Rumus Pertumbuhan Penduduk dan Contoh Soal

Geografi  ·  Kependudukan

Pertumbuhan Penduduk
dan Cara Mengukurnya

Setiap menit, ribuan bayi lahir dan orang berpindah tempat tinggal. Bagaimana kita menghitung semua perubahan itu secara ilmiah?

Estimasi baca  5 menit SMA / Kelas XI–XII

Jumlah penduduk suatu wilayah tidak pernah diam di tempat. Ia berubah karena tiga sebab utama yang terus bekerja setiap harinya.

  • Kelahiran menambah jumlah penduduk secara alami
  • Kematian mengurangi jumlah penduduk secara alami
  • Migrasi mengubah jumlah penduduk melalui perpindahan tempat tinggal

Proses berubahnya jumlah penduduk inilah yang disebut pertumbuhan penduduk. Memahaminya penting karena data pertumbuhan menjadi dasar perencanaan sekolah, rumah sakit, hingga lapangan kerja.


A. Pertumbuhan Alami

Pertumbuhan alami hanya menghitung dua peristiwa biologis tanpa memasukkan perpindahan penduduk.[1]

  • Dihitung dari selisih antara jumlah kelahiran dan jumlah kematian
  • Nilainya bisa positif (penduduk bertambah) atau negatif (penduduk berkurang)
  • Tidak dipengaruhi oleh perpindahan penduduk dari atau ke luar wilayah
Rumus Pertumbuhan Alami (Pa)
Pa = L − M
Keterangan
  • Pa  = Pertumbuhan alami (jiwa)
  • L  = Jumlah kelahiran hidup dalam satu periode
  • M  = Jumlah kematian dalam periode yang sama
Contoh Soal

Kota Madani mencatat data berikut sepanjang tahun 2024.

  • Jumlah kelahiran   5.200 jiwa
  • Jumlah kematian   2.100 jiwa
Pa = 5.200 − 2.100 = 3.100 jiwa

Penduduk Kota Madani bertambah 3.100 orang secara alami dalam setahun.

Grafik kelahiran kota jakarta 2025

B. Pertumbuhan Total

Pertumbuhan total adalah gambaran lengkap perubahan penduduk karena sudah memperhitungkan perpindahan penduduk.[2]

  • Menggabungkan pertumbuhan alami dengan data migrasi
  • Migrasi masuk menambah jumlah penduduk
  • Migrasi keluar mengurangi jumlah penduduk
  • Hasil akhirnya mencerminkan perubahan penduduk sesungguhnya di suatu wilayah
Rumus Pertumbuhan Total (Pt)
Pt = (L − M) + I − E
Keterangan
  • Pt  = Pertumbuhan total (jiwa)
  • L  = Jumlah kelahiran dalam satu periode
  • M  = Jumlah kematian dalam satu periode
  • I  = Migrasi masuk (imigrasi / in-migrasi)
  • E  = Migrasi keluar (emigrasi / out-migrasi)
Contoh Soal

Melanjutkan data Kota Madani, ditambah data migrasi berikut.

  • Kelahiran   5.200 jiwa, kematian   2.100 jiwa
  • Migrasi masuk   800 jiwa
  • Migrasi keluar   300 jiwa
Pt = (5.200 − 2.100) + 800 − 300
Pt = 3.100 + 500 = 3.600 jiwa

Pertumbuhan total lebih besar dari pertumbuhan alami karena ada tambahan dari migrasi.

  • Jika pertumbuhan total bernilai negatif, jumlah penduduk wilayah itu sedang menyusut
  • Ini sering terjadi di desa-desa yang ditinggalkan warganya karena urbanisasi besar-besaran

C. Angka Kelahiran dan Kematian Kasar

Agar kelahiran dan kematian dari berbagai wilayah bisa dibandingkan secara adil, digunakan angka kasar yang dihitung per 1.000 penduduk.

  • Angka kasar tidak memilah berdasarkan kelompok usia
  • Mudah dihitung karena hanya butuh data jumlah penduduk total
  • Digunakan untuk membandingkan kondisi antardaerah atau antar tahun

C.1. Angka Kelahiran Kasar (CBR)

CBR atau Crude Birth Rate menunjukkan berapa kelahiran yang terjadi untuk setiap 1.000 penduduk dalam satu tahun.[3]

Rumus Angka Kelahiran Kasar (CBR)
CBR = (L ÷ P) × 1.000
Keterangan
  • CBR  = Crude Birth Rate (angka kelahiran kasar)
  • L  = Jumlah kelahiran dalam satu tahun
  • P  = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
  • 1.000  = Konstanta per seribu penduduk
Contoh Soal
  • Jumlah kelahiran   4.500 jiwa
  • Jumlah penduduk   900.000 jiwa
CBR = (4.500 ÷ 900.000) × 1.000 = 5

Setiap 1.000 penduduk, terdapat 5 kelahiran per tahun.

Nilai CBR kemudian dibandingkan dengan tabel klasifikasi berikut untuk menentukan kategorinya.

Nilai CBR Kategori Keterangan
Kurang dari 20 Rendah Negara maju, kelahiran terkendali
20 sampai 30 Sedang Negara dalam masa transisi
Lebih dari 30 Tinggi Negara berkembang, pertumbuhan cepat

C.2. Angka Kematian Kasar (CDR)

CDR atau Crude Death Rate bekerja dengan prinsip yang sama seperti CBR, namun mengukur jumlah kematian per 1.000 penduduk.[4]

Rumus Angka Kematian Kasar (CDR)
CDR = (M ÷ P) × 1.000
Keterangan
  • CDR  = Crude Death Rate (angka kematian kasar)
  • M  = Jumlah kematian dalam satu tahun
  • P  = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
  • 1.000  = Konstanta per seribu penduduk
Contoh Soal
  • Jumlah kematian   1.800 jiwa
  • Jumlah penduduk   900.000 jiwa
CDR = (1.800 ÷ 900.000) × 1.000 = 2

CDR yang rendah mencerminkan akses layanan kesehatan yang lebih baik.

perbandingan angka kematian kasar

D. Angka Ketergantungan

Tidak semua penduduk bekerja dan menghasilkan pendapatan. Angka ketergantungan mengukur beban yang ditanggung penduduk usia produktif.[5]

  • Penduduk non-produktif mencakup anak-anak usia 0–14 tahun dan lansia usia 65 tahun ke atas
  • Penduduk produktif adalah mereka yang berusia 15–64 tahun
  • Semakin tinggi angkanya, semakin berat beban ekonomi yang dipikul kelompok usia kerja
Rumus Angka Ketergantungan (Dependency Ratio)
DR = ((P0–14 + P65+) ÷ P15–64) × 100
Keterangan
  • DR  = Angka ketergantungan
  • P0–14  = Jumlah penduduk usia 0–14 tahun
  • P65+  = Jumlah penduduk usia 65 tahun ke atas
  • P15–64  = Jumlah penduduk usia produktif
  • 100  = Konstanta per seratus penduduk produktif
Contoh Soal
  • Penduduk usia 0–14 tahun   300.000 jiwa
  • Penduduk usia 65 tahun ke atas   50.000 jiwa
  • Penduduk usia produktif (15–64)   500.000 jiwa
DR = ((300.000 + 50.000) ÷ 500.000) × 100
DR = (350.000 ÷ 500.000) × 100 = 70

Setiap 100 penduduk produktif menanggung 70 orang yang tidak produktif.

  • DR di bawah 50 dianggap menguntungkan secara ekonomi
  • Indonesia sedang memanfaatkan bonus demografi, yaitu kondisi ketika penduduk usia produktif jauh lebih banyak dari yang tidak produktif
  • Bonus demografi hanya terjadi sekali dan menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi

E. Kepadatan Penduduk

Kepadatan penduduk menunjukkan rata-rata jumlah penduduk per satuan luas wilayah. Data ini digunakan untuk menilai distribusi dan merencanakan pemerataan pembangunan.[6]

  • Nilainya tinggi jika banyak penduduk di wilayah yang sempit
  • Nilainya rendah jika wilayah luas namun penduduk sedikit
  • Menjadi dasar kebijakan transmigrasi dan pemerataan infrastruktur
Rumus Kepadatan Penduduk Aritmetik (Kp)
Kp = P ÷ L
Keterangan
  • Kp  = Kepadatan penduduk (jiwa/km²)
  • P  = Jumlah penduduk (jiwa)
  • L  = Luas wilayah (km²)
Contoh Soal
  • Jumlah penduduk Pulau Jawa   151.000.000 jiwa
  • Luas wilayah Pulau Jawa   128.000 km²
Kp = 151.000.000 ÷ 128.000 ≈ 1.180 jiwa/km²

Pulau Jawa jauh lebih padat dibanding Kalimantan yang luasnya empat kali lipat namun penduduknya lebih sedikit.

kepadatan penduduk Indonesia

Lima ukuran ini — pertumbuhan alami, pertumbuhan total, CBR, CDR, angka ketergantungan, dan kepadatan — adalah alat baca paling dasar dalam memahami kondisi kependudukan suatu wilayah. Di artikel berikutnya, kita akan membahas komposisi penduduk dan piramida penduduk yang menunjukkan siapa sebenarnya orang-orang di balik angka-angka tersebut.

Catatan Kaki

  1. Pertumbuhan alami disebut juga natural increase. Nilainya bisa negatif jika kematian melebihi kelahiran, seperti yang terjadi di Jepang dan beberapa negara Eropa.
  2. Migrasi masuk disebut imigrasi (antarnegara) atau in-migrasi (antardaerah). Migrasi keluar disebut emigrasi atau out-migrasi.
  3. CBR tidak membedakan kelompok usia, sehingga kurang sensitif dibanding Age-Specific Fertility Rate (ASFR). Namun CBR tetap digunakan karena datanya mudah diperoleh.
  4. CDR yang tinggi tidak selalu berarti buruk jika disebabkan oleh populasi yang menua secara alami, bukan oleh penyakit atau bencana.
  5. Istilah lain untuk angka ketergantungan adalah dependency ratio. Nilai DR di bawah 50 dianggap menguntungkan secara ekonomi karena penduduk produktif lebih dominan.
  6. Kepadatan aritmetik adalah yang paling umum digunakan. Jenis lainnya adalah kepadatan agraris, yaitu perbandingan jumlah petani dengan luas lahan pertanian.
close