Perbandingan Kepadatan Penduduk Negara

sebaran negara terpadat di dnia

Jumlah penduduk yang tinggal di suatu wilayah tidak tersebar secara merata. Ada negara yang wilayahnya dipenuhi penduduk, ada pula negara yang penduduknya jarang meskipun wilayahnya sangat luas. Kondisi ini dikenal sebagai kepadatan dan kelonggaran penduduk.

Kepadatan penduduk menunjukkan banyaknya jumlah penduduk per satu kilometer persegi wilayah. Negara kecil seperti Singapura memiliki kepadatan yang sangat tinggi karena luas wilayahnya terbatas, sedangkan jumlah penduduknya besar. Setiap kilometer persegi di Singapura dihuni ribuan orang, sehingga permukiman, jalan, dan fasilitas umum terlihat sangat rapat.

kepadatan negara di dunia

A. Negara-Negara Berpenduduk Padat

Kepadatan penduduk tidak hanya menunjukkan jumlah penduduk per kilometer persegi, tetapi juga menggambarkan bagaimana persebaran manusia terkonsentrasi di wilayah tertentu. Di berbagai negara, kepadatan penduduk sering kali terpusat di kawasan yang memiliki faktor pendukung seperti tanah subur, pusat pemerintahan, kawasan industri, hingga kota-kota metropolitan. Konsentrasi penduduk ini berpengaruh terhadap penggunaan lahan, pembangunan infrastruktur, serta dinamika sosial dan ekonomi.

1. Singapura Negara Kota yang Sangat Padat

Singapura memiliki kepadatan penduduk sekitar 8.400 jiwa/km². Negara ini dihuni sekitar ±5,9 juta jiwa dengan luas wilayah hanya ±730 km². Wilayah yang kecil dihuni oleh jumlah penduduk yang sangat banyak sehingga permukiman dan fasilitas umum tampak sangat rapat.

Sebaran penduduk terpadat berada di kawasan pusat bisnis (Central Business District), wilayah perumahan bertingkat seperti Tampines, Jurong, dan Woodlands, serta pesisir selatan yang menjadi pusat kegiatan ekonomi. 

2. Bangladesh Negara Besar dengan Penduduk Sangat Padat

Bangladesh memiliki kepadatan sekitar 1.300 jiwa/km². Jumlah penduduknya mencapai ±170 juta jiwa dengan luas wilayah sekitar ±147.000 km². Penduduk yang sangat besar tinggal di wilayah yang relatif sempit sehingga tekanan terhadap lahan dan permukiman menjadi tinggi.

Wilayah dengan penumpukan penduduk tertinggi terdapat di Dhaka (ibu kota), Chittagong, serta kawasan Delta Sungai Gangga–Brahmaputra yang subur. Dataran rendah yang cocok untuk pertanian menjadi pusat permukiman padat.

3. India Negara Padat, tetapi Masih Ada Daerah Terbuka

India memiliki kepadatan sekitar 497 jiwa/km². Negara ini berpenduduk sekitar ±1,4 miliar jiwa dengan luas wilayah ±3,3 juta km². Kepadatan tinggi terlihat di kota-kota besar dan daerah subur, namun wilayah tertentu masih memiliki ruang terbuka yang luas.

Pemusatan penduduk terlihat jelas di Lembah Sungai Gangga, kota-kota besar seperti Mumbai, Delhi, dan Kolkata, serta kawasan pesisir yang berkembang secara ekonomi. Sebaliknya, Gurun Thar dan pegunungan Himalaya relatif jarang dihuni.

4. Indonesia Negara yang Cukup Longgar Secara Nasional

Indonesia memiliki kepadatan rata-rata sekitar 159 jiwa/km². Jumlah penduduk sekitar ±275 juta jiwa menempati wilayah seluas ±1,9 juta km². Angka ini tergolong sedang, meskipun persebaran penduduk tidak merata antarwilayah.

Daerah dengan kepadatan paling menonjol terdapat di Pulau Jawa, khususnya wilayah Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung. Sementara itu, Kalimantan, Papua, dan sebagian Maluku memiliki jumlah penduduk yang lebih jarang.

5. Amerika Serika Negara dengan Penduduk Sangat Longgar

Amerika Serikat memiliki kepadatan sekitar 38 jiwa/km². Negara ini dihuni sekitar ±335 juta jiwa dengan luas wilayah mencapai ±9,8 juta km². Wilayah yang sangat luas dan penduduk yang tersebar menjadikan negara ini tergolong sangat longgar.

Kawasan dengan akumulasi penduduk terbesar berada di pesisir timur (New York, Washington D.C., Boston), pesisir barat (Los Angeles, San Francisco), serta sekitar Danau-Danau Besar seperti Chicago. Wilayah tengah seperti Great Plains cenderung lebih jarang penduduk.

<a target="_blank" href="https://www.google.com/search?ved=1t:260882&q=population+density+table+by+country&bbid=9099509159627819064&bpid=8811208506296057822" data-preview>Tabel Kepadatan Penduduk</a>

Tabel Kepadatan Penduduk Beberapa Negara
No Negara Jumlah Penduduk (±) Luas Wilayah (±) Kepadatan Penduduk (jiwa/km²)
1 Singapura 5,9 juta jiwa 730 km² 8.400
2 Bangladesh 170 juta jiwa 147.000 km² 1.300
3 India 1,4 miliar jiwa 3,3 juta km² 497
4 Indonesia 275 juta jiwa 1,9 juta km² 159
5 Amerika Serikat 335 juta jiwa 9,8 juta km² 38

B.  Faktor yang Mempengaruhi Kepadatan Penduduk 

faktor yang menyebabkan kepadatan penduduk

Perbedaan kepadatan dan kelonggaran penduduk dipengaruhi oleh banyak faktor. Kondisi alam, iklim, sejarah, serta perkembangan ekonomi memengaruhi pilihan manusia untuk menetap. Daerah yang subur dan memiliki banyak lapangan pekerjaan cenderung lebih padat dibandingkan wilayah yang kering atau sulit dijangkau. 

1.Kondisi Alam

Wilayah dengan tanah subur, ketersediaan air, dan relief datar lebih menarik untuk permukiman dan kegiatan ekonomi. Daerah gurun, pegunungan terjal, atau wilayah rawan bencana cenderung jarang penduduk.

2. Iklim

Iklim sedang dan nyaman mendukung aktivitas manusia sepanjang tahun. Iklim ekstrem seperti sangat dingin, sangat panas, atau kering membatasi jumlah penduduk yang menetap.

3. Kegiatan Ekonomi

Wilayah yang menyediakan banyak lapangan pekerjaan, seperti kawasan industri, pertanian subur, dan pusat jasa, cenderung memiliki kepadatan penduduk tinggi.

4. Sejarah dan Perkembangan Wilayah

Kota pelabuhan, pusat kerajaan lama, dan wilayah kolonial berkembang lebih awal sehingga penduduknya lebih padat hingga sekarang.

5. Aksesibilitas dan Infrastruktur

Ketersediaan transportasi, pendidikan, dan fasilitas kesehatan memengaruhi pilihan tempat tinggal penduduk. Wilayah yang mudah dijangkau lebih cepat berkembang dan lebih padat.


close