudut kemiringan lereng, air, beban serta berat jenis tanah batuan. Gaya penahan tersebut biasanya dipengaruhi oleh kekuatan batuan dan kepadatan tanah.

    Tanah longsor dapat diketahui dengan menggunakan penginderaan jauh (inderaja). Untuk mengetahui bencana longsor perlu dilakukan analisis terkait penginderaan jauh. Misalnya seperti tutupan lahan, kemiringan lahan, dan curah hujan. Bencana longsor yang ada dapat diketahui baik sebelum maupun sesudah terjadinya bencana alam. Dikatakan sebelum terjadi bencana longsor karena penginderaan jauh dapat memberikan informasi terkait lokasi rawan bencana melalui analisis data-data yang ada. Akan tetapi, penanganan setelahnya sering kali kurang ditindak lanjuti. Oleh karena itu selain mengetahui daerah rawan longsor kita juga harus melakukan tindakan. Salah satu alat untuk mencegah bencana longsor dapat dilakukan dengan membuat jaring dari sabut kelapa. Selain dapat dimanfaatkan untuk meminimalisir bencana longosr, pemanfaatan ini juga dapat mengurangi limbah sabut kelapa. Berikut ini cara pembuatan jaring sabut kelapa (cocomesh) untuk mencegah longsor.

Alat dan Bahan

  1. Kelapa tua.
  2. Gunting.
  3. Alat parut sabut kelapa.

Langkah Pembuatan

  1. Tentukan wilayah yang akan dilakukan tindakan pencehagan longsor.
  2. Siapkan alat dan bahan untuk membuat jaring sabut kelapa.
  3. Kupas sabut kelapa dari batoknya.
  4. Ambil beberapa sabut kelapa, usahakan jangan terlalu tipis atau terlalu kental
  5. Gabungkan sabut kelapa sehingga membentuk sebuah kepalan sabut kelapa. Kepalan sabut kelapa ini bertujuan untuk mempermudah saat menarik tali sabut kelapa.
  6. Buat tali sabut kelapa dengan cara menarik gumpalan sabut kelapa sambil memelintirkannya. Cara ini mempermudah pembuatan tali sabut kelapa secara manual. Terdapat cara lain yaitu dengan menggunakan alat pemintal
  7. Buat tali sabut kelapa dengan jumlah yang banyak.
  8. Rajut tali menjadi jaring (cocomesh). Berikan jarak antar tali agar tidak menyatu antara tali satu dengan tali lainnya. Usahakan jarak antar tali yaitu 2 × 2 cm, 3 × 3 cm, atau 4 x 4cm. Sedangkan untuk diameter tali yaitu 0,4 – 0,7 cm
  9. Pasangkan jaring sabut kelapa pada wilayah rawan bencana longsor.
  10. Kamu juga dapat menanam tanaman pada celah-celah jaring sabut kelapa. Contoh tanaman yang dapat kamu tanam adalah akar wangi