Cara Membuat Sablon Ecoprint untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan


Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan pembangunan yang disusun oleh PBB sejak 2015. Pembangunan berkelajutan ini memiliki 17 tujuan dan 169 target hingga 2030. Lebih jauh, sustainable development goals SDGs ini disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, agar mengurangi kemiskinan, kesenjangan, dan melindungi lingkungan.


        Salah satu tujuan dan target SDGs, yait tercapainya pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan berkelanjutan. Sehingga lingkungan yang ada dapat menjadi penyangga seluruh kehidupan. Pencanangan pembangungan berkelanjutan ini bukan tanpa sebab. Seperti yang kita ketahui, saat ini banyak industri yang hanya memetingkan ekonomi tanpa memikirkan dampak bagi lingkungan contohnya industri tekstil. Banyak dari industri ini membuang limbah di sungai, hingga berdampak pada lingkungan di sekitarnya.


Dampak dari industri tersebut dapat diminimalka dengan konsep pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan sebenarnya bukan hanya tugas pemerintah, namun juga dapat dilakukan oleh masyarakat. Contohnya dengan memanfaatkan alam sebagai bahan baku ramah lingkungan. Kamu juga dapat membuat baju dengan bahan baku dari alam. Metode yang digunakan adalah metode Ecoprint.


Cara Membuat Sablon Ecoprint untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan


Ecoprint merupakan salah satu teknik pewarnaan kain kontemporer. Cara pembuatannya menggunakan bahan alami. Bahan alami yang digunakan dapat berasal dari daun, bunga, bahkan ranting-ranting. Salah satu teknik ecoprint yang paling mudah adalah teknik pounding (memukul). Teknik ini tergolong mudah bagi kamu yang baru akan belajar mengenai Ecoprint. Pembuatan Ecoprint sendiri terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap scouring, tahap cetak, dan tahap mordant/ tahap fiksasi.


  • Tahap pertama, tahapan scouring

Tahap scouring merupakan langkah awal untuk melakukan pewarnaan pada kain, khususnya pewarna alam. Tahap ini bertujuan untuk menghilangan komponen penyusun serat. Komponen tersebut berupa, minyak, lemak, lilin, debu, serta kotoran-kotoran yang menempel pada serat kain. Kotoran ini menempel pada saat proses pembuatan kain. 


  • Tahapan kedua, tahapan pounding/cetak

Tahapan ini merupakan tahapan yang penting dalam proses pencetakan Ecoprintt. Pada proses ini daun yang akan dicetak, diletakan di atas media. Kemudian, dipukul-pukul menggunakan palu.


  • Tahapan ketiga, tahapan fiksasi/mordating

Tahap fiksasi/mordanting, bertujuan untuk meningkatkan daya tarik zat warna alam terhadap bahan tekstil. Selain itu juga berguna untuk menghasilkan kerataan ketajaman warna yang baik. Ada 2 cara yang dapat dilakukan dalam tahap fiksasi/mordating ini, yaitu

  1. Direbus, caranya dengan merebus kain lain dengan tunjung(alum) dan soda abu pada satu panci selama 1 jam. Lalu mendinginkannya selama semalam atau minimal 3-8 jam. Cara ini memiliki kekurangan, yaitu kain akan menjadi rapuh karena direbus pada air mendidih selama 1 jam.
  2. Dicelup, caranya dengan merebus tunjung dan soda hingga larut. Campurkan larutan tersebut dengan air, kemudian rendam kain dan didiamkan selama semalam atau minimal 8 jam. Cara ini juga memiliki kekurangan, yaitu warna kain akan memiliki kualitas yang tidak sebagus cara direbus.

Itulah penjelasan mengenai Cara Membuat Sablon Ecoprint untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan. Untuk membuat sablon Ecoprint ikuti langkah-langkah berikut.


Alat dan Bahan

  1. Kain mori atau tote bag
  2. Palu
  3. Ember
  4. Panci
  5. Kompor
  6. Daun (Contoh daun yang dapat digunakan untuk Ecoprint, yaitu daun randu, bayam, kopasanda, waru, pakis  jarak pagar lanang blimbing wuluh, daun pepaya, daun sirih, daun miyana, daun kelur, jati, dan angsana)
  7. Air
  8. Tunjung
  9. Soda Abu.
  10. Bubuk turkish red oil
  11. Plastik

Langkah Pembuatan

  1. Pertama siapkan alat dan bahan untuk melakukan sablon Ecoprint. Pembuatan sablon Ecoprint akan diklasifikasikan menjadi 3 tahapan.
    Tahap pertama, tahap scouring.
  2. Rendam kain mori atau tote bag yang akan digunakan pada air.
  3. Rebus 2 liter air, kemudian tuangkan pada ember. Gunakan takaran 10 gram turkish red oil untuk 2 liter air. Takaran ini dapat digunakan untuk ukuran kain 1 meter x 1 meter.
  4. Peras kain mori atau tote bag, kemudian rendam pada larutan turkish red oil.
  5. Tunggu rendaman kain selama 20 menit.
  6. Setelah itu bilas kain yang akan digunakan menggunakan air mengalir.
  7. Jemur kain yang akan digunakan di tempat yang teduh. Tujuannya agar tidak merusak warna kain.
    Tahap kedua, tahap cetak/pounding.


  8. Letakan plastik dibawah kain yang akan disablon.
  9. Susun daun-daun yang akan dicetak di atas kain.
  10. Tutup susunan daun dengan plastik bening.
  11. Pukul daun yang telah disusun secara merata. Gunakan palu untuk memukul daun.
  12. Setelah selesai memukul seluruh bagian daun, diamkan selama satu malam.
    Tahap ketiga, fiksasi.
  13. Campurkan soda abu, tujung, dan air didalam panci. Takarannya 5 gram soda abu dan 15 gram tunjung untuk 1 liter air.
  14. Rebus campura soda abu dan tunjung. Aduk hingga larut.
  15. Rendam kain yang telah dicetak selama satu malam atau minimal  8 jam.

    Itulah tadi cara yang dapat dilakukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Pembangunan yang mengedepankan alam akan bermanfaat untuk anak cucu kita kelak. Kegiatan lainnya yang dapat dilakukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, yaitu membuat lubang biopori, membuat pupuk kompos, memanfaatkan energi biomassa, dan lainnya.

    Berikut ini video
    ara Membuat Sablon Ecoprint untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan