Pemanfaatan SIG pada Fenomena Geosfer

Pemanfaatan SIG pada Fenomena Geosfer

Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan sistem untuk membuat, mengelola, menganalisis, serta menyajikan jenis data secara keruangan. Penyajian informasi SIG secara keruangan dengan cara menghubungkan data ke peta. SIG dapat memberikan informasi dasar untuk memetakan dan menganalisis data yang digunakan dalam sains dan industri. Salah satu bidang keilmuan yang menggunakan SIG sebagai alat untuk melakukan analisis adalah geografi.

Geografi merupakan ilmu yang mempelajari tempat dan hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Ketika terdapat suatu masalah, geografi menggunakan pendekatan-pendekatan tertentu. Sesuai dengan istiliahnya, geografi memiliki pendekatan berupa keruangan (tempat), kelingkungan (hubungan manusia dengan lingkungan), dan kompleks wilayah (tempat dan hubungan manusia terhadap lingkungan).

Geografi mempelajari suatu permasalahan secara keruangan. Sedangkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat menyajikan data secara keruangan. Keduannya memiliki memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, Geografi menggunakan SIG sebagai alat untuk mengkaji/menganalisis /menyajikan suatu informasi terkait permasalahan di permukaan bumi.

Pemanfaatan SIG pada Fenomena Geosfer

Permasalahan dalam setiap keilmuan berbeda-beda. Dalam geografi permasalahan-permasalahan yang dikaji, berhubungan dengan fenomena geosfer. (Baca Juga : Penelitian Geografi berdasarkan Fenomena Geosfer)fenomena-fenomena di bumi terdiri dari beberapa lapisan, seperti litosfer, pedosfer, hidrosfer, biosfer, atmosfer, dan antroposfer. (Baca Juga : Penelitian Geografi berdasarkan Fenomena Geosfer).

Setiap lapisan memiliki permasalahan masing-masing. Permasalahan tersebut dikaji oleh setiap bidang yang berbeda-beda. Sistem Informasi Geografis (SIG) membantu mengkaji/menganalisis /menyajikan permasalahan pada setiap fenomena geosfer. (Baca Juga : Pengertian dan Tahap Kerja Sistem Informasi Geografis (SIG)). Berikut ini beberapa contoh pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) pada fenomena geosfer:

  • Pemanfaatan SIG pada Fenomena Lithosfer
    Klasifikasi jenis batuan, pembuatan profil batuan, mengetahui sebaran gempa, mengetahui lokasi patahan, lipatan, dan sesar, mengetahui arah pergerakan lempeng, mengetahui ketinggian gunung berapi, mengetahui ketinggian tempat dan lainnya.
  • Pemanfaatan SIG pada Fenomena Pedosfer
    Analisis tingkat erosi, analisis tingkat sedimentasi, analisis sebaran jenis tanah, penentuan kemiringan lahan, 
  • Pemanfaatan SIG pada Fenomena Hidrosfer
    Analisis debit, analis dampak bencana banjir, analisis daerah aliran sungai (DAS), penentuan alur sungai, sebaran curah hujan rerata wilayah, penentuan arah aliran sungai bawah tanah, penentuan kedalaman sungai bawah tanah, mengetahui cekungan air tanah (CAT) dan lainnya
  • Pemanfaatan SIG pada Fenomena Biosfer
    Mengetahui tingkat kesehatan vegetasi atau karang, mengetahui jalur migrasi hewan, sebaran vegetasi, sebaran hewan, mengetahui populasi, mengetahui luasan bioma, mengetahui tingkat keterdapatan makanan suatu populasi, dan lainnya. 
  • Pemanfaatan SIG pada Fenomena Atmosfer
    Mengetahui sebaran suhu udara, mengetahui sebaran awan, menentukan sebaran kecepatan angin, menganalisis tingkat pancaran sinar uv, dan lainnya.
  • Pemanfaatan SIG pada Fenomena Antroposfer
    Mengetahui jarak tempuh antartempat, menganalisis jangkauan suatu fasilitas, mengetahui tingkat kesehatan masyarakat, mengetahui sebaran permukiman kumuh dan melanggar atura, dan lainnya.

Itulah tadi contoh pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) pada fenomena geosfer. SIG dapat menganalis dan mneyajikan informasi terkait fenomena-fenomena geosfer secara keruangan. Sehingga dalam geografi SIG sering dipakai alat untuk melakukan analisis dan menyajikan informasi.