Cara Membuat Briket dari Eceng Gondok untuk Mendukung Energi Berkelanjutan

    Tingkat konsumsi terhadap minyak rata- rata naik 15 % dari tahun 2020 hingga tahun 2021. Tingkat konsumsi tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun berikutnya, sehingga berakibat pada persediaan minyak bumi di Indonesia. Seperti yang kita ketahui kandungan minyak bumi di Indonesia semakin menipis. Untuk menghindari hal itu, diperlukan suatu usaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku minyak. Caranya dengan memanfaatkan sumber-sumber energi alternatif terbarukan yang ada di Indonesia    

    Indonesia memiliki banyak sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui, salah satunya energi biomassa maupun limbah organik. Biomassa ataupun limbah organik ini dapat digunakan sebagai energi alternatif. Contohnya, dengan pembuatan briket dari bahan baku limbah organik. Banyak bahan organik yang dapat digunakan untuk membuat briket, seperti limbah jagung, kelapa, eceng gondok, dan rumput.

Cara membuat briket dari eceng gondok.

     Enceng gondok atau nama lainnya Eichornia crassipes merupakan tanaman air. Tanaman ini tumbuh dengan cepat rata-rata bertambah 3% per hari. Tumbuhan ini hidup di rawa-rawa, danau, waduk, dan sungai yang alirannya tenang. Pertumbuhan enceng gondok yang cepat mengakibatkan terganggunya transportasi, penyempitan sungai, dan masalah lain. Perlunya inovasi untuk menjaga populasi eceng gondok di perairan. Salah satunya dengan membuat briket dari eceng gondok.    

    Berikut ini cara membuat briket dari eceng gondok. 

Alat dan Bahan

  1. Eceng Gondok
  2. Kaleng toples
  3. Tepung tapioka
  4. Air
  5. Pipa paralon 11/4 inch
  6. Tongkat kayu
  7. Nampan
  8. Ember

Langkah Pembuatan

  1. Siapkan alat dan bahan untuk membuat briket dari eceng gondok.
  2. Jemur eceng gondok di bawah sinar matahari. Biasanya memerlukan waktu 4-5 hari dalam cuaca yang terik. Jika cuaca mendung proses penjemuran dapat berlangsung lebih lama.
  3. Potong eceng gondok yang telah kering dengan ukuran kecil atau ukuran 4-5 cm.
  4. Siapkan tungku untuk membakar eceng gondok. Tungku dapat dibuat menggunakan batu bata yang disusun secara melingkar. Untuk media pembakarannya dapat menggunakan sekam padi atau kayu bakar.
  5. Masukan potongan eceng gondok kedalam kaleng biskut. Letakan kaleng biskuit di tengah tungku yang telah dibuat. Tutupi kaleng dengan media pembakaran. Seperti, sekam padi, serabut kelapa, daun kering, atau kayu bakar.
  6. Nyalakan tungku menggunakan korek api. Kemudian, tunggu hingga api padam.
  7. Setelah eceng gondok menjadi arang, tumbuk arang eceng gondok hingga halus.Saring semua tumbukan arang eceng gondok. Tujuannya untuk memperoleh ukuran bubuk yang sama.
  8. Buat adonan briket. Takarannya 18 gram bubuk aram eceng gondok (90%) dan 2 gram tapioka (10%)
  9. Campurkan adonan briket eceng gondok hingga merata. Setelah merata, tambahkan air secukupnya atau kurang lebih 50 ml. Aduk adonan hingga membentuk padatan briket.
  10. Masukan adonan briket ke dalam cetakan. Kamu dapat menggunakan pipa paralon 1,1/4 inch sebagai cetakan briket.
  11. Tekan adonan briket yang ada di dalam pipa paralon menggungakan tongkat kayu.
  12. Keluarkan briket yang ada dalam paralon dengan mendorongnya dari dalam pipa.
  13. Jemur briket eceng gondok di bawah sinar matahari. Proses penjemuran biasanya dilakukan selama 2-3 hari saat cuaca cerah. Ketika cuaca mendung proses penjemuran dapat berlangsung lebih lama

    Itulah tadi langkah-langkah cara membuat briket dari eceng gondok untuk mendukung energi berkelanjutan. Berikut ini video cara membuat briket dari eceng gondok.