Pembangunan wilayah selalu menjadi topik menarik bagi siapa saja yang mempelajari geografi ekonomi maupun geografi sosial. Salah satu cara sederhana untuk melihat capaian pembangunan suatu wilayah adalah dengan membandingkan PDRB per Kapita dan Indeks Pembangunan Manusia atau IPM. Kedua indikator ini sering dipakai bersama sebab keduanya menggambarkan sisi yang berbeda dari kesejahteraan penduduk. PDRB per Kapita menunjukkan kekuatan ekonomi rata rata penduduk sedangkan IPM menunjukkan kualitas hidup penduduk dari sisi kesehatan pendidikan dan daya beli. Artikel ini mengulas perbandingan enam wilayah di Pulau Jawa pada tahun 2023 berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik.
1. Pendahuluan Pembangunan Wilayah di Pulau Jawa
Bagian ini menjelaskan pengertian dasar dari dua indikator utama yang dipakai untuk membandingkan tingkat pembangunan antarwilayah. Pemahaman terhadap dua indikator ini penting agar pembaca tidak keliru menafsirkan angka yang tampak besar padahal maknanya berbeda.
1.1 Pengertian PDRB per Kapita
PDRB per Kapita ADHB adalah nilai produk domestik regional bruto suatu wilayah yang dibagi dengan jumlah penduduk pada wilayah tersebut. Angka ini menggambarkan rata rata nilai ekonomi yang dihasilkan oleh setiap penduduk dalam satu tahun. Wilayah dengan aktivitas industri atau jasa yang padat biasanya memiliki PDRB per Kapita yang besar meski jumlah penduduknya relatif sedikit.
1.2 Pengertian Indeks Pembangunan Manusia
IPM adalah indikator gabungan yang mengukur capaian pembangunan manusia dari tiga dimensi yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Kategori IPM dibagi menjadi empat tingkatan. Wilayah dengan IPM sama dengan atau lebih dari 80 masuk kategori Sangat Tinggi. Wilayah dengan IPM pada rentang 70 sampai kurang dari 80 masuk kategori Tinggi. Wilayah dengan IPM pada rentang 60 sampai kurang dari 70 masuk kategori Sedang. Sementara wilayah dengan IPM kurang dari 60 masuk kategori Rendah.
2. Data Perbandingan Enam Wilayah Tahun 2023
Berikut ini ada perbandingan PDRB per Kapita dan IPM dari enam kabupaten kota terpilih di Pulau Jawa berdasarkan publikasi resmi BPS tahun 2023. Keenam wilayah ini dipilih karena mewakili karakter yang beragam mulai dari kota besar hingga kabupaten dengan aktivitas ekonomi yang lebih terbatas.
2.1 Kota Kediri, Jawa Timur
Kota Kediri mencatat PDRB per Kapita tertinggi di antara keenam wilayah yaitu sebesar 541,11 juta rupiah per tahun. Angka yang sangat tinggi ini didorong oleh aktivitas industri besar yang beroperasi di wilayah tersebut. Meski begitu IPM Kota Kediri berada pada angka 79,59 dan masuk kategori Tinggi, belum mencapai kategori Sangat Tinggi.
2.2 Kota Surabaya, Jawa Timur
Kota Surabaya sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur memiliki PDRB per Kapita sebesar 158,04 juta rupiah per tahun. Nilai IPM Kota Surabaya ada di angka 83,40 sehingga masuk kategori Sangat Tinggi. Kombinasi ekonomi yang kuat dan layanan publik yang merata membuat kota ini menjadi salah satu wilayah dengan pembangunan manusia paling matang di Pulau Jawa.
2.3 Kota Surakarta, Jawa Tengah
Kota Surakarta memiliki PDRB per Kapita sebesar 64,21 juta rupiah per tahun dengan IPM sebesar 83,05 yang juga masuk kategori Sangat Tinggi. Wilayah ini menunjukkan bahwa kota dengan skala ekonomi menengah tetap mampu mencapai capaian pembangunan manusia yang sangat baik apabila layanan pendidikan dan kesehatan dikelola secara optimal.
2.4 Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
Kabupaten Sukoharjo mencatat PDRB per Kapita sebesar 41,60 juta rupiah per tahun dengan IPM sebesar 78,18 sehingga masuk kategori Tinggi. Wilayah ini berada dalam jangkauan aglomerasi Kota Surakarta sehingga banyak terbantu oleh limpahan aktivitas ekonomi dari kota di sekitarnya.
2.5 Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Kabupaten Gunungkidul memiliki PDRB per Kapita sebesar 27,24 juta rupiah per tahun yang tergolong lebih rendah dibanding wilayah lain dalam perbandingan ini. Meski demikian IPM wilayah ini ada pada angka 71,09 dan tetap masuk kategori Tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa layanan pendidikan dan kesehatan di kabupaten ini cukup baik meski basis ekonominya belum sekuat wilayah perkotaan.
2.6 Kabupaten Sampang, Jawa Timur
Kabupaten Sampang mencatat PDRB per Kapita sebesar 33,16 juta rupiah per tahun dengan IPM sebesar 66,19 sehingga masuk kategori Sedang. Di antara enam wilayah yang dibandingkan, Kabupaten Sampang menjadi satu satunya yang belum mencapai kategori Tinggi pada capaian pembangunan manusianya.
3. Analisis Hubungan PDRB per Kapita dengan IPM
Data enam wilayah di atas memperlihatkan bahwa PDRB per Kapita yang tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan IPM yang tinggi. Bagian ini membahas dua pola yang muncul dari perbandingan tersebut.
3.1 Wilayah dengan PDRB Tinggi namun IPM Belum Sangat Tinggi
Kota Kediri menjadi contoh menarik karena memiliki PDRB per Kapita paling besar di antara keenam wilayah namun IPM nya hanya masuk kategori Tinggi bukan Sangat Tinggi. Kondisi ini bisa terjadi apabila nilai tambah ekonomi yang besar lebih banyak berasal dari satu sektor industri tertentu sehingga belum sepenuhnya merata dinikmati oleh seluruh penduduk dalam bentuk peningkatan kualitas hidup.
3.2 Wilayah dengan PDRB Rendah namun IPM Tinggi
Kabupaten Gunungkidul menjadi contoh sebaliknya. Meski PDRB per Kapita nya paling rendah di antara enam wilayah yang dibandingkan, kabupaten ini tetap mampu mencapai IPM pada kategori Tinggi. Pola ini menegaskan bahwa investasi pada bidang pendidikan dan kesehatan bisa mendorong capaian pembangunan manusia meski skala ekonomi wilayah tergolong kecil.
4. Kesimpulan dan Implikasi Pembangunan Wilayah
Perbandingan PDRB per Kapita dan IPM enam wilayah di Pulau Jawa pada tahun 2023 menunjukkan bahwa pembangunan wilayah tidak bisa dilihat hanya dari satu indikator saja. Kota Surabaya dan Kota Surakarta menjadi contoh wilayah yang seimbang antara kekuatan ekonomi dan kualitas pembangunan manusia sehingga keduanya berhasil mencapai kategori IPM Sangat Tinggi. Sementara itu Kabupaten Sampang masih memerlukan perhatian lebih besar pada sektor pendidikan dan kesehatan agar capaian IPM nya dapat meningkat dari kategori Sedang menuju kategori Tinggi. Bagi pembaca yang mempelajari geografi pembangunan, data semacam ini penting untuk memahami bahwa kesejahteraan penduduk selalu ditentukan oleh perpaduan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pelayanan dasar.
Sumber data, Badan Pusat Statistik, Publikasi Resmi Tahun 2023. PDRB per Kapita dalam satuan juta rupiah per tahun berdasarkan Atas Dasar Harga Berlaku. IPM menggunakan metode baru tahun 2023.

