Pembuatan Briket Eceng Gondok dalam Pemanfaatan Potensi Geografis Indonesia

Pembuatan Briket Eceng Gondok dalam Pemanfaatan Potensi Geografis Indonesia

    Indonesia memiliki kekayaan beragam, mulai dari kekayaan alam maupun manusia. Kondisi ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara di dunia dengan hasil bumi terbanyak. Hasil bumi yang ada di Indonesia dimanfaatkan sebagai bahan baku industri. Sektor industry di Indonesia sangat penting untuk pembangunan dengan tujuan memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Ada banyak industri yang dapat dikembangkan di Indonesia. Seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, dan perairan yang masih terhubung erat dengan sumber daya alam.

    Salah satu sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan yaitu eceng gondok. Tanaman ini memiliki nama yang berbeda di beberapa daerah. Contohnya di Palembang disebut kelipuk, di Lampung disebut Ringgak, di Dayak disebut ilung-ilung, dan di Manado disebut tumpe. Eceng gondok dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Adaptasi tersebut berhubungan dengan perubahan yang ekstrem dari ketinggian air, arus air, perubahan ketersediaan nutrisi, pH, temperatur dan racun-racun dalam air. Tanaman ini mudah tumbuh di berbagai tempat. Seperti di kolam-kolam dangkal, tanah basah, rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air atau sungai. Walaupun eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat dan memiliki banyak manfaat. Pertama, makanan untuk manusia dan makanan untuk ternak, tetapi harus diolah dengan benar karena dapat meracuni jika pengolahannya salah. Kedua, untuk dibuat kerajinan sebagai pengganti rotan atau kulit sintetis. Ketiga, digunakan untuk pembuatan briket dari eceng gondok.

    Briket merupakan sumber energi alternatif bentuknya berupa blok padat. Bahan untuk membuat briket biasanya  dari bahan-bahan yang mudah terbakar. Bahan tersebut harus memiliki kadar air yang rendah agar menghasilkan nilai kalor tinggi. Kandungan volatil pada bahan pembuat briket juga mempengaruhi laju pembakaran, jadi briket tidak dapat dibuat dari sembarang bahan. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk membuat briket yaitu, eceng gondok.  Eceng gondok merupakan salah satu potensi geografis Indonesia yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri, yaitu industri briket. Cara membuat briket eceng gondok tergolong mudah, berikut langkah-langkah membuat briket eceng gondok.    

Alat dan Bahan:

  1. Tanaman Eceng Gondok
  2. Tepung tapioka
  3. Air
  4. Tong besi
  5. Ayakan
  6. Cetakan briket

Langkah Pembuatan

  1. Siapkan alat dan bahan untuk membuat briket eceng gondok.
  2. Bakar eceng gondok di dalam tong besi. Bakar selama kurang lebih 6 jam atau hingga berubah menjadi arang.
  3. Dinginkan arang eceng gondok yang telah dibakar.
  4. Ayak arang eceng gondok. Tujuannya untuk mendapatkan butiran arang yang lebih halus.
  5. Buat perekat dari tepung tapioka. Caranya panaskan air, lalu masukan tepung tapioka.
  6. Siapkan perekat untuk merekatkan arang eceng gondok.
  7. Campurkan arang eceng gondok dan bahan perekat. Takaranya 120 gram arang dan 5 gram bahan perekat.
  8. Aduk adonan hingga campuran merata.
  9. Cetak adonan briket eceng gondok. Tekan menggunakan alat press agar adonan menjadi padat.
  10. Jemur cetakan briket di bawah sinar matahari selama sekitar 5 hari.

    Berikut ini video untuk pembuatan briket eceng gondok dalam pemanfaatan potensi geografis Indonesia