Pemanfaatan Sumber Daya Air di Lingkungan Sekitar

Pemanfaatan Sumber Daya Air di Lingkungan Sekitar


Lingkungan terdiri dari komponen biotik dan abotik. Komponen biotik terdiri dari mahkluk hidup, sedangkan komponen abiotik sendiri terdiri dari air,tanah,udara, iklim, suhu, kelebapan, dan lainnya. Kedua komponen memiliki hubungan saling ketergantungan. Mahkluk hidup membutuhkan komponen abiotik. Salah satunya yaitu air.

Air merupakan kebutuhan pokok bagi mahkluk hidup dalam suatu wilayah. Air berasal dari banyak sumber, seperti sungai, air tanah (sumur), air hujan, air gletser, dan embun. Sebagian besar air yang dikosumsi oleh manusia berasal dari air tanah (sumur). Hal ini dikarenakan keberadaan air tanah jauh lebih melimpah dibandingkan air di permukaan. Air tanah berasal dari berasal dari air hujan yang terserap oleh tanah melalui celah- celah batuan sehingga sampai di muka air tanah.

Mahkluk hidup memerlukan air untuk melangsungkan kehidupannya. Hal ini dikarenakan hampir 70% dari berat tubuh terdiri dari air. Adanya perkembangan zaman dan teknologi, air banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Seperti sebagai industri, pembangkit listrik, kebutuhan rumah tangga, pertanian, perikanan, dan lain sebagainnya.

Pemanfaatan Sumber Daya Air di Lingkungan Sekitar


Karakteristik suatu wilayah di bumi berbeda-beda. Karakteristik tersebut menghasilkan kebudayaan manusia yang berbeda pula. Begitu juga pemanfaatan sumber daya air lingkungan di setiap wilayah. Terdapat wilayah yang memiliki sumber daya air tinggi, namun ada pula wilayah yang memiliki sumber daya air rendah. Berikut ini rangkuman pemanfaatan sumber daya air secara umum yang ada di lingkungan sekitar.

  • Pemenuhan Kebutuhan Mahkluk Hidup.

Pemanfaatan Sumber Daya Air di Lingkungan Sekitar
Kehidupan manusia tak bisa lepas dari air, bahkan pada masa lampau nenek moyang kita mendirikan suatu peradaban di dekat sungai. Tujuannya agar peradaban tersebut dekat dengan sumber daya air. Tidak jauh berbeda dengan masa sekarang. Mahkluk hidup seperti memilih tinggal dekat dengan sumber air.

Sumber air ini memiliki manfaat bagi kehidupan hewan, tumbuhan, dan manusia. Manusia biasa memanfaatkan air tanah untuk air minum, mandi, mencuci, memasak, dan kebutuhan lainnya. Sumber daya air yang dimanfaatkan manusia untuk kebutuhan sehari-hari berasal dari air tanah (sumur), mata air pengunungan, mata air dataran rendah, dan sungai.

Sumber-sumber air yang dimanfaatkan manusia untuk kebutuhan sehari-hari tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan. Contohnya, sumber daya air sumur. Air dapat diperoleh dengan mudah, caranya dengan menggali tanah. Namun, air sumur tidak baik jika dikonsumsi secara terus menerus. Kandungan mineral pada air tanah sangat tinggi, memiliki warna yang keruh ketika hujan, dan memiliki suhu 24,3-27,3 derajat celcius.
 
Contoh lainnya yaitu air sungai, air sungai biasanya dimanfaatkan untuk air PDAM di dataran rendah. Namun melewati proses sterilisasi agar dapat digunakan untuk MCK dan memasak. Air PDAM di dataran rendah biasanya memiliki bau kaporit. Kaporit ini digunakan untuk menetralkan air. Air PDAM memiliki ciri-ciri kadar mineral yang lebih rendah, uhu 22,3-27,3 derajat celcius, dan memiliki warna bening. Sedangkan air gunung/mata air juga dimanfaatkan untuk air PDAM. Namun, air PDAM di dataran tinggi tidak berbau kaporit, seperti di dataran rendah.

  • Pertanian dan Perikanan

Pemanfaatan Sumber Daya Air di Lingkungan Sekitar
Pertanin dan perikanan juga memanfaatkan air. Pertanian memanfaatkan air sebagai irigasi, sedangkan perikanan memanfaatkan air sebagai media budidaya. Air merupakan hal yang penting dalam bidang pertanian dan perikanan. Curah hujan yang rendah dapat mengganggu pemanfaatan air di kedua bidang ini. Jika terjadi permasalahan, solusinya dengan menggunakan air tanah. Para petani akan membuat sumur bor untuk memompa air dari dalam sumur menuju ke permukaan tanah

  • Pembangkit listrik

Pemanfaatan Sumber Daya Air di Lingkungan Sekitar
Keberadaan sumber daya air di suatu wilayah berbeda-beda. Ada wilayah dengan sumber daya air tinggi dan ada juga yang rendah. Wilayah dengan sumber daya air tinggi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik atau lebih sering disebut dengan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air). Pembangkit listrik ini memanfaatkan air permukaan, yaitu berupa waduk, danau atau sungai.

  • Indikator Ekosistem

Pemanfaatan Sumber Daya Air di Lingkungan Sekitar
Kebutuhan sumber daya air oleh mahkluk hidup sangat vital. Mereka membutuhkan air untuk melangsungkan kehidupannya. Namun, jika sumber daya air yang ada di suatu wilayah tercemar. Mahkluk hidup yang tinggal di sekitarnya akan mengalami gangguan kesehatan. Hewan dan tumbuhan yang ada disekitarnya akan mati, karena tidak dapat bertahan dengan pencemaran air yang ada. Contohnya, seperti air di Sungai Serayu Provinsi Jawa Tengah. Ikan-ikan yang terdapat di sungai tersebut mati karena tingginya kadungan nitrit pada air.

  • Sebagai tempat wisata

Pemanfaatan Sumber Daya Air di Lingkungan Sekitar
Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan pokok, air juga dapat dimanfaatkan sebagai kebutuhan hiburan. Sumber daya air baik di permukaan maupun di bawah tanah dapat dimanfatkan sebagai temapat wisata. Wisatawan dapat melakukan berbagai aktivitas seperti rafting dan diving di dalam sungai bawah tanah. Salah satu sungai bawah tanah yang mulai dikelola, yaitu wisata sungai bawah tanah yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan.

  • Pemenuh kebutuhan industri

Pemanfaatan Sumber Daya Air di Lingkungan Sekitar
Industri juga memerlukan air sebagai bahan baku produksi. Banuak industri yang memanfaatkan sumber air sebagai bahan baku produksi. Seperti industri air minum, pengolahan makanan, batik, tekstil, hotel/penginapan, dan lainnya. Beberapa industri yang ada dapat mengolah limbah air yang dihasilkan. Namun, juga terdapat industri yang tanpa mengola limbah dan membuangnya di sungai. Hal ini dapat mencemari lingkungan.


Demikian pembahasan tentang pemanfaatan sumber daya air di lingkungan sekitar. Banyak manfaat air yang digunakan oleh mahkluk hidup. Oleh karena itu, kita dapat melindungi air dari pencemaran serta melestarikannya. Caranya dengan melakukan konservasi air. Seperti membuat sumur resapan air hujan dan mengurangi produksi limbah pencemar air. Jika keberadaan air tanah terjaga maka kelangsungan mahkluk hidup juga akan terlindungi.