Karakteristik dan Sebaran Jenis Tanah di Indonesia

Tanah memiliki peranan penting bagi keberlangsungan kehidupan makhluk hidup. Namun hanya sedikit yang memahami proses pembentukan, bahan penyusun, jenis, dan manfaatnya. Artikel ini membahas secara terperinci tentang pengertian tanah, jenis, karakteristik, dan persebarannya di Indonesia.
Karakteristik dan Sebaran Jenis Tanah di Indonesia

Peta sebaran jenis tanah di Indonesia

Pengertian Tanah

Secara umum, tanah dapat diartikan sebagai sistem kompleks yang terdiri atas mineral, bahan organik, air, dan udara yang berada di lapisan teratas permukaan bumi. Tanah terbentuk melalui proses yang cukup lama dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu bahan induk, iklim, organisme, topografi, dan waktu.

Pengertian Tanah Menurut Para Ahli

Terzagi (1987)

Tanah adalah kumpulan (agregat) butiran mineral alami yang dapat dipisahkan secara mekanik. Terdiri dari hasil pelapukan fisis-kimia dan bahan organik.

Verhoef (1994)

Tanah adalah kumpulan bagian-bagian padat yang tidak terikat satu sama lain, dengan rongga-rongga yang berisi udara dan air di antaranya.

Das (1995)

Tanah adalah material yang terdiri dari agregat mineral padat yang tidak terikat secara kimia, disertai zat cair dan gas yang mengisi ruang antar partikel padat.

Keragaman jenis tanah di Indonesia dipengaruhi oleh letak geografis di garis khatulistiwa yang menyebabkan iklim tropis, suhu tinggi, dan keragaman flora. Pulau-pulau besar seperti Papua, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, dan Sumatera masing-masing memiliki sifat dan jenis tanah yang beranekaragam.

Karakteristik dan Sebaran Jenis Tanah di Indonesia

Sebaran jenis tanah di Pulau Jawa

Sebaran jenis tanah di Pulau Jawa. Sumber: IUSS — Seventh Congress, Madison, Wisconsin, USA, 1960

Profil tanah di Indonesia

Beberapa profil tanah di Indonesia. Sumber: Soil Atlas of Asia — Joint Research Centre of the European Commission (JRC-EC), 2018

Keanekaragaman sifat dan jenis tanah di Indonesia berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lain. Perbedaan karakteristik tanah ini menyebabkan pengelolaan dan pemanfaatan tanah yang tersebar di berbagai wilayah pun berbeda.

10 Jenis Tanah di Indonesia

1. Tanah Grumusol

Asal: pelapukan batuan kapur dan tuffa vulkanik

  • Berwarna kelabu kehitam-hitaman
  • Kering dan mudah pecah saat musim kemarau
  • Kandungan organik rendah, pH netral hingga alkalis
  • Kedalaman tidak mencapai 300 mdpl, topografi datar hingga bergelombang
  • Cocok ditanami pohon jati, tebu, kapas, dan jagung
Sebaran: Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Madura, Sulawesi Selatan

2. Tanah Andosol

Asal: pelapukan bahan padat dan cair dari erupsi gunung berapi

  • Berwarna kelabu hingga kekuningan
  • Tekstur halus, tidak mudah tertiup angin
  • Kandungan mineral, unsur hara, dan air cukup tinggi — subur
  • Cocok untuk sawah, palawija, hutan pinus, dan perkebunan
  • Tidak mudah tererosi
Sebaran: Jawa bagian utara, Sulawesi, Halmahera, NTB, Sumatera, Lombok

3. Tanah Regosol

Asal: material erupsi gunung berapi (debu, lahar, pasir, lapili)

  • Berwarna merah, kuning, cokelat kemerahan hingga kekuningan
  • Tekstur kasar dan cenderung gembur, pH 6–7
  • Sulit menampung air, tidak semua tanaman cocok ditanam
  • Kaya unsur hara namun peka terhadap erosi
Sebaran: Jawa, Bengkulu, Bali, NTB, Sumatera Barat

4. Tanah Aluvial

Asal: pengendapan material (lumpur) di sekitar daerah aliran sungai

Profil tanah aluvial

Profil tanah aluvial

  • Berwarna cokelat hingga kelabu
  • Tekstur lembut dan mudah diolah
  • Cocok untuk lahan pertanian
  • Peka terhadap erosi
Sebaran: Sungai Musi (Palembang), Bengawan Solo (Jateng), Sungai Mahakam (Kaltim), Sungai Kapuas (Kalbar), Sungai Citarum (Jabar)

5. Tanah Litosol

Asal: pelapukan belum sempurna akibat perubahan iklim, topografi, dan vulkanisme

  • Berwarna kemerahan, kecoklatan, kekuning-kuningan
  • Struktur remah, agak gembur, ukuran besar-besar
  • pH 4,5–6,5 (agak asam hingga masam)
  • Kandungan bahan organik rendah (~5%)
  • Cocok untuk palawija, tanaman keras, dan rumput
Sebaran: Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan

6. Tanah Latosol

Asal: pelapukan batuan sedimen dan metamorf

  • Berwarna merah hingga coklat, pH 4,5–6,5
  • Mampu menyerap air dengan baik, menahan erosi
  • Topografi berbukit hingga lereng curam
  • Cocok untuk tebu, coklat, tembakau, pala, dan panili
Sebaran: Sulawesi, Bali, Jawa, Sumatera

7. Tanah Kapur

Asal: batuan kapur; terdiri dari tanah rendzina dan tanah mediteran

Profil tanah kapur rendzina

Profil tanah kapur (Rendzina)

  • Rendzina — dari pelapukan batuan kapur di daerah curah hujan tinggi
  • Mediteran — dari pelapukan batuan kapur keras dan batuan sedimen
  • Tidak subur dan kurang cocok untuk lahan pertanian
Sebaran: Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur

8. Tanah Organosol

Asal: pelapukan dan pembusukan bahan organik; dijumpai di rawa-rawa

Hamparan tanah organosol

Hamparan tanah organosol (gambut)

  • Berwarna cokelat tua hingga kehitam-hitaman
  • Unsur hara rendah, drainase buruk, keasaman tinggi
  • Kandungan bahan organik dan air cukup tinggi
  • Tanah gambut umumnya kurang subur; tanah humus subur
Sebaran: Papua bagian selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Jambi, Sumatera Selatan

9. Tanah Podzolik

Asal: daerah bersuhu rendah dengan curah hujan tinggi

  • Berwarna kekuningan dan kemerahan
  • Kandungan pasir kuarsa tinggi
  • Sifat sangat masam, peka terhadap erosi, kurang subur
  • Dimanfaatkan untuk pertanian palawija
Sebaran: Jawa Tengah bagian selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan

10. Tanah Laterit

Asal: temperatur dan curah hujan tinggi yang menyebabkan pencucian unsur hara

  • Berwarna merah atau coklat kekuningan
  • Tekstur relatif padat dan kokoh, pH netral
  • Kandungan bahan organik sedang
  • Mengandung zat besi dan alumunium — cocok sebagai pondasi bangunan
Sebaran: Jawa, Sulawesi, Kalimantan

Peta Sebaran Tanah Per Pulau

Peta sebaran jenis tanah di Pulau Sulawesi

Peta sebaran jenis tanah di Pulau Sulawesi. Sumber: IUSS — Seventh Congress, Madison, Wisconsin, USA, 1960

Sebaran jenis tanah Pulau Kalimantan

Peta sebaran jenis tanah di Pulau Kalimantan. Sumber: IUSS — Seventh Congress, Madison, Wisconsin, USA, 1960

Keterangan Peta Jenis Tanah FAO

Keterangan peta jenis tanah menurut FAO

Tabel Ringkasan Jenis Tanah di Indonesia

No Jenis Tanah Warna Tingkat Kesuburan Sebaran Utama
1GrumusolKelabu kehitamanKurang suburJateng, Jatim, NTT, Sulsel
2AndosolKelabu – kekuninganSuburJawa, Sulawesi, Sumatera, NTB
3RegosolMerah – kekuninganCukup suburJawa, Bali, NTB, Sumbar
4AluvialCokelat – kelabuVariatifSepanjang DAS di Indonesia
5LitosolKemerahan – kekuninganKurang suburSumatera, Jawa, NTT, Sulsel
6LatosolMerah – cokelatKurang suburSulawesi, Bali, Jawa, Sumatera
7KapurAbu-abu – putihTidak suburYogyakarta, Jateng, NTT
8OrganosolCokelat tua – hitamGambut kurang; humus suburPapua, Kalteng, Kaltim, Sumsel
9PodzolikKekuningan – kemerahanKurang suburJateng selatan, Sultra, Kalsel
10LateritMerah – cokelat kekuninganSedangJawa, Sulawesi, Kalimantan

Artikel Terkait di Seputar Geografi

Geografi Fisik Sumber Daya Alam Geografi Indonesia Lingkungan Hidup Pedosfer

Temukan lebih banyak materi geografi lengkap dan terpercaya di

www.seputargeografi.com

Referensi geografi terlengkap untuk pelajar dan pendidik Indonesia

close