Budidaya Fauna Ikan Chana Indonesia


Ikan dan anaknya

Untuk mencegah perburuan flora dan fauna di alam, kamu dapat melakukan budidaya flora maupun fauna. Salah satu fauna yang dapat dibudidayakan dan memiliki nilai jual yaitu ikan gabus. Ikan gabus merupakan ikan sejenis predator yang hidup di air tawar. Ikan ini hidup di wilayah perairan Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, sampai Papua.

Lokasi Indonesia yang strategis yakni terletak diantara dua benua dan dua samudra menjadikan kondisi fisik Indonesia beragam. Keberagaman ini termasuk flora dan fauna yang ada di Indonesia. Tak hanya kaya akan spesies flora dan fauna, Indonesia juga merupakan habitat dari berbagai flora dan fauna eksotis dan juga langka. Namun, flora dan fauna yang ada di Indonesia teracam akibat perburuan liar. Perburuan liar terjadi akibat permintaan flora dan fauna eksotis secara ilegal. Sehingga terjadi perburuan hewan di alam tanpa memperhatikan kelestariaannya.


Cara Budidaya Ikan Chana.


Ikan merupakan ikan air tawar yang persebaranannya meliputi wilayah Asia. Indonesia sendiri memiliki beberapa spesies channa, seperti Channa Striata, Channa Micropeltes, Channa Marulioides, Channa Limbata, Channa Bankanensis, Channa Lucius, dan Channa Melanoptera. Beberapa jenis ikan chana di Indonesia dimanfaatkan untuk konsumsi. Namun, saat ini para penghobi ikan menyukai jenis ikan ini sebagai ikan hias.

Ikan channa sebagai hiasan akuarium memiliki harga yang tergolong mahal. Oleh karena itu, untuk mencegah perburuan di alam liar kamu dapat membudidayakan ikan ini di rumah. Ikan ini tergolong mudah di budidayakan dan tegolong ikan invasif. Ikan chana yang tergolong mudah dan memiliki warna yang indah yaitu chana limbata . Simaklah penjelasan berikut ini. Agar kamu dapat membudidayakan ikan hias Indonesia! Berhati-hatilah saat melakukan membudidayakan ikan chana ini!


Alat dan Bahan

  1. Kotak styrofoam.
  2. Indukan ikan gabus
  3. Pasir malang
  4. Tanaman air
  5. Plastik
  6. Kawat ram
  7. Akuarium
  8. Kutu air


Langkah Budidaya Ikan Chana

    Tempat budidaya ikan
  1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk budidaya ikan chana/gabus. Ciri-ciri ikan chana/gabus yang siap untuk dibudidayakan, yaitu memiliki panjang tubuh 200-210 mm untuk jantan dan 150-185 mm untuk betina, perut ikan chana/gabus betina membengkak dan lembek, keluar cairan berwarna putih ketika mengurut perut ikan.
  2. Pastikan ikan chana/gabus yang akan dibudidayakan memiliki jenis kelamin yang berbeda. Ikan chana/gabus jantan memiliki kepala lonjong, warna tubuh lebih gelap, lubang kelamin memerah dan apabila diurut keluar cairan putih bening. Sedangkan ikan cahana betina, memiliki kepala bulat, warna tubuh lebih terang, perut membesar dan lembek, bila diurut keluar telur yang siap dibuahi.
  3. Siapkan wadah untuk budidaya ikan chana/gabus. Gunakan kolam atau wadah sterofoam. Kemudian, cuci pasir malang hingga bersih. Ikan chana/gabus akan nyaman jika wadah yang digunakan menyerupai kondisi di alam.
  4. Tambahkan tanaman air sebagai perangsang pemijahan. Gunakan tanaman air seperti hidrilia, ganggang air, eceng gondok, atau apu-apu.
  5. Masukan ikan chana/gabus kedalam kotak styrofoam. Jika kamu membeli indukan dari peternak, lakukan aklimatisasi ikan terlebih dahulu.
  6. Tunggu proses ikan chana/gabus bertelur. Proses ikan bertelur memerlukan waktu. Telur ikan chana/gabus mengapung di permukaan air. Satu ekor induk betina dapat membuahkan telur sejumlah 1.000 – 11. 000 butir.
  7. Telur ikan chana/gabus akan menetas setelah umur 1 minggu setelah berterlur. Telur yang menetas akan berubah menjadi burayak. Induk akan memasukan burayak ikan kedalam mulutnya jika anak-anaknya merasa terancam. Beri makan burayak ikan chana/gabus setelah 2 hari menetas sebanyak 3 kali sehari. Makanan ikan burayak chana hampir sama dengan burayak ikan lainnya, makanannya yaitu kutu air/daphnia.
  8. Beri makan alami pada burayak ikan chana/gabus hingga umur 1 bulan. Kamu dapat memvariasikan makanan burayak dengan cacing dara.
  9. Lakukan monitoring pada burayak ikan chana/gabus setiap hari. Periksa kebersihan wadah yang digunakan untuk pembesaran. Ikan chana/gabus memiliki sifat kanibal. Karena itu dalam budidaya ikan pisahkan ikan kecil dengan ikan yang berukuran besar.
  10. Lakukan pemanenan ikan chana/gabus setelah ikan berumur lebih dari 1 bulan. Saat proses panen ikan sortir atau pisahkan ikan chana/gabus berdasarkan ukurannya.
  11. Ikan chana yang telah kamu budidayakan dapat dijual di pasar ikan atau media online.
  12. Ikan chana/gabus hias merupakan fauna khas yang ada di Indonesia yang dapat dibudiyakan. Kamu dapat membudidayakan fauna khas lainnya yang ada di lingkunganmu. Seperti, burung, ikan arwana, kucing maupun anjing.


Itulah tadi cara melestarikan fauna yang ada di Indonesia. Pelestarian fauna dapat mencegah terjadinya kelangkaan/kepunahan fauna yang ada di alam. Karena tidak dapat dipungkiri, permintaan fauna yang unik dari alam sangat tinggi. Sehingga menyebabkan perburuan fauna yang ada di alam.


Budidaya ikan hias chana ini juga sangat mudah, kamu dapat melakukannya bersama dengan teman maupun keluargamu. Selain itu, peminat ikan hias juga saat ini semakin banyak. Sembari melestarikan alam kamu dapat menambah uang jajan sekolahmu. Namun, perlu diingat ikan chana adalah ikan invasif, jadi jangan melepas liarkan ikan chana di lingkugan sekitarmu. Karena akan menyebabkan fauna lainnya akan dimakan dan punah.


Berikut ini video cara budidaya ikan hias chana.