Membuat Peta Bubur Kertas Berdasarkan Tipe Wilayah Formal (Homogen)

 

    Permukaan bumi terdiri dari hamparan luas dengan macam-macam karakterisitik yang ada. Tempat satu dengan tempat yang lainnnya memiliki persamaan dan perbedaan di permukaan bumi. Persamaan dan perbedaan di permukaan bumi dikelompokan. Pengelompokan tempat tersebut disebut dengan wilayah. Tempat-tempat yang ada dikelompokan secara fisik maupun fungsi. Tujuan mengelompokan tempat-tempat tersebut agar mempermudah penyajian informasi. Wilayah memiliki 2 tipe yaitu formal dan fungsional, dikatakan wilayah formal juga karakteristik suatu tempat sama dan dikatakan wilayah fungsional jika tempat satu dan lainnya saling berhubungan.

    Salah satu wilayah formal yaitu pengelompokan tempat berdasarkan ketinggian/topografi. Permukaan bumi tidak dapat dikatakan datar di semua wilayah. Suatu wilayah pasti memiliki topografi di permukaan bumi yang beragam. Agar informasi yang disajikan lebih mudah dibutuhkan peta topografi. Peta topografi memuat informasi tentang keadaan permukaan tanah beserta informasi ketinggiannya. Dengan mengacu pada peta topografi, suatu wilayah di permukaan bumi dapat diubah dari bentuk 2 dimensi (bidang datar) menjadi bentuk 3 dimensi. Untuk dapat mengubah informasi terseut caranya dengan membuat peta bubur kertas. Peta bubur kertas biasa dimanfaatkan untuk memberikan informasi suatu tempat secara timbul (3 dimensi). Dengan keunggulan tersebut peta bubur kertas dapat menampilkan wilayah-wilayah dengan ketinggian yang sama menggunakan warna. Untuk membuat peta bubur kertas ikuti langkah-langkah berikut ini.

Alat dan Bahan

  1. Kertas bekas (kertas koran atau hvs bekas)
  2. Baskom
  3. Triplek/papan
  4. Kapur sirih
  5. Tepung tapioka
  6. Cat kayu
  7. Blender

Langkah Pembuatan

  1. Siapkan alat dan bahan untuk membuat peta bubur kertas.
  2. Potong kertas bekas menjadi ukuran kecil. Kemudian rendam kertas pada baskom selama satu malam atau hingga kertas menjadi lembek.
  3. Ketika menuggu kertas direndam, gambarkan wilayah yang akan dibuat pada triplek/papan. Contohnya seperti administrasi desa, kecamatan atau kabupaten.
  4. Setelah menunggu satu malam, gunakan blender untuk mengubah kertas menjadi bubur kertas. Blender kertas secara bergantian agar lebih mudah untuk menghaluskan bubur kertas.
  5. Bubur kertas yang telah di blender masukan ke dalam baskom. Kemudian aduk bubur kertas selama 10 menit atau hingga bubur tercampur semua.
  6. Tambahkan tepung tapioka ketika mengaduk bubur kertas. Tepung tapioka berfungsi sebagai perekat, agar bubur kertas dapat merekat satu sama lain.
  7. Diamkan bubur kertas selama tiga hari. Setelah tiga hari tambahkan kapur sirih. Kapur sirih berguna untuk menghilangkan/meminimalkan bau busuk dari bubur kertas.
  8. Peras bubur kertas sebelum ditempelkan. Tempelkan bubur kertas pada papan sesuai dengan gambar yang telah dibuat.
  9. Lakukan penjemuran dari hasil peta mentah yang telah dibuat. Penjemuran dilakukan kurang lebih selama 1 minggu atau hingga benar-benar kering.
  10. Setelah kering beri warna pada peta sesuai ketinggian wilayah. Beri warna coklat untuk lokasi yang tinggi, warna merah bata untuk lokasi agak tinggi, warna kuning untuk wilayah sedang, warna hijau muda untuk wilayah perbukitan, warna hijau tua untuk wilayah dengan ketinggian datar, dan warna biru muda untuk wilayah pesisir.
  11. Beri informasi sesuai kaidah pembuatan peta. Contohnya seperti judul peta, skala, legenda, orientasi, nama pembuat, sumber dan lainnya.

Peta 3 dimensi yang  telah dibuat memberikan informasi ketinggian pada suatu tempat. Tempat dengan ketinggian yang sama, akan memiliki warna yang sama pula. Berdasarkan konsep wilayah disebut peta 3 dimensi termasuk dalam wilayah formal.   

  Berikut ini video cara pembuatan peta dari bubur kertas