Pulau Sumatera menyimpan hutan tropis, kebun sawit, dan kota besar dalam satu daratan yang sangat luas. Artikel ini membahas tata guna lahan, sebaran penduduk, dan kepadatan penduduk Pulau Sumatera secara berurutan agar mudah dipahami pelajar maupun mahasiswa.
1. Gambaran Umum Pulau Sumatera
Bagian ini memberi pengenalan singkat tentang letak, luas, dan jumlah penduduk pulau terbesar kedua di Indonesia setelah Kalimantan.
1.1 Letak dan Luas Wilayah
Sumatera membentang dari Aceh di ujung utara sampai Lampung di ujung selatan dengan luas sekitar 480 ribu km². Pegunungan Bukit Barisan memanjang di sisi barat, sedangkan dataran rendah aluvial dan rawa gambut luas ada di sisi timur.
1.2 Jumlah Penduduk
Hasil Sensus Penduduk 2020 BPS mencatat penduduk Sumatera sekitar 58,6 juta jiwa atau hampir seperlima penduduk Indonesia. Angka ini menjadikan Sumatera pulau berpenduduk terbanyak kedua setelah Jawa.
2. Tata Guna Lahan Pulau Sumatera
Pemanfaatan lahan di Sumatera dipengaruhi relief, jenis tanah, dan kebutuhan ekonomi, sehingga polanya berbeda antara wilayah barat dan timur.
2.1 Kawasan Hutan dan Konservasi
Hutan masih bertahan di lereng Bukit Barisan dan taman nasional besar. Contohnya Taman Nasional Gunung Leuser dan Kerinci Seblat yang menjaga tata air serta keanekaragaman hayati.
2.2 Perkebunan
Perkebunan menjadi tutupan lahan paling dominan di dataran rendah. Kelapa sawit berkembang pesat di Riau, Sumatera Utara, dan Jambi, sedangkan karet banyak ada di Sumatera Selatan dan Jambi.
2.3 Pertanian dan Permukiman
Sawah dan ladang berkumpul di dataran aluvial serta lembah vulkanik, misalnya di Sumatera Barat dan Lampung. Permukiman tumbuh mengikuti jalan lintas dan kota pesisir seperti Medan, Palembang, dan Bandar Lampung.
3. Sebaran Penduduk Pulau Sumatera
Penduduk Sumatera tidak tersebar merata karena kondisi alam dan peluang ekonomi berbeda di setiap provinsi.
Sebaran penduduk di Pulau Sumatera dipengaruhi 3 hal, yaitu sebagai berikut.
1) Faktor perkotaan. Kota seperti Medan dan Palembang menyediakan pekerjaan dan layanan sehingga penduduk menumpuk di sana, dan Sumatera Utara menjadi provinsi berpenduduk terbanyak dengan sekitar 14,8 juta jiwa.
2) Faktor fisik. Dataran subur dengan air cukup lebih menarik dibanding rawa gambut atau pegunungan terjal, sehingga wilayah timur yang berawa seperti sebagian Riau dan Jambi relatif jarang dihuni.
3) Faktor ekonomi dan sejarah. Transmigrasi dari Jawa mengalirkan penduduk ke Lampung, sedangkan perkebunan dan pelabuhan membentuk pusat permukiman baru.
4. Kepadatan Penduduk Pulau Sumatera
Kepadatan penduduk dihitung dari jumlah jiwa per km², dan angka rata rata Sumatera sekitar 120 jiwa per km² jauh di bawah Pulau Jawa.
4.1 Data Penduduk dan Kepadatan per Provinsi
Tabel berikut merangkum jumlah penduduk dan kepadatan setiap provinsi berdasarkan Sensus Penduduk 2020 BPS, dengan angka dibulatkan.
| Provinsi | Penduduk (juta jiwa) | Kepadatan (jiwa/km²) |
|---|---|---|
| Lampung | 9,01 | 260 |
| Kepulauan Riau | 2,06 | 252 |
| Sumatera Utara | 14,80 | 203 |
| Sumatera Barat | 5,53 | 132 |
| Bengkulu | 2,01 | 101 |
| Sumatera Selatan | 8,47 | 92 |
| Aceh | 5,27 | 92 |
| Kep. Bangka Belitung | 1,46 | 89 |
| Riau | 6,39 | 74 |
| Jambi | 3,55 | 71 |
Sumber Badan Pusat Statistik, Sensus Penduduk 2020 (angka dibulatkan).
4.2 Provinsi Terpadat
Lampung dan Kepulauan Riau memiliki kepadatan tertinggi, masing masing di atas 250 jiwa per km². Lampung padat karena transmigrasi dan lahan pertanian, sedangkan Kepulauan Riau padat karena wilayahnya kecil dan ekonominya berpusat di Batam.
4.3 Provinsi Terjarang
Jambi dan Riau paling jarang penduduknya karena banyak lahan berupa gambut, hutan, dan perkebunan skala besar. Kondisi ini menunjukkan bahwa luas lahan tidak selalu sebanding dengan jumlah penghuni.



