Data yang Diperlukan Dalam Pemetaan Minyak Bumi

    
Minyak dan gas berasal dari sisa-sisa jasad organisme mahkluk hidup yang tertimbun lapisan-lapisan tanah dalam waktu jutaan tahun yang lalu. Oleh karena tekanan dan panas yang tinggi, serta dalam waktu yang sangat lama jasad organisme pun berubah menjadi minyak dan gas. Kemudian minyak dan gas ini perlahan-lahan akan berkumpul pada lapisan sedimen berpori  dan dikenal sebagai reservoir rocks. Gerakan permukaan bumi mengakibatkan lipatan dan patahan lapisan batuan sehingga minyak dan gas dapat terjebak di antara lapisan batuan yang tidak tembus. Lapisan inilah yang kemudian dicari oleh ahli  kebumian untuk kemudian dilakukan eksplorasi dan pengeboran. Untuk menemukan lapisan minyak dan gas ini, dilakukan beberapa survei terlebih dahulu dengan menganalisa lapisan batuan jenis tanah. Misalnya, dengan menggunakan teknologi citra satelit, gravity meters, dan menggunakan getaran seismik. Getaran seismik yaitu menciptakan getaran-getaran yang akan menembus berbagai lapisan batuan dan menangkap getaran pantulan yang terjadi untuk diterjemahkan dan dipelajari lebih lanjut.
    Berikut beberapa contoh kegunaan dan data yang dibutuhkan utnuk melakukan eksplorasi minyak bumi.
 

Sumber Data

Cara Perolehan

Manfaat

Struktur Geologi

Pengolahan Citra Satelit landsat menggunakan 3 band, yaitu band 4, band 5, dan band 7 atau menggunakan komposit 457. Komposit tersebut digunakan karena memiliki skor tertinggi dibandingkan dengan citra komposit lain yang menpergunakan kombiansi saluran-saluran tampak dan saluran

inframerah.

Proses interpretasi struktur geologi dilakukan secara visual. Mengamati obyek struktur geologi dan litologi.Struktur geologi diinterpretasi dari citra, lebih ditekankan kepada kelurusan (lineaments) dan lipatan.

Data Geofisika

Survei seismik refraksi. Pengukuran Seismik Refraksi biasanya menggunakan dinamit, weigth drop dan palu godam sebagai sumber getarannya. Sumber getaran dihubungkan dengan trigger yang tersambung dengan alat perekam sinyal (recorder). Alat perekam sinyal (recorder) dihubungkan juga dengan geophone, yaitu alat yang peka terhadap getaran. Banyaknya geophone yang akan terpasang tergantung dengan jenis alat perekam refraksinya terdiri dari satu channel, tiga channel atau 24 channel.

Mengetahui sifat fisik batuan hingga kedalaman beberapa kilometer di bawah permukaan. Hasilnya dapat disajikan dalam bentuk 2D ataupun 3D

Data Geofisika

Metode seismik refleksi mengukur waktu yang diperlukan suatu impuls suara untuk melaju dari sumber suara, terpantul oleh batas-batas formasi geologi, dan kembali ke permukaan tanah pada suatu geophone. Analisis yang dipergunakan dapat disamakan dengan echo sounding pada teknologi bawah air, kapal, dan sisitem radar. Informasi tentang medium juga dapat diekstrak dari benuk dan amplitudo gelombang pantul yang direkam

Proses interpretasi struktur geologi dilakukan secara visual. Mengamati obyek struktur geologi dan litologi.Struktur geologi diinterpretasi dari citra, lebih ditekankan kepada kelurusan (lineaments) dan lipatan.

Data Geologi

Survei lapangan menggunakan metode geolistrik. Geolistrik menggunakan cara mengalirkan arus listrik DC (Direct Current) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah. Injeksi arus listrik ini menggunakan 2 buah elektroda arus A dan B yang di tancapkan ke dalam tanah dengan jarak tertentu. Semakin panjang jarak elektroda AB akan menyebabkan aliran arus listrik bisa menembus lapisan batuan lebih dalam

Metode seismik refleksi dimanfaatkan untuk keperluan ekplorasi perminyakan di laut, penetuan sumber gempa a-taupun mendeteksi struktur lapisan tanah.