Geografi Indonesia
Peta Kawasan Rawan Bencana Nasional Indonesia
Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik, sehingga sebagian besar wilayahnya rawan terhadap gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peta Kawasan Rawan Bencana Nasional yang disusun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggambarkan sebaran risiko tersebut secara spasial di seluruh pulau besar Indonesia.
Peta Kawasan Rawan Bencana Nasional (Sumber: BNPB, 2023, data diolah)
A. Gambaran Umum Peta Bencana Nasional
Peta ini memetakan enam jenis ancaman bencana berdasarkan tingkat kerawanan wilayah, mulai dari Sumatra di barat hingga Papua di timur.
1. Sumber dan Cakupan Data
Data peta bersumber dari BNPB (2023) yang telah diolah untuk menunjukkan kerawanan bencana per wilayah administratif. Cakupannya meliputi seluruh pulau besar, yaitu Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua.
2. Enam Jenis Ancaman dalam Peta
Setiap warna pada peta mewakili satu jenis ancaman, sedangkan wilayah bergaris silang menandakan lebih dari satu jenis ancaman yang tumpang tindih.
| Warna | Jenis Ancaman | Karakteristik Wilayah |
|---|---|---|
| Merah | Rawan gempa bumi | Jalur pesisir barat Sumatra, selatan Jawa, Sulawesi, dan utara Papua yang dekat batas lempeng |
| Oranye | Rawan tsunami | Garis pantai yang berhadapan langsung dengan zona subduksi |
| Kuning | Rawan letusan gunung api | Jalur gunung berapi aktif di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Utara |
| Hijau | Rawan banjir | Dataran rendah dan cekungan sungai besar di Kalimantan, Sumatra, dan Papua |
| Ungu | Rawan tanah longsor | Lereng terjal di wilayah pegunungan dan perbukitan |
| Cokelat | Rawan karhutla | Lahan gambut dan hutan kering di Kalimantan dan Sumatra |
B. Sebaran Kerawanan Bencana per Wilayah
Tingkat dan jenis ancaman dominan berbeda-beda antarwilayah karena posisi geologis dan bentang alam masing-masing pulau.
1. Sumatra dan Jawa
Kedua pulau ini membentuk jalur pesisir barat dan selatan yang berhadapan langsung dengan zona subduksi Lempeng Indo-Australia.
- Gempa bumi terjadi akibat tumbukan lempeng di zona megathrust Mentawai-Sumatra dan aktivitas Sesar Besar Sumatra yang membentang dari Aceh hingga Lampung; di Jawa dipicu megathrust selatan Jawa serta Sesar Lembang di Jawa Barat dan Sesar Opak di Yogyakarta
- Provinsi dengan kerawanan tinggi antara lain Aceh, Sumatra Barat, Bengkulu, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta
- Gunung berapi aktif meliputi Sinabung dan Marapi di Sumatra, serta Merapi, Semeru, dan Kelud di Jawa
- Banjir sering terjadi di daerah aliran Sungai Musi (Sumatra Selatan), Sungai Bengawan Solo (Jawa Tengah-Jawa Timur), dan Sungai Citarum (Jawa Barat)
2. Kalimantan
Berbeda dari pulau lain, Kalimantan berada jauh dari batas lempeng aktif.
- Kerawanan gempa bumi dan letusan gunung api sangat rendah karena jauh dari batas lempeng
- Banjir kerap melanda daerah aliran Sungai Kapuas (Kalimantan Barat), Sungai Barito (Kalimantan Selatan), dan Sungai Mahakam (Kalimantan Timur)
- Karhutla marak di lahan gambut Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, dipicu kekeringan gambut saat kemarau panjang akibat fenomena El Nino
3. Sulawesi dan Kepulauan Maluku
Wilayah ini terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik sekaligus.
- Gempa bumi di Sulawesi Tengah banyak dipicu Sesar Palu-Koro yang aktif, seperti pada gempa dan likuifaksi Palu-Donggala 2018
- Di Maluku, gempa berasal dari tumbukan Lempeng Laut Filipina dan Lempeng Indo-Australia di sekitar Busur Banda serta Sesar Seram
- Bentuk pulau yang berjazirah membuat hampir seluruh pesisir Sulawesi dan Maluku juga rawan tsunami
4. Nusa Tenggara
Rangkaian pulau kecil ini memiliki kepadatan gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia sepanjang busur vulkanik selatan.
- Gunung berapi aktif meliputi Rinjani di Lombok, Tambora di Sumbawa, dan Kelimutu di Flores
- Gempa Lombok 2018 dipicu Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust), sesar aktif di utara Pulau Lombok dan Flores
5. Papua
Papua berada pada zona tumbukan Lempeng Pasifik dan Indo-Australia.
- Gempa bumi terpusat di pegunungan tengah akibat aktivitas Sesar Yapen dan Sesar Sorong
- Banjir sering terjadi di daerah aliran Sungai Digul dan Sungai Mamberamo di pesisir selatan dan utara
C. Wilayah dengan Ancaman Berlapis
Wilayah bergaris silang pada peta menandakan lokasi yang menghadapi lebih dari satu jenis ancaman sekaligus, misalnya pesisir barat Sumatra, selatan Jawa, seluruh jazirah Sulawesi, dan pesisir selatan Papua. Wilayah semacam ini memerlukan strategi mitigasi berlapis karena satu peristiwa dapat memicu bencana ikutan, seperti gempa bumi yang menimbulkan tsunami atau tanah longsor.
D. Manfaat Peta bagi Mitigasi Bencana
Peta kerawanan bencana menjadi dasar berbagai upaya pengurangan risiko di tingkat nasional maupun daerah.
1. Perencanaan Tata Ruang
Pemerintah daerah menggunakan peta ini untuk menetapkan zona larangan permukiman di kawasan rawan tinggi serta menentukan jalur evakuasi dan lokasi titik kumpul yang aman.
2. Edukasi dan Kesiapsiagaan Masyarakat
Informasi kerawanan wilayah membantu sekolah dan masyarakat menyusun simulasi bencana yang sesuai dengan ancaman spesifik di lingkungan mereka, misalnya simulasi evakuasi tsunami di pesisir atau simulasi kebakaran lahan di Kalimantan.
3. Dasar Kebijakan Penanggulangan Bencana
Peta ini dijadikan acuan BNPB dan lembaga terkait dalam mengalokasikan anggaran mitigasi, membangun infrastruktur tahan bencana, serta menentukan prioritas wilayah penerima bantuan kesiapsiagaan.
Sumber data: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 2023, data diolah.

