Soal Sumber Daya Alam dan Pengelolaan Lingkungan beserta Pembahasannya

 

Emergi terbarukan

Contoh soal Sumber Daya Alam dan Pengelolaan Lingkungan merupakan salah satu materi penting dalam pembelajaran Geografi yang kerap muncul dalam ujian sekolah maupun seleksi masuk perguruan tinggi. Materi ini membahas klasifikasi sumber daya alam, persebaran wilayah tambang, pengembangan energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, serta kebijakan pengelolaan lingkungan hidup. Pemahaman yang baik terhadap materi ini akan membantu peserta didik menganalisis kondisi lingkungan secara kritis dan ilmiah. Berikut ini 7 contoh soal beserta pembahasan yang dapat digunakan sebagai bahan belajar mandiri maupun latihan persiapan ujian.

1 Klasifikasi SDA
2 Tambang Batu Bara
3 Energi Biomassa
4 Pertanian Berkelanjutan
5 PLTA
6 Hutan Berkelanjutan
7 RTH
Klasifikasi SDA
1
Sumber Daya Alam
Klasifikasi SDA – Air sebagai Renewable
Pilihan Ganda
Air menutupi sekitar 71% permukaan Bumi dan sebagian besar (96,5%) tersimpan di lautan. Hanya sekitar 3% berupa air tawar. Berdasarkan sifatnya, air tergolong sumber daya alam .... karena ....
  • A tidak terbatas, karena dapat ditemukan di seluruh wilayah bumi
  • B renewable, karena mengalami siklus hidrologi
  • C non-renewable, karena jumlahnya tetap dan tidak bertambah
  • D terbatas, karena air laut tidak dapat digunakan secara langsung
  • E habis pakai, karena digunakan sekali lalu hilang
Kunci Jawaban: B
Air dikategorikan sebagai SDA dapat diperbaharui (renewable) karena terus berputar melalui siklus hidrologi — penguapan (evaporasi), kondensasi, dan presipitasi — sehingga pasokannya terus diperbarui secara alami. Meskipun jumlah air tawar yang langsung dapat dikonsumsi terbatas, sifat siklusnya menjadikan air berbeda dari SDA tak terbarukan seperti minyak bumi atau batu bara.
Geologi & Pertambangan
2
Sumber Daya Alam
Sebaran Tambang Batu Bara & Faktor Geologis
Pilihan Ganda
Tambang batu bara
Berdasarkan peta sebaran tambang batu bara, persebaran tambang hanya terdapat di beberapa wilayah. Faktor yang menyebabkan wilayah tersebut memiliki tambang, yaitu ....
  • A curah hujan yang tinggi mempercepat pelapukan
  • B letak wilayah dekat dengan garis khatulistiwa
  • C kondisi geologi berupa cekungan sedimen purba
  • D daerah padat penduduk untuk tenaga kerja
  • E wilayah dilalui jalur pelayaran internasional
Kunci Jawaban: C
Batu bara terbentuk dari endapan sisa tumbuhan purba yang mengalami proses pembatubaraan (coalification) selama jutaan tahun di bawah tekanan dan suhu tinggi. Proses ini hanya terjadi pada cekungan sedimen (sedimentary basin) yang memiliki lapisan batuan sedimen tebal. Itulah mengapa persebaran tambang batu bara di Indonesia terkonsentrasi di Kalimantan dan Sumatera yang memiliki cekungan sedimen purba yang luas.
Energi Terbarukan
3
Energi Biomassa
Energi Biomassa & Keanekaragaman Hayati
Pilihan Ganda
Meskipun luas wilayah Indonesia hanya sekitar 1,3% dari total daratan dunia, Indonesia memiliki sekitar 17% dari seluruh spesies di dunia. Tantangan utama Indonesia dalam mengembangkan energi biomassa, yaitu ....
  • A keterbatasan cadangan energi fosil di dalam negeri
  • B ketergantungan pada ekspor sumber daya alam mentah
  • C terbatasnya teknologi pengolahan biomassa
  • D konflik perubahan lahan terhadap ekosistem
  • E kurangnya lahan daratan untuk pengembangan
Kunci Jawaban: D
Pengembangan energi biomassa skala besar memerlukan lahan luas untuk tanaman bahan baku (kelapa sawit, tebu, singkong, dll). Tantangan terbesarnya adalah konflik alih fungsi lahan — hutan dan lahan gambut yang kaya keanekaragaman hayati berpotensi dikonversi menjadi perkebunan bahan baku biomassa. Kondisi ini bertentangan dengan komitmen konservasi Indonesia yang menjadi rumah bagi 17% spesies dunia.
Pertanian Berkelanjutan
4
Pengelolaan Lingkungan
Pemanfaatan Sektor Pertanian yang Berkelanjutan
Pilihan Ganda Kompleks
Tanah yang subur dan curah hujan tinggi membuat wilayah Indonesia cocok dikembangkan dalam sektor pertanian. Bentuk pemanfaatan sektor pertanian yang berkelanjutan, yaitu ....
PernyataanJawaban
(1) Penanaman tanaman sesuai karakteristik lahanBENAR
(2) Penggunaan pupuk kimia secara intensifSALAH
(3) Penerapan sistem pertanian organikBENAR
(4) Diversifikasi tanamanBENAR
(5) Pembukaan lahan dengan cara membakarSALAH
Kunci Jawaban: (1), (3), (4)
Pertanian berkelanjutan bertujuan menjaga produktivitas lahan tanpa merusak ekosistem. (1) Penanaman sesuai karakteristik lahan mencegah degradasi; (3) pertanian organik mengurangi pencemaran tanah dan air; (4) diversifikasi tanaman menjaga keseimbangan nutrisi tanah dan ketahanan pangan. Sebaliknya, pupuk kimia intensif (2) merusak struktur tanah jangka panjang, dan pembakaran lahan (5) menyebabkan emisi, kerusakan biodiversitas, dan degradasi lahan.
Energi Terbarukan – PLTA
5
Energi Terbarukan
PLTA – Faktor Lokasi Pembangunan
Pilihan Ganda
Pembangkit listrik tenaga air
Pemerintah memanfaatkan energi terbarukan berupa air untuk membangun PLTA. Persebaran PLTA di Indonesia terkonsentrasi di wilayah tertentu. Faktor utama yang memengaruhi lokasi pembangunan PLTA, yaitu ....
  • A curah hujan tinggi dan adanya aliran sungai besar
  • B dekat dengan pusat aktivitas masyarakat
  • C adanya bahan bakar fosil di sekitar wilayah tersebut
  • D lokasi dekat dengan pantai dan laut
  • E wilayah dataran rendah dengan udara panas
Kunci Jawaban: A
PLTA menggunakan energi kinetik dan potensial air untuk memutar turbin. Faktor utama yang menentukan lokasinya adalah: (1) curah hujan tinggi yang menjamin ketersediaan debit air sepanjang tahun, dan (2) aliran sungai besar dengan beda ketinggian (head) yang signifikan untuk menghasilkan tekanan air yang cukup. Itulah mengapa PLTA banyak dibangun di pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan yang memiliki sungai-sungai besar dengan hulu di dataran tinggi.
Pengelolaan Hutan
6
Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan Hutan Hujan Tropis secara Berkelanjutan
Pilihan Ganda
Hutan indonesia
Wilayah Indonesia mendukung berkembangnya hutan hujan tropis. Namun, eksploitasi hutan dapat mengancam kelestariannya. Upaya yang tepat untuk mendukung pengelolaan hutan secara berkelanjutan, yaitu ....
  • A memperluas pembukaan lahan untuk pertanian
  • B menebang pohon dengan sistem tebang habis
  • C melakukan reboisasi pada lahan kritis
  • D mengalihfungsikan kawasan menjadi wisata
  • E kebijakan satu orang satu pohon
Kunci Jawaban: C
Reboisasi (penanaman kembali hutan yang rusak) merupakan upaya paling langsung dan efektif dalam mengembalikan fungsi ekologis hutan: menyerap karbon, mencegah erosi, menjaga siklus air, dan memulihkan biodiversitas. Pilihan lainnya tidak sesuai prinsip berkelanjutan — tebang habis merusak ekosistem, alih fungsi wisata belum tentu menjamin kelestarian, dan "satu orang satu pohon" meski positif terlalu simbolis tanpa sistem pengelolaan yang terstruktur.
Tata Ruang & RTH
7
Pengelolaan Lingkungan
Ruang Terbuka Hijau (RTH) – Tujuan Regulasi 30%
Pilihan Ganda
Berdasarkan peraturan perundangan, pengembang permukiman diwajibkan menyediakan RTH minimal 30% dari luas lahan yang dikembangkan. Peraturan tersebut diberlakukan dengan tujuan utama untuk ....
  • A peningkatan nilai jual tanah permukiman
  • B pemberian batasan pembangunan rumah
  • C penyeimbangan ekosistem
  • D perluasan area komersial
  • E pengalihan sebagian besar kawasan untuk fasilitas sosial
Kunci Jawaban: C
Kewajiban RTH 30% dilandasi prinsip keseimbangan ekosistem perkotaan. RTH berperan sebagai: penyerap air hujan (resapan), penyerap polutan udara (filter alami), pengatur iklim mikro (pendingin suhu kota), habitat flora-fauna, dan ruang sosial warga. Tanpa RTH yang cukup, kawasan permukiman rentan terhadap banjir, panas urban (urban heat island), dan degradasi kualitas udara.
📌 Poin Kunci Sub Materi Ini: SDA terbarukan vs tak terbarukan ditentukan oleh kemampuan pulih alami; persebaran tambang ditentukan oleh kondisi geologi; energi terbarukan (PLTA, biomassa) memerlukan pertimbangan ekologis; dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan mengutamakan keseimbangan ekosistem jangka panjang.
close