Bentuk Interaksi Manusia dan Ruang

Menurut UU No. 26 Tahun 2007 ruang merupakan suatu wadah. Wadah ini meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi (dibawah permukaan bumi) sebagai satu kesatuan wilayah. Ruang juga merupakan tempat manusia dan mahkluk hidup lain, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya.

Dalam melangsungkan kehidupannya manusia sering berhubungan dengan kegiatan ekonomi.  Aktivitas yang dilakukan manusia selalu berkaitan dengan kegiatan ekonomi. Hal ini aktivitas tersebut dilakukan manusia untuk bertahan hidup. Kegiatan ekonomi ini dilakukan manusia di dalam ruang. Maka dari itu, kegiatan ekonomi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di dalam ruang.

Interaksi Manusia dan Ruang

Setiap mahkluk hidup di permukaan bumi pasti tinggal dan melakukan aktivitas pada suatu ruang. Aktivitas tersebut juga memanfaatkan potensi yang ada pada suatu ruang. Namun, setiap ruang di bumi memiliki potensi dan karakteristik yang berbeda-beda. Sehingga mahkluk hidup yang tinggal dalam suatu ruang memiliki pemanfaatan yang berbeda. 

Perbedaan karakteristik ini menyebabkan interaksi antarruang (Baca lebih lanjut terkait : Interaksi Antarruang). Sebagian besar interaksi manusia dengan ruang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya/bertahan hidup. Bentuk pemanfaatan ruang ini dibedakan menjadi 3, yaitu bentuk pemanfaatan ruang darat, laut, dan udara.

  • Bentuk interaksi manusia dengan ruang darat

Ruang darat memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan aktivitas manusia. Hampir sebagian besar aktivitas manusia dilakukan di ruang darat. Bentuk interaksi manusia dengan ruang darat antara lain, kegiatan pertanian di dataran rendah, kegiatan pendidikan pembangunan perkantoran dan permukiman, kegiatan mobilitas, dan lainnya. 

Sehingga manusia secara langsung memanfaatkan ruang darat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pemenuhan ini seringkali berkaitan dengan alih fungsi lahan. Seperti pembangunan permukiman, sekolah, jalan, hingga gedung perkantoran.

Bentuk Interaksi Manusia dan Ruang

  • Bentuk Interaksi manusia dengan ruang laut

Menurut UU No. 26 Tahun 2007 laut merupakan salah satu bagian dari ruang. Laut juga merupakan salah satu ruang yang terdapat di Bumi. Laut di Bumi menguasai sebesar 71% ruang yang ada. Ini artinya ruang laut tidak dapat dipisahkan dari interkasi manusia. Bentuk interaksi manusia dengan rung laut antara lain, seperti kegiatan produksi hasil laut, kegiatan distribusi barang jalur laut, hingga memenuhi kebutuhan pokok manusia lainnya (rekreasi, tambang lepas pantai, dll) .

Bentuk Interaksi Manusia dan Ruang

  • Interaksi manusia dengan ruang udara

Salah satu bagian ruang lainnya di Bumi adalah ruang udara. Ruang udara sangat erat kaitannya dengan interaksi manusia. Hal ini dikarenakan udara ada di sekitar manusia. Udara di sekitar kita tersusun dari beberapa zat-zat. Zat oksigen merupakan salah satunya. Tanpa adanya ruang udara, manusia tidak dapat melakukan aktivitas. Selain itu, bentuk interaksi manusia dengan ruang udara, antara lain kegiatan penerbanan untuk distribusi barang, pemanfaatan pembangkit listrik, dan pemenuhan kebutuhan pokok manusia lainnya.


Itulah tadi bentuk-bentuk interaksi manusia dengan ruang. Ruang berdasarkan UU No. 26 Tahun 2007 dibendakan menjadi 3 ruang, yaitu ruang darat, ruang laut, dan ruang udara. Dalam aktivitasnya manusia melakukan interaksi dengan ruang-ruang tersebut. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan manusia di dalam ruang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya atau bertahan hidup.