Peta geomorfologi merupakan salah satu jenis peta tematik yang disusun berdasarkan hasil interpretasi citra penginderaan jauh dan pengamatan lapangan. Peta ini menyajikan informasi mengenai bentukan lahan, morfologi, jenis batuan, proses geomorfologi, serta tutupan lahan dalam satu lembar peta yang komprehensif melalui proses kartografi.
1. Penyiapan Peta
Pada tahap penyusunan peta geomorfologi, semua unsur yang menjadi persyaratan dalam pembuatan peta harus dimasukkan dan disesuaikan dengan ketersediaan ruang pada lembar peta. Tahap ini menjadi fondasi penting sebelum proses kartografi dilanjutkan ke tahap berikutnya.
2. Sumber Data
Penyusunan peta geomorfologi memerlukan berbagai sumber data primer maupun sekunder. Peta rupabumi yang digunakan mengacu pada sistem penomoran lembar peta Bakosurtanal.
3. Sistem Referensi Koordinat
Sistem referensi koordinat peta geomorfologi mengacu kepada sistem referensi geodetik nasional yang ditetapkan oleh Bakosurtanal berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penerapan sistem ini menjamin konsistensi dan akurasi posisi geografis di seluruh lembar peta.
4. Ukuran Lembar Peta
Batas ukuran lembar peta ditentukan berdasarkan koordinat geografis sesuai skala yang digunakan. Berikut ketentuan ukuran lembar peta geomorfologi berdasarkan skalanya.
5. Pemerian Geomorfologi
Unsur geomorfologi yang tercantum dalam peta geomorfologi mencakup enam komponen utama yang saling berkaitan satu sama lain.
6. Penyajian Peta
Penyajian peta disusun menurut bagan tata letak yang telah ditetapkan. Perubahan tata letak dapat dilakukan selama proses pengkartografian, dengan ketentuan peta geomorfologi memuat komponen-komponen berikut.
7. Simbol Peta Geomorfologi
Simbol merupakan tanda yang digunakan untuk menyampaikan informasi geomorfologi pada peta. Simbol pada peta geomorfologi terdiri atas empat jenis yang digunakan secara terpadu.
8. Sistem Kode Huruf dan Angka
Huruf digunakan untuk menunjukkan bentukan asal suatu satuan bentuk lahan, sedangkan angka menunjukkan jenis bentuk lahan pada masing-masing bentukan asal. Angka setelah titik menunjukkan bentuk lahan yang lebih rinci.
9. Sistem Warna Unit Utama Geomorfologi
Warna digunakan untuk membedakan satuan bentukan asal. Setiap bentuk lahan dalam satu kelompok bentukan asal diberi warna gradasi dari tua ke muda sesuai warna dasar yang telah ditetapkan.
Peta geomorfologi merupakan instrumen penting dalam kajian geografi fisik dan perencanaan tata ruang. Dengan memahami komponen penyusunnya mulai dari sistem referensi koordinat, simbol huruf dan warna, hingga tata letak penyajiannya, pembaca dapat menggunakan peta ini secara lebih efektif dalam berbagai kegiatan penelitian maupun pemetaan lapangan.
