Komposisi Penduduk Indonesia dalam Piramida Penduduk

Komposisi Penduduk Indonesia dalam Piramida Penduduk
 Geografi adalah ilmu yang mempelajari hubungan kausal gejala – gejala di muka bumi dan peristiwa – peristiwa yang terjadi di muka bumi baik secara fisik maupun mahluk hidup beserta masalahnya (sosial). Peristiwa-peristiwa ini dilihat/dikaji melalui pendekatan keruangan, ekologikal, dan regional. Tujuannya untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan (Bintarto, 1979).

Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan terdapat 2 aspek dalam geografi, yaitu aspek fisik dan aspek sosial. Salah satu aspek sosial dalam geografi adalah faktor kependudukan. Dalam geografi terdapat beberapa cabang keilmuan yang mempelajari/berhubungan kependudukan, seperti demografi dan geografi penduduk. 

(Baca Juga : Perbedaan Demografi dan Geografi Penduduk  )

 (Menurut Multilingual Demographic Dictionary 1982), Demografi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari mengenai jumlah, struktur (komposisi penduduk) dan perkembangan penduduk (perubahan) suatu wilayah. Dalam perencanaan pembangunan penting untuk mempelajari demografi. Salah satunya memahami komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin.

Komposisi Penduduk

Komposisi penduduk merupakan salah satu aspek yang penting khususnya dalam analisis kependudukan. Misalnya, pertumbuhan penduduk ke di masa mendatang dapat diperkirakan melalui pengamatan dari komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin pada masa sekarang. Hasil analisis ini dapat berguna untuk perencanaan, seperti penyediaan pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan - kebutuhan dasar penduduk lainnya. Salah satu komposisi penduduk, yaitu komposisi penduduk menurut jenis kelamin dan kelompok umur. Komposisi penduduk jenis kelamin dan kelompok umur dapat disajikan dalam bentuk piramida penduduk.

Komposisi penduduk diperoleh berdasarkan kegiatan sensus penduduk. Dikutip dari Suwito, 2020 fungsi sensus penduduk adalah sebagai berikut: 

  • a. Mengetahui jumlah penduduk seluruhnya. 
  • b. Mengetahui pertumbuhan penduduk. 
  • c. Mengetahui persebaran dan kepadatan penduduk. 
  • d. Mengetahui komposisi penduduk.
  • e. Mengetahui besarnya urbanisasi. 
  • f. Untuk merencanakan pembangunan bangsa dan negara.

Data penduduk berupa umur dan jenis kelamin merupakan salah satu data terpenting dari hasil sensus penduduk. Berdasarkan hasil sensus tersebutlah komposisi penduduk dapat diketahui. Jadi para pembuat kebijakan dapat lebih mudah untuk merencanakan strategi-strategi suatu wilayah. Komposisi penduduk menurut jenis kelamin memilik beberapa manfaat, yaitu sebagai berikut :

  • Memperoleh gambaran kecepatan pertambahan penduduk suatu wilayah termasuk cepat atau lambat,
  • Memperoleh gambaran tentang beban tanggungan (dependency ratio)
  • Sebagai dasar data untuk pembuatan piramida penduduk.

Piramida penduduk

Piramida penduduk merupakan sebuah metode untuk melihat komposisi penduduk suatu wilayah berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin sehingga dapat diperoleh gambaran terkait perkembangan penduduk masa mendatang yang didasarkan pada data penduduk masa lalu. Cepat atau lambatnya perkembangan penduduk juga dapat diketahui menggunakan piramida penduduk. Hal ini didasarkan pada kriteria presentase jumlah penduduk pada kelompok usia tertentu.

Menurut John Clark, pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatan – kekuatan yang menambah (natalitas dan imgrasi) dan kekuatan – kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk (mortalitas dan emigrasi). pabila jumlah penduduk: Po (0 – 14) tahun > 40 % dan P 60 + tahun < 10%, maka pertambahan penduduknya termasuk cepat.

Secara terus-menerus penduduk akan dipengaruhi oleh jumlah bayi yang lahir (menambah jumlah penduduk/natalitas), namun secara bersamaan juga dipengaruhi oleh jumlah kematian (mengurangi jumlah penduduk/mortalitas) yang terjadi pada semua golongan umur. Selain natalitas dan mortalitas, migrasi juga berperan dalam pertumbuhan penduduk. Seperti imigran (pendatang) akan menambah jumlah penduduk dan emigran akan mengurangi jumlah penduduk (Ida Bagus Mantra 1981).

Struktur umur dipengaruhi oleh beberapa peristiwa, seperti kelahiran, kematian dan migrasi masa lalu. Struktur umur penduduk Indonesia telah mengalami perubahan. Perubahan ini juga selaras dengan perubahan bentuk piramida. Adapun penyebabnya yaitu penurunan kelahiran dan penurunan kematian beberapa dekade yang lalu. Struktur umur penduduk menurut jenis kelamin di Indonesia secara grafik dapat digambarkan dalam bentuk piramida penduduk.

Piramida penduduk merupakan salah satu teknik penyajian dari struktur umur penduduk. Data yang disajikan dalam piramida penduduk menunjukkan jumlah penduduk. Sedangkan pada badan piramida penduduk bagian kiri dan kanan menunjukkan jumlah komposisi penduduk laki-laki dan penduduk perempuan menurut umur.

Pada piramida tersebut proporsi dari penduduk laki-laki dan perempuan dalam tiap kelompok umur menggambarkan sifat karakteristik suatu penduduk. Secara keseluruhan bentuk piramida juga dapat memberikan keterangan tentang keadaan dan perubahan pada tiap kelompok umur pada masa lalu, kemudian memperkirakan keadaan penduduk pada masa mendatang. Setiap kotak secara horizontal dalam diagram memberikan gambaran mengenai besarnya masing-masing kelompok umur dan jenis kelamin.

Dalam kerangka mendapatkan gambaran komposisi penduduk, salah satu alat analisis yang digunakan adalah dua buah diagram batang, pada satu sisi menunjukkan penduduk laki- laki dan pada sisi lainnya menunjukkan penduduk perempuan. Interval tiap kelompok umur biasanya disajikan dalam kelompok interval lima tahunan. Penduduk laki- laki biasanya digambarkan di sisi kiri piramida dan penduduk wanita di sisi kanan piramida. Penggambaran piramida ini dapat menggunakan presentase atau jumlah penduduk secara utuh.

Penduduk Indonesia dalam Piramida 

Indonesia memiliki badan yang khusus untuk mengumpulkan data yang bersifat kuantitatif. Badan ini bernama Badan Pusat Statistika (BPS). Setiap wilayah tingkat kabupaten/kota higga negara memiliki tingkatan data yang berbeda-beda. BPS di tingkat kabupaten/kota cenderung memiliki data di tingkat kecamatan hingga SLS (satuan lingkungan setempat), sedangkan BPS di tingkat negara (pusat) memiliki data ditingkat provinsi.

Salah satu data yang dikumpulkan dan diolah, yaitu data kependudukan. Data-data tersebut didapatkan dengan menggunakan metode survei lapangan atau sering disebut dengan sensus penduduk. Kegiatan sensus penduduk dapat menghasilkan data-data, seperti tingkat penghasilan, jenis pekerjaan, jenis kelamin, umur, anggota keluarga, dan sebagainnya.

(Baca Juga : Analisis Demografi Kota Salatiga Tahun 2010 )

Data-data yang dihasilkan dari kegiatan sensus penduduk dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Contohnya piramida penduduk yang dihasilkan dari sensus penduduk pada tahun 2000, 2010, dan 2030. Selain itu data kependudukan dapat di proyeksikan untuk beberapa tahun kedepan. Namun untuk memproyeksikan data tersebut dibutuhkan data-data dasar minimal 5-10 tahun. Tujuannya agar meminimalkan kesalahan proyeksi.

Komposisi Penduduk Indonesia dalam Piramida PendudukKomposisi Penduduk Indonesia dalam Piramida PendudukKomposisi Penduduk Indonesia dalam Piramida Penduduk

Komposisi Penduduk Indonesia dalam Piramida Penduduk 

Berdasarkan piramida penduduk Indonesia pada tahun 2000, 2010, 2020, dan 2030, dapat diketahui bahwa Indonesia pada awalnya Indonesia memiliki bentuk piramida ekspansif atau linmas. Dimana natalitas di Indonesia tinggi sehingga pada lapisan kelompok umur bawah lebih panjang. Hal ini mungkin dapat disebabkan adanya pandangan masyarakat terkait banyak anak banyak rezeki. Tingginya angka kelahiran dapat menimbulkan masalah berupa bonus demongrafi. Selain itu akan meningkatkan angka depedency ratio atau perbandingan (rasio) antara jumlah penduduk usia non produktif (0-14 dan 65+ tahun). Sederhanannya akan meningkatkan beban ketergantungan. Beban ketergantungan antara jumlah penduduk usia non produktif terhadap jumlah penduduk usia produktif.

Namun, piramida penduduk Indonesia mengalami perkembangan. Perkembangan ini perlihatkan dengan perubahan bentuk piramida. Bentuk piramida yang awalnya berbentuk ekspansif atau linmas, mulai berubah ke arah piramida berbentuk stationary atau granat.