Pemanfaatan Sumber Daya Udara di Lingkungan Sekitar

Pemanfaatan Sumber Daya Udara di Lingkungan Sekitar

Udara termasuk unsur salah satu komponen dalam lingkungan hidup. Komponen tersebut ialah komponen abiotik, sama seperti air, tanah, iklim, suhu, dan lainnya. Unsur udara juga memiliki peran penting dalam lingkungan hidup. Udara dapat memberikan manfaat seperti angin dan gas yang terdapat di dalamnya. Terlebih lagi mahkluk hidup membutuhkan udara untuk bertahan hidup. Lalu apa sebenarnya udara?

Udara adalah kumpulan dari bermacam-macam gas yang melayang di permukaan bumi. Gas yang terkandung dalam udara komposisinya dapat berubah-ubah. Perubahan ini sesuai dengan keberadaan udara di atas permukaan tanah. Semakin tinggi (mendekati lapisan atmosfer), maka komponen gas akan semakin bertambah menipis. Udara tidak memiliki bau serta tidak  dapat dilihat secara langsung oleh mata, akan tetapi udara dapat dirasakan. 

Sumber daya udara menjadi kebutuhan utama makhluk hidup, sama seperti sumber daya air dan sumber daya tanah. Setiap makhluk hidup memerlukan gas oksigen yang terkandung dalam udara untuk bernafas. Selain itu, banyak manfaat yang dapat diambil dari sumber daya udara. Secara umum, pemanfaatan sumber daya udara di lingkungan sekitar dapat dikelompokkan menjadi dua yakni pemanfaatan angin dan pemanfaatan gas. 

Pemanfaatan Angin 


Angin merupakan bagian dari udara. Angin dapat terjadi akibat adanya perbedaan temperatur udara di permukaan bumi. Udara dari suatu wilayah dengan suhu rendah bergerak menuju tempat dengan suhu yang lebih tinggi. Pergerakan udara tersebut menghasilkan angin. Udara yang berwujud angin dapat menghasilkan energi, energi tersebut dapat dimanfaatkan. Bahkan energi angin termasuk sumber daya ramah lingkungan. Dikatakan ramah lingkungan karena energi angin tidak memiliki sisa pembakaran yang berbahaya untuk lingkungan hidup.

  • Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Pemanfaatan Sumber Daya Udara di Lingkungan Sekitar

Salah satu pemanfaatan sumber daya angin di Indonesia adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Indonesia memiliki dua (2) pembangkit listrik bertenaga angin. Lokasinya berada di Sulawesi Selatan (Sulsel) PLTB Sidrap Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan PLTB Tolo di Kabupaten Jeneponto. 

Namun, pembangkit listrik tenaga angin/bayu ini memiliki kelemahan. Kelemahannya hanya dapat dibangun pada wilayah dengan energi angin yang besar. Selain itu, pembuatannya memerlukan biaya perawatan yang tinggi. Keberadaan pembangkit listrik jenis ini juga dapat mengganggu ekosistem yang ada di suatu wilayah, seperti burung-burung dan kelelawar

Meskipun demikian pemanfaatan angin tidak akan habis karena dapat terus diperbaharui. Angin juga tidak menghasilkan emisi gas buangan seperti karbon dioksida. Selain itu, potensi yang dimiliki energi angin sangat besar serta energi yang dihasilkan angin relatif stabil.

  • Transportasi Udara

Pemanfaatan Sumber Daya Udara di Lingkungan Sekitar

Dalam transportasi udara, angin memiliki manfaat yang sangat vital. Karena dalam dunia penerbangan angin bermanfaat untuk menyeimbangan antara kecepatan pesawat. Seiring perkembangan dunia penerbangan angin digunakan dalam prinsip aerodinamika. Aerodinamika merupakan gabungan dari aero yang berarti udara atau angin dan dinamika yang berarti gerak. Prinsip ini digunakan dalam teknologi yang menggabungkan benda padat serta dipadukan dengan energi angin

Angin sudah memberikan banyak sekali manfaat bagi dunia penerbangan sejak pertama kali pesawat ditemukan. Contoh sederhana yang dapat dilihat dari manfaat angin ini adalah pesawat mainan. Pesawat mainan membutuhkan angin agar dapat terbang. 

  • Pertanian.

Pemanfaatan Sumber Daya Udara di Lingkungan Sekitar


Selain dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dan transportasi udara, sumber daya udara memiliki berbagai manfaat bagi manusia. Salah satunya pada bidang pertanian. Pada bidang pertanian sumber daya udara yang dimanfaatkan adalah energi angin. Pemanfaatan angin bagi bidang pertanian yaitu untuk memprediksi cuaca, mengusir hama, serta pada pertanian tradisional angin dimanfaatkan untuk memisahkan padi dengan kulitnya.

Pada pertanian di negara maju angin dapat dimanfaatkan untk memprediksi cuaca pada suatu wilayah. Hal ini berkaitan dengan arah pergerakan awan. Sedangkan, masyarakat di negara berkembang memanfaatkan angin untuk menggerakan boneka sawah. Sehingga hama seperti burung tidak berani mendekati hasil pertanian.

Pemanfaatan Gas

Pemanfaatan Sumber Daya Udara di Lingkungan Sekitar

Udara tersusun atas tiga unsur utama yakni aerosol, uap air, dan udara kering. Salah satu unsur udara yakni udara kering mengandung berbagai jenis gas. Gas nitrogen memiliki presentasi sebanyak 78 persen dari total gas kering. Selain nitrogen, gas lainnya yang terkandung dalam gas kering yaitu, oksigen sebesar 20 persen, gas argon sebanyak 0,93 persen, karbon dioksida sebesar 0,003 persen dan gas- gas lain yang jumlahnya lebih kecil. Meskipun keberadaan gas kecil dan tidak terlihat, akan tetapi gas yang terdapat di udara memiliki banyak manfaat. Berikut beberapa contoh pemanfaatan gas-gas yang terkandung dalam udara. 

  • Gas Nitrogen, bermanfaat bagi bidang kedokteran, industri kimia dan bidang otomotif. Dalam bidang kedokteran, gas nitrogen cair dimanfaatkan dalam proses pembekuan darah, sperma, sumsum tulang dan jaringan tubuh lain. Gas ini juga digunakan dalam sebagai sarana pengobatan tumor jinak. Sedangkan dalam industri kimia, nitrogen dimanfaatkan untuk memberikan tekanan pada pipa-pipa, sehingga cairan dalam pipa dapat terdorong. Dalam bidang otonotif gas nitrogen dimanfaatkan untuk mengelas suku cadang mobil dan untuk mengisi ban mobil maupun motor.
  • Gas Oksigen, bermanfaat untuk proses respirasi. Manfaat lain dari gas oksigen yaitu sebagai pencegah tumbuhnya sel-sel anaerob dalam tubuh, memperkuat daya ingat, dan melindungi kekebalan tubuh agar tetap terjaga.. Dalam bidang industri gas oksigen membantuk dalam proses pembakaran dan proses pengelasan. Selain itu, gas oksigen juga digunakan dalam industri perikanan. Gas oksigen dimanfaatkan dalam pengiriman ikan antarwilayah.
  • Gas Argon, digunakan sebagai penahan panas dari bola lampu yang kita nyalakan setiap hari. Ketika melakukan diving, para penyelam memerlukan drysuit. Drysuit ini sudah dikembangkan menggunakan gas argon. Sedangkan dalam bidang industri, gas argon yang bersifat cair digunakan untuk mencegah terjadinya pengikatan oksigen (oksidasi) pada peleburan baja.
  • Gas Karbon dioksida, bermanfaat bagi tanaman membutuhkan karbon dioksida dalam proses fotosintesis. Para penghobi aquascape memerlukan gas ini untuk menghidupkan tanaman di sebuah akuarium. Dalam pembuatan makanan proses peragian juga memerlukan gas karbon dioksida. Produksi minuman berkarbonasi juga membutuhkan gas karbon dioksida. Selain itu, gas gas ini juga dimanfaatkan untuk menanggulangi bencana kebakaran.
  • Gas Helium, bermanfaat untuk mengisi balon udara dan mengisi tabung yang digunakan untuk menyelam. Oleh karena itu, gas helium sangat diperlukan dalam bidang pariwisata. Gas helium juga dimanfaatkan sebagai pendingin, karenea memiliki titik uap yang rendah.

Itulah tadi rangkuman tentang pemanfaatan sumberdaya udara di lingkungan sekitar. Seperti yang telah kamu ketahui, udara merupakan salah satu komponen dalam lingkungan hidup yang memiliki manfaat bagi manusia. Udara terdiri dari 3 unsur, masing-masing unsur memiliki manfaat. Seperti pembangkit listrik, tranportasi udara, pertanian, hingga kedokteran. 

Sumber daya angin juga merupakan energi ramah lingkungan. Meskipun sumber daya ini termasuk sumber daya yang dapat diperbaharui, kita juga harus mencegah pencemaran udara. Caranya dengan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, menanam pohon, dan lain sebagainnya.