Cara Melestarikan Flora Matoa Khas Daerah dengan Sistem Cangkok

melestarikan tanaman dengan cangkok


Indonesia memiliki kondisi wilayah yang strategis. Kondisi wilayah Indonesia terletak diantara 2 benua yaitu benua Asia dan Australia serta 2 samudra yaitu samudra pasifik dan samudra hindia. Sehingga menjadikan kondisi geologis Indonesia sangat unik. Keunikan ini termasuk flora dan fauna yang ada di Indonesia. Tak hanya kaya akan spesies flora dan fauna, Indonesia juga merupakan habitat dari berbagai flora dan fauna eksotis dan juga langka.


Flora dan fauna tersebut memiliki cirkhas tersendiri, serta berbeda dengan flora fauna di wilayah lain. Flora dan fauna tersebut harus dapat dilestarikan oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya, sudah banyak flora dan fauna yang ada di Indonesia berada pada status rawan kepunahan.


Salah satu flora/tanaman khas Indonesia yaitu matoa. Flora/tanaman matoa merupakan tanaman asli Indonesia, tepatnya berasal dari tanah Papua. Hasil kajian yang dilakukan Hamzah, dkk (2021), menyebutkan hampir seluruh bagian tanaman matoa dapat dimanfaatkan sebagai obat. Seperti pada bagian daun, buah, kulit batang, kulit buah, dan akarnya. Tanaman khas Indonesia ini harus ktia lestarikan. 

Cara Melestarikan Flora Matoa dengan Sistem Cangkok


Caranya dengan melakukan budidaya menggunakan sistem cangkok. Untuk lebih memahami cara budidaya tanaman menggunakan sistem cangkok, perhatikan Gambar 1.6 dan/atau video berikut ini!

Simaklah penjelasan berikut ini. Agar kamu dapat membudidayakan tanaman menggunakan sistem cangkok! Berhati-hatilah saat melakukan aktivitas!

Alat dan Bahan

  1. Pohon matoa
  2. Tanah
  3. Air
  4. Pisau/cutter
  5. Plastik
  6. Tali rafia
  7. Polybag
  8. Alumunium foil

Langkah-Lankah Pembuatan

    melestarikan tanaman dengan cangkok
  1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan budidaya tanaman dengan sistem cangkok. Pastikan tanaman yang akan dicangkok telah meemiliki cabang pada batang pohonya.
  2. Pilih cabang atau batang pohon yang tepat. Pilih cabang pohon yang memiliki kulit kayu tebal, sehat, dan kuat dengan diameter sekitar 2 cm. Cabang pohon yang dicangkok nantinya akan mempengaruhi kualitas budidaya tanaman.
  3. Kupas kulit batang pohon menggunakan punggung cutter. Buat sayatan di kulit batang dengan ukuran 10 cm. Tujuannya agar di daerah kambium batang pohon yang akan dicangkok mengering dan hilang. 
  4. Siapkan tanah untuk yang akan digunakan untuk media cangkok. 
  5. Ikatkan plastik pada batang pohon yang telah dikupas. Ikatkan pada bagian ujun plastik. Tujuannya agar mempermudah dalam meletakan media tanam.
  6. Letakan tanah pada plastik yang telah diikatkan pada batang pohon. 
  7. Siram tanah yang telah diletakan pada batang pohon.
  8. Bungkus tanah tersebut dengan plastik lalu ikat dengan tali.
  9. Tutupi hasil cangkokan dengan alumunium foil. Alumunium foil dapat menjaga kelembapan hasil cangkokan. Sehingga hasil cangkokan lebih cepat untuk dipanen.
  10. Sirami hasil  tanaman dan cangkokan secara rutin. Sirami dengan air secukupnya serta lakukan secara perlahan agar cangkokan tidak rusak. 
  11. Tunggu hasil cangkokan hingga tumbuh akar. 
  12. Potong batang hasil cangkokan. Pindahkan bibit hasil mencangkok ke dalam polybag. Agar tanaman dapat tumbuh dengan sempurna.
  13. Rawat tanaman hasi cangkok dengan baik. Caranya dengan menyiram tanaman setiap hari, memberi suplai nutrisi, dan mencabuti rumput yang tumbuh.
  14. Budidaya tanaman dengan sistem cangkok lebih cepat berbuah. Karena tidak melalui proses tumbuh dari biji. Kamu dapat membudidayakan tanaman khas di lingkunganmu menggunakan sistem cangkok Tanaman khas yang dapat dibudidayakan dengan sistem cangkok :