A. Gambaran Umum Pulau Kalimantan
Pulau Kalimantan yaitu pulau terbesar kedua di Indonesia setelah Papua. Luas wilayahnya sangat besar. Namun jumlah penduduknya jauh lebih sedikit daripada Pulau Jawa. Kondisi ini membuat kepadatan penduduk Kalimantan tergolong rendah.
Gambar 1. Peta Provinsi di Pulau Kalimantan
Wilayah Indonesia di Pulau Kalimantan terbagi menjadi lima provinsi. Provinsi tersebut yaitu sebagai berikut.
- Kalimantan Barat.
- Kalimantan Tengah.
- Kalimantan Selatan.
- Kalimantan Timur.
- Kalimantan Utara.
B. Konsep Kepadatan Penduduk
1. Pengertian Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk yaitu perbandingan antara jumlah penduduk dan luas wilayah. Satuannya jiwa per kilometer persegi (jiwa/km²). Angka ini menunjukkan besar kecilnya tekanan penduduk terhadap ruang.
2. Cara Menghitung Kepadatan
Kepadatan penduduk dihitung dengan rumus berikut.
Kepadatan penduduk = jumlah penduduk ÷ luas wilayah (km²)
C. Data Kepadatan Penduduk Kalimantan
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan hal berikut. Sebagian besar provinsi di Kalimantan berada jauh di bawah rata-rata nasional. Perbandingannya disajikan pada tabel berikut.
| No. | Provinsi | Kepadatan (jiwa/km²) |
|---|---|---|
| 1 | Kalimantan Utara | 11 |
| 2 | Kalimantan Tengah | 18 |
| 3 | Kalimantan Timur | 32 |
| 4 | Kalimantan Barat | 39 |
Sumber: BPS (2024), diolah.
Data pada tabel tersebut juga disajikan dalam bentuk grafik berikut.
Grafik 1. Kepadatan Penduduk Provinsi di Kalimantan Tahun 2024. Sumber: BPS (2024), diolah.
Sebaran kepadatan tersebut ditunjukkan pada peta berikut.
Gambar 2. Peta Kepadatan Penduduk Pulau Kalimantan
Kalimantan Selatan menjadi provinsi terpadat di Kalimantan. Wilayahnya relatif sempit. Pusat kotanya berkembang di sekitar Banjarmasin. Sebagai pembanding ada dua angka berikut.
- Rata-rata kepadatan nasional pada 2025 sekitar 150 jiwa/km².
- Kepadatan DKI Jakarta pada 2025 lebih dari 16.000 jiwa/km² (BPS, 2025).
D. Faktor Penyebab Kepadatan Rendah
Kepadatan penduduk Kalimantan rendah karena beberapa faktor. Faktor tersebut saling berkaitan satu sama lain.
1. Kondisi Fisik Wilayah
Sebagian besar daratan Kalimantan berupa lahan yang sulit dihuni. Kondisi fisik tersebut yaitu sebagai berikut.
- Hutan hujan tropis yang luas.
- Rawa dan lahan gambut.
- Pegunungan di bagian tengah pulau.
2. Aksesibilitas Wilayah
Jaringan jalan di wilayah pedalaman belum merata. Banyak daerah masih bergantung pada transportasi sungai. Permukiman pun cenderung mengikuti alur sungai.
3. Kegiatan Ekonomi
Kegiatan ekonomi utama berbasis sumber daya alam. Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah luas dengan tenaga kerja terbatas. Contohnya yaitu sebagai berikut.
- Pertambangan.
- Perkebunan.
- Kehutanan.
E. Pola Persebaran Penduduk
Penduduk Kalimantan tidak tersebar merata. Pola persebarannya yaitu sebagai berikut.
- Penduduk terkonsentrasi di wilayah pesisir dan tepi sungai besar.
- Kota besar menjadi pusat permukiman. Contohnya Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, dan Balikpapan.
- Wilayah pedalaman dan perbatasan memiliki permukiman yang jarang.
Akibatnya kepadatan di pusat kota jauh lebih tinggi daripada angka kepadatan provinsinya.
Persentase sebaran penduduk per provinsi ditunjukkan pada gambar berikut.
Gambar 3. Persentase Sebaran Penduduk Pulau Kalimantan
F. Pengaruh Ibu Kota Nusantara
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur mengubah dinamika kependudukan. Pada 2025 Kalimantan Timur memiliki laju pertumbuhan penduduk tertinggi di Indonesia. Angkanya mencapai 2,67% per tahun (BPS, 2025). Dampak yang berpotensi muncul yaitu sebagai berikut.
- Kepadatan meningkat di Balikpapan, Samarinda, dan sekitar kawasan IKN.
- Kebutuhan permukiman dan layanan publik bertambah.
- Daya dukung lingkungan perlu dijaga melalui penataan ruang.
G. Latihan Soal
A. Pilihan Ganda
Pilihlah satu jawaban yang paling sesuai.
1. Dua wilayah di Kalimantan memiliki luas yang hampir sama. Wilayah X didominasi hutan hujan tropis dan pegunungan, sedangkan wilayah Y memiliki jaringan jalan, pusat perdagangan, dan fasilitas umum yang lebih berkembang. Berdasarkan kondisi tersebut, perbedaan kepadatan penduduk kedua wilayah kemungkinan dipengaruhi oleh ....
A. perbedaan aksesibilitas dan peluang kegiatan ekonomi
B. kesamaan luas wilayah dan kondisi iklim tropis
C. perbedaan jumlah sumber daya alam yang tersedia
D. kesamaan karakteristik bentang alam kedua wilayah
E. perbedaan posisi geografis terhadap garis khatulistiwa
2. Kepadatan penduduk Kalimantan Barat mencapai 39 jiwa/km², sedangkan Kalimantan Utara 11 jiwa/km². Seorang peneliti ingin mengetahui faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut. Data tambahan yang paling diperlukan untuk mendukung analisisnya yaitu ....
A. jumlah dan persebaran fasilitas pendidikan di setiap provinsi
B. luas wilayah administratif kedua provinsi
C. kondisi jaringan transportasi dan persebaran pusat kegiatan ekonomi
D. jumlah jenis flora dan fauna yang ditemukan di kedua provinsi
E. perbedaan karakteristik iklim tahunan kedua provinsi
3. Pembangunan IKN mendorong pertumbuhan penduduk di Kalimantan Timur. Pemerintah daerah perlu mengantisipasi perubahan tersebut melalui kebijakan yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Kebijakan yang paling mendukung tujuan tersebut yaitu ....
A. memperluas kawasan permukiman mengikuti pertumbuhan penduduk
B. memusatkan pembangunan fasilitas umum di sekitar IKN
C. mengarahkan pembangunan berdasarkan daya dukung lingkungan dan tata ruang
D. meningkatkan pemanfaatan lahan untuk kegiatan ekonomi perkotaan
E. mengembangkan jaringan transportasi menuju pusat pertumbuhan baru
B. Pilihan Ganda Kompleks (MCMA)
Pilihlah tiga jawaban yang benar.
4. Perhatikan karakteristik wilayah Kalimantan berikut.
1. Memiliki hutan hujan tropis dan lahan gambut yang luas.
2. Jaringan jalan di sejumlah wilayah pedalaman belum merata.
3. Kegiatan pertambangan dan perkebunan memanfaatkan wilayah yang luas.
4. Pusat permukiman berkembang di sekitar sungai dan pesisir.
5. Sebagian besar penduduk bekerja pada sektor industri manufaktur.
Karakteristik yang dapat menjelaskan rendahnya kepadatan penduduk Kalimantan ditunjukkan oleh ....
A. 1), 2), dan 3)
B. 1), 2), dan 4)
C. 1), 3), dan 5)
D. 2), 3), dan 4)
E. 2), 4), dan 5)
5. Pembangunan IKN berpotensi mengubah pola persebaran penduduk di Kalimantan Timur. Hasil analisis menunjukkan peningkatan kebutuhan permukiman, transportasi, dan layanan publik di sekitar kawasan pertumbuhan baru. Langkah yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi perubahan tersebut yaitu ....
A. mengembangkan pusat pelayanan baru di luar kawasan inti IKN
B. meningkatkan konektivitas antarkota dan wilayah penyangga
C. mengendalikan pemanfaatan lahan berdasarkan rencana tata ruang
D. memusatkan seluruh fasilitas publik di kawasan pemerintahan IKN
E. memperluas kegiatan ekonomi tanpa mempertimbangkan daya dukung wilayah
Kunci Jawaban dan Pembahasan
| No. | Kunci | Pembahasan |
|---|---|---|
| 1 | A | Aksesibilitas dan peluang ekonomi memengaruhi daya tarik suatu wilayah sebagai tempat tinggal dan pusat aktivitas. |
| 2 | C | Jaringan transportasi dan pusat ekonomi membantu menjelaskan perbedaan daya tarik serta persebaran penduduk. |
| 3 | C | Penataan ruang berdasarkan daya dukung lingkungan membantu mengendalikan dampak pertumbuhan penduduk. |
| 4 | A | Hutan, gambut, pegunungan, akses jalan terbatas, dan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam memengaruhi pola hunian dan kepadatan. |
| 5 | A, B, C | Pusat pelayanan baru, konektivitas, dan pengendalian tata ruang mendukung pemerataan pertumbuhan serta keberlanjutan lingkungan. |
Daftar Pustaka
- Badan Pusat Statistik. (2024). Penduduk, laju pertumbuhan penduduk, distribusi persentase penduduk, kepadatan penduduk, rasio jenis kelamin penduduk menurut provinsi 2024. Jakarta: BPS.
- Badan Pusat Statistik. (2025). Proyeksi dan laju pertumbuhan penduduk Indonesia 2025. Jakarta: BPS.



