Rute Migrasi Manusia Awal (Manusia Purba)

Rute Migrasi Manusia Awal (Manusia Purba)

Geografi merupakan ilmu yang mempelajari suatu fenomena/permasalahan yang ada di permukaan bumi secara keruangan. Permasalahan-permasalahan ini terkait dengan fenomena geosfer. Salah satu fenomena geosfer ini jarang dikaji oleh seorang geograf. Hal ini dikarenakan geografi, khususnya di Indonesia membahas permasalahan yang berhubungan dengan geografi fisik. Sedangkan permasalahan dalam fenomena geosfer yang berhubungan dengan geografi manusia/sosial sangat minim.

Fenomena geosfer tersebut, yaitu fenomena biosfer. Fenomena biosfer membahas mahkluk hidup di permukaan bumi. Sedangkan kajian geografi dalam fenomena biosfer membahas tetang sebaran-sebaran mahkluk hidup di permukaan bumi. Mahkluk hidup tersebut termasuk manusia.

Sebaran manusia di permukaan bumi dapat dikaji oleh geografi. Sebaran manusia ini terkait dengan sejarah permukaan bumi yang terdapat cabang geografi, yaitu paleogeografi. Paleogeografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang sejarah geografi, termasuk juga pergerakan daratan di permukaan bumi. Namun, paleogeografi tidak hanya mengacu pada ilmu tentang fisik lanskap, tetapi juga mengacu pada ilmu tentang lingkungan manusia atau budaya.

Dalam kajiannya paleogeografi menghasilkan informasi pemahaman ilmiah dalam berbagai konteks secara keruangan. Contohnya, analisis paleogeografis dari cekungan sedimen untuk mengetahui keterdapatan minyak bumi. Hal ini dikarenakan lingkungan geomorfologi (landskap) purba permukaan Bumi dipertahankan dalam catatan stratigrafi. Paleogeografer juga menghasilkan informasi lingkungan sedimen yang terkait dengan fosil. Informasi ini digunakan untuk petunjuk pengembangan evolusi spesies yang punah.

Selain itu paleogeografis berkontribusi pada pengembangan teori pergeseran benua, terus menginformasikan teori lempeng tektonik saat ini, menghasilkan informasi tentang bentuk dan lokasi latitudinal dari superbenua seperti Pangea dan lautan purba seperti Panthalassa, sehingga memungkinkan rekonstruksi benua prasejarah dan samudera, serta mengetahui migrasi manusia purba secara keruangan.

Migrasi Manusia Purba

Dalam perkembangannya bumi merupakan satu benua besar yang berpisah menjadi daratan-daratan. Benua besar yang terdapat di bumi pertama kali disebut dengan Pangea. Benua Pangea terpecah dan berpisah menjadi dataran-dataran karena adanya tenaga konveksi.

Jika dilihat berdasarkan letak geografisnya, pusat dari benua Pangea pada saat itu adalah cikal bakal dari benua Afrika saat ini. Pada wilayah itulah manusia purba juga ditemukan jejaknya. Mereka melakukan migrasi untuk dapat bertahan hidup, hingga akhirnya menyebar ke penjuru benua.

Terdapat asumsi bahwa pada masa lampau manusia purba dapat mencapai wilayah satu ke wilayah lainnya secara singkat dikarenakan wilayah-wilayah pada masa lampau belum terpecah-pecah seperti saat ini. Asumsi ini juga terdapat pro dan kotra, ketika dikaitkan dengan kisah dalam agama terntentu. Seperti kisah Nabi Musa yang dapat membelah laut merah dikarenakan adanya fenomena lithosfer berupa pergerakan lempeng. Sehingga air yang terdapat di laut merah menjadi hilang.

Sedangkan rute migrasi manusia purba secara lengkap dapat dilihat pada uraian berikut ini.

Masa Tanah Air Afrika / Homeland Africa ( 160.000 – 135.000 tahun yang lalu)

Rute Migrasi Manusia Awal (Manusia Purba)Manusia diperkirakan pertama kali muncul sebagai spesies sekitar 200.000 tahun yang lalu. Nenek moyang manusia (nenek moyang Homo Sapien) hidup di padang rumput Afrika Timur. Bukti keberadaan mereka menyebar ke seluruh dunia. Bukti ini berasal dari lebih dari 160.000 tahun yang lalu (Plistosen Akhir). Manusia saat itu mas memiliki pola hidup berburu dan meramu. Sehingga mereka mencari wilayah yang memiliki sumber daya yang melimpah. Pada masa itu terdapat empat kelompok utama yang terdiri dari pemburu hingga pengumpul yang awalnya bermigrasi ke seluruh Afrika. Mereka melakukan perjalanan ke Selatan menuju Tanjung Harapan (Afrika Selatan), barat daya ke Cekungan Kongo dan Barat ke Pantai Gading, di mana sumber daya berlimpah.

Masa Manusia Keluar Pertama dari Afrika / The First Exit Out of Africa (135,000 – 115,000 years ago)

Rute Migrasi Manusia Awal (Manusia Purba)Sekitar 135.000 tahun yang lalu, sekelompok manusia bermigrasi ke arah Utara. Mereka melintasi Sahara hijau (pada masa ini gurun sahara belum terbentuk) sekitar 125.000 tahun yang lalu. Tingkat curah hujan yang tinggi di Afrika Utara menyebabkan beberapa area di wilayah tersebut tertutup vegetasi dan hutan. Sehingga Sahara memiliki kemudahan untuk diakses dan lebih mudah untuk diseberangi. Kondisi tersebut memungkinkan manusia untuk melintasi Sahara hingga ke pintu keluar pertama mereka dari Afrika, yaitu Levant (saat ini wilayah disekitar Terusan Suez).

Rute Migrasi Manusia Awal (Manusia Purba)Setelah itu kelompok manusia kedua juga berasil keluar dari Afrika. Sekitar 85.000 tahun lalu, mereka berhasil menyeberangi sisi ujung selatan Laut Merah. Rute ini paling mudah diakses selama masa glasiasi (masa ketika suhu global menurun dalam jangka waktu yang lama). Pada masa glasisasi permukaan air laut global akan turun, sehingga mendukung untuk manusia menyeberangi daratan dengan lebih mudah. Masih belum terdapat penelitian mendetail terkait dorongan kelompok-kelompok manusia awal ini melakukan migrasi keluar Afrika. Beberapa peneliti beramsumsi bahwa terjadi pengurangan sumber makanan dan kondisi iklim yang tidak bersahabat di pantai barat Laut Merah. Sehingga menyebabkan kelompok-kelompok tersebut bergerak ke utara. Diperkirakan bahwa semua orang non-Afrika termasuk dan merupakan keturunan dari cabang homo sapiens ini, atau juga dikenal sebagai garis L3 Afrika.

Masa Manusia Menjelajahi pantai / Beach-combers (85,000 – 74,000 years ago)

Setelah mereka kepindahnya dari Afrika, kelompok-kelompok manusia ini hidup sebagai penjelajah pantai. Mereka melakukan perjalanan di sepanjang pantai selatan ke timur dari semenanjung Arab ke arah India. Mereka melakukan perjalanan ke timur karena iklim yang berkembang di pantai barat Afrika hingga timur laut Siberia menjadi daerah gurun yang luas serta akses ke Eurasia Utara dicegah. Situasi ini mendorong nenek moyang kita untuk melakukan migrasi di sepanjang garis pantai selatan Asia. Setelah sampai di India, mereka melanjutkan perjalanan melalui Sri Lanka, menyusuri pesisir Samudra Hindia hingga ke kepulauan yang pada saat itu terhubung dengan benua Asia. Seperti Semenanjung Malaysia, Sumatra, Kalimantan, Jawa, Filipina, hingga Indonesia bagian barat. Ketika mencapai Semenanjung Malaysia mereka kemudian mengikuti pantai untuk mencapai Cina Selatan, sekitar 75.000 tahun yang lalu.

Masa Letusan & Repopulasi Gunung Toba / Mt. Toba Eruption &  Repopulation (74,000 – 52,000 years ago)

Rute Migrasi Manusia Awal (Manusia Purba)Sekitar 74.000 tahun yang lalu, sebuah peristiwa besar mengganggu kehidupan prasejarah. Dikenal sebagai letusan terbesar dalam 2 juta tahun terakhir, yaitu letusan super eksplosif Gunung Toba di Sumatra (menghasilkan Danau Toba, kaldera vulkanik aktif terbesar di dunia). Gunung Toba mengeluarkan awan abu besar yang menyebar ke barat laut dan menutupi wilayah India, Pakistan, dan Teluk Andaman, kemudian perlahan-lahan menyebar ke seluruh dunia. Akibat letusan Gunung Toba menyebabkan musim dingin nuklir atau vulkanik global selama 6 tahun dan zaman es instan 1000 tahun. Adanya perubahan iklim yang dramatis ini, menyebabkan kepunahan mahkluk hidup di seluruh bumi, termasuk manusia. Jumlah manusia purba (Homo Sapien) menjadi kurang dari 10.000 orang. Musim dingin vulkanik, juga menyebabkan kekeringan dan memicu penurunan populasi

Masa Budaya Aurignacian & Asia Tengah / Aurignacian Culture & Central Asia (52,000 – 40,000 years ago)

Rute Migrasi Manusia Awal (Manusia Purba)Selama periode sekitar 52.000 hingga 45.000 tahun yang lalu, Budaya Paleolitik Atas Aurignacian terbentuk (saat ini berpindah dari Turki saat ini ke Bulgaria, Eropa). Kebudayaan Aurignacian terletak di Eropa dan Asia barat daya. Para peneliti mendasarkan fakta-fakta, karena terdapat artefak dan sisa-sisa lain dari masyarakat manusia prasejarah yang ditemukan di daerah tersebut. Pergerakan nenek moyang di Sungai Danube menunjukkan rute migrasi nenek moyang.Perkembangan ini diikuti dengan bergerak alat-alat batu mengikuti sungai Danube, sungai terbesar kedua di Eropa. Dari Hongaria hingga Austria, .

Pada ± 45.000 tahun yang lalu, ada empat rute migrasi utama yang menuju ke Asia Tengah. Tedapat empat rute migrasi pada kelompok-kelompok ini. Kelompok-kelompok pertama berasal pantai Asia Timur (yang melanjutkan rute menyisir pantai). Mereka bermigrasi ke barat melalui pada rumput (stepa) Asia tengah menuju Asia Timur Laut. Setelah itu kemungkinan besar mereka melanjutkan perjalanan ke Mongolia, Xinjiang, dan Siberia selatan. Kelompok kedua melewati rute Pakistan dan bergerak lebih jauh ke Asia Tengah. Rute ketiga, yaitu berawak dari wilayah Indo-Cina, bergerak ke Utara melalui Tibet ke Dataran Tinggi Qing-hai hingga bagian timur laut Dataran Tinggi Tibet(dataran tertinggi dan terbesar di dunia). Rute keempat lebih mengarah ke utara (berasal dari Asia tepatnya Rusia) rute ini hanya dapat diakses selama iklim yang lebih ringan. Kelompok manusia ini bermigrasi dari Barat ke Asia Timur, secara langsung melintasi padang rumput. Wilayah yang dilalui ini pada periode tertentu ditutupi oleh padang rumput dan hutan. Sehingga memudahkan kelompok untuk melewati wilayah tersebut.

Sementara itu, kelompok-kelompok di Eropa melakukan migrasi ke arah barat daya (menuju Portugal). Sedangkan pada bagian benua Australia, orang-orang Australia awal telah sepenuhnya bergerak ke selatan di sepanjang garis pantai. 

source : https://pleistoproject.wordpress.com/human-geography/migration/