Ketentuan Garis Sempadan Berdasarkan Peraturan

Garis Sempadan dan Ketentuan Jarak Aman Mendirikan Bangunan

Garis sempadan adalah garis batas luar pengaman yang ditetapkan dalam mendirikan bangunan. Pemilik tanah tidak diperkenankan mendirikan bangunan melebihi atau tepat di atas garis sempadan yang telah ditentukan.

Garis ini ditentukan berdasarkan jarak sejajar dengan berbagai objek berikut.

🌊 Tepi sungai 🛣️ Jalan 🌉 Jembatan 💧 Saluran drainase 🏖️ Tepi pantai 🏞️ Tepi danau / situ / rawa 🚰 Mata air 🚆 Rel kereta api ⚡ Jaringan listrik 🔧 Pipa gas
Infografis Jarak Aman Membangun di Sempadan Sungai dan Jalan
Infografis ketentuan garis sempadan sungai dan jalan di Indonesia

Masing-masing jarak batas sempadan berbeda tergantung jenis objeknya. Setiap ketentuan diatur dalam peraturan pemerintah sesuai tupoksi instansi terkait.

1. Batasan Kawasan Sempadan Sungai

Berdasarkan Permen PUPR No. 28 Tahun 2015 dan PP No. 38 Tahun 2011 tentang Sungai, garis sempadan sungai adalah garis maya di kiri dan kanan palung sungai yang ditetapkan sebagai batas perlindungan sungai.

Ilustrasi Peraturan Garis Sempadan Sungai di Indonesia
Ilustrasi penerapan garis sempadan sungai berdasarkan PP No. 38 Tahun 2011

a. Berdasarkan Letak Sungai

  • 1) > 3 m Sungai bertanggul di dalam kawasan perkotaan, diukur dari tepi luar kaki tanggul sepanjang alur sungai.
  • 2) > 5 m Sungai bertanggul di luar kawasan perkotaan, diukur dari tepi luar kaki tanggul sepanjang alur sungai.
  • 3) > 10 m Sungai tidak bertanggul di dalam kawasan perkotaan, diukur dari tepi kiri dan kanan palung sungai.
  • 4) > 100 m Sungai besar tidak bertanggul (luas lebih dari 500 km²) di luar kawasan perkotaan, diukur dari tepi kiri dan kanan palung sungai.
  • 5) > 50 m Sungai kecil tidak bertanggul (luas kurang dari 500 km²) di luar kawasan perkotaan, diukur dari tepi kiri dan kanan palung sungai.

b. Berdasarkan Kedalaman Sungai di Kawasan Perkotaan

  • 1) > 10 m Kedalaman sungai kurang dari 3 meter, diukur dari tepi kiri dan kanan palung sungai.
  • 2) > 20 m Kedalaman sungai antara 3 hingga 20 meter, diukur dari tepi kiri dan kanan palung sungai.
  • 3) > 30 m Kedalaman sungai lebih dari 20 meter, diukur dari tepi kiri dan kanan palung sungai.

2. Batasan Garis Sempadan Jalan

Ilustrasi Perbedaan Ruang Jalan dan Peraturan Sempadan Jalan
Ilustrasi ruang milik jalan (Rumija) sebagai dasar penentuan garis sempadan jalan

Garis sempadan jalan ditentukan berdasarkan Ruang Milik Jalan (Rumija), yaitu ruang di sisi kanan dan kiri jalan yang diperuntukkan bagi pelebaran jalan, penambahan lajur lalu lintas, atau ruang pengaman jalan.

  • 1) ≥ 20 m Jalan Arteri Primer, diukur dari tepi luar Rumija.
  • 2) ≥ 20 m Jalan Arteri Sekunder, diukur dari tepi luar Rumija.
  • 3) ≥ 15 m Jalan Kolektor Primer, diukur dari tepi luar Rumija.
  • 4) ≥ 7 m Jalan Kolektor Sekunder, diukur dari tepi luar Rumija.
  • 5) ≥ 10 m Jalan Lokal Primer, diukur dari tepi luar Rumija.
  • 6) ≥ 4 m Jalan Lokal Sekunder, diukur dari tepi luar Rumija.
  • 7) ≥ 100 m Jembatan, diukur dari tepi luar pangkal jembatan ke arah hulu dan ke arah hilir.

3. Batasan Garis Sempadan Pantai dan Danau

Aturan Garis Sempadan Pantai dan Danau di Indonesia
Penerapan garis sempadan pantai untuk mengurangi risiko bencana bagi masyarakat pesisir

Ketentuan garis sempadan tidak hanya berlaku pada sungai dan jalan, tetapi juga pada pemanfaatan lahan di sekitar danau dan pantai. Tujuannya untuk mengurangi risiko bencana alam terhadap masyarakat.

  • 1 ≥ 50 m Sempadan danau, ditentukan mengelilingi danau dari tepi muka air tertinggi yang pernah terjadi.
  • 2 ≥ 100 m Sempadan pantai, diukur dari titik pasang tertinggi ke arah darat dengan lebar proporsional sesuai bentuk dan kondisi fisik pantai.

Tabel Rekapitulasi Ketentuan Garis Sempadan

No. Jenis Sempadan Letak / Kondisi Jarak Minimum Dasar Hukum
1 Sungai Bertanggul, dalam kawasan perkotaan > 3 m PP 38/2011, Permen PUPR 28/2015
Bertanggul, luar kawasan perkotaan > 5 m PP 38/2011
Tidak bertanggul, dalam kawasan perkotaan > 10 m PP 38/2011
Sungai besar (>500 km²), luar perkotaan > 100 m PP 38/2011
Sungai kecil (<500 km²), luar perkotaan > 50 m PP 38/2011
Kedalaman < 3 m (dalam perkotaan) > 10 m PP 38/2011
Kedalaman 3–20 m (dalam perkotaan) > 20 m PP 38/2011
Kedalaman > 20 m (dalam perkotaan) > 30 m PP 38/2011
2 Jalan Arteri Primer ≥ 20 m Peraturan Kemenhub
Arteri Sekunder ≥ 20 m Peraturan Kemenhub
Kolektor Primer ≥ 15 m Peraturan Kemenhub
Kolektor Sekunder ≥ 7 m Peraturan Kemenhub
Lokal Primer ≥ 10 m Peraturan Kemenhub
Lokal Sekunder ≥ 4 m Peraturan Kemenhub
Jembatan ≥ 100 m Peraturan Kemenhub
3 Danau Mengelilingi danau dari tepi muka air tertinggi ≥ 50 m Permen PUPR 28/2015
4 Pantai Dari titik pasang tertinggi ke arah darat ≥ 100 m Permen PUPR 28/2015

Kesimpulan

Garis sempadan (set-back line) berfungsi sebagai batas luar keselamatan dalam mendirikan bangunan. Jarak sempadan berbeda-beda tergantung jenis objeknya — mulai dari 3 meter untuk sungai bertanggul di perkotaan hingga 100 meter untuk pantai dan jembatan. Pemilik tanah wajib mematuhi ketentuan ini sesuai peraturan yang berlaku agar tidak melanggar hukum dan demi keselamatan bersama.

close