Membuat alat penyuling air untuk mengatasi aspek fisik di wilayah kering

Membuat Alat Penyuling Air untuk Mengatasi Aspek Fisik di Wilayah Kering


    Geografi fisik merupakan bagian dari ilmu geografi yang mempelajari semua kondisi fisik pada fenomena atau gejala alam yang terjadi di muka bumi. Kondisi fisik tersebut beragam di permukaan bumi. Hal ini disebabkan perbedaan tenaga eksogen dan endogen di suatu wilayah. Contohnya di Negara Indonesia, dari ujung timur hingga ujung barat memiliki fenomena dan gejala alam yang berbeda. Seperti adanya gunung berapi, dataran tinggi, pengangkatan batuan hingga logsor. Perbedaan fenomena tesebut dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat di Indonesia. Contoh lainnya yang merupakan cabang geografi fisik adalah cuaca/musim. Musim di Indonesia ada dua yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Fenomena tersebut juga memberikan dampak positif dan negative bagi masyarakat. Dampak negatif sering terjadi pada masyarakat ketika musim kemarau. Beberapa wilayah di Indonesia mengalami kekeringan sebagai dampak dari adanya kemarau. Musim kemarau yang berkepanjangan berakibat pada ketersediaan sumber air bersih.

    Sumber air bersih yang sulit didapatkan, memicu masyarakat untuk berinovasi. Inovasi tersebut dengan membuat tempat penyulingan air kotor/keruh menjadi air bersih. Air bersih yang disuling juga layak untuk dikonsumsi. Sumber air penyulingan biasanya berasal dari sungai atau danau sekitar. Air tersebut dimasukan ke dalam penyulingan. Tempat penyulingan air dapat menggunakan alat dan bahan sederhana. Salah satunya dengan menggunakan ember bekas cat. Untuk dapat membuat tempat penyulingan ikuti langkah-langkah berikut.


Alat dan Bahan

  1. Ember bekas cat
  2. Ijuk
  3. Pasir halus
  4. Kerikil
  5. Biji kelor
  6. Arang dari batok kelapa
  7. Sabut kelapa
  8. Kasa nyamuk dari plastik
  9. Pipa paralon
  10. Lem paralon
  11. Keran air


Langkah Pembuatan

  1. Siapkan alat dan bahan untuk membuat tempat penyulingan air.
  2. Langkah ini terdiri dari 2 ember penyaringan. Satu ember untuk menampung air kotor dan ember lainnya untuk menyaring kotoran.
  3. Buatlah lubang keran air dengan ketinggian 10 cm dari bagian dasar drum pada kedua ember cat.
  4. Sambungkan pipa paralon dengan lubang pada ember cat.
  5. Pasangkan keran air pada pipa paralon. Bungkus keran air dengan kasa nyamuk. Tujuannya untuk menyaring sisa-sisa kotoran pada air sebelum dimanfaatkan
  6. Cuci bahan-bahan penyaring. Seperti batu kerikil, arang, pasir, dan ijuk sampai benar-benar bersih.
  7. Keringkan bahan-bahan penyaring di bawah sinar matahari.
  8. Susun bahan penyaring pada ember cat. Urutannya mulai dari bagian dasar ke atas, yaitu batu kerikil 10 cm, pasir 10 cm, ijuk 5 cm, batu kerikil 10 cm, pasir 10 cm, arang 15 cm, ijuk 5 cm, batu kerikil 10 cm, pasir 10 cm, dan ijuk 15 cm. penyusunan bahan penyaring harus rapat dan merata. Jangan sampai ada rongga antar lapisan karena kotoran dapat melewati lapisan penyaring.
  9. Masukan biji kelor, biji asam, biji rosella, atau kacang gude (kacang bali) yang ditumbuk. Takarannya 200 liter air diperlukan 200 gram biji kelor.
  10. Aduk kemudian tunggu hingga campuran mengendap.
  11. Alirkan air dari ember penampung ke ember penyaring
  12. Rebus air yang mengalir dari penyaringan. Jika ingin digunakan sebagai air minum atau kebutuhan lainnya

        Berikut ini video untuk membuat alat penyulingan air.