Pengertian dan Fungsi Wilayah Makro, Meso, dan Mikro

Dalam disiplin geografi terdapat ilmu yang saling berhubungan. Salah satunya adalah planologi, planologi (planology) adalah ilmu yang mempelajari perencanaan suatu wilayah dan kota. Planologi juga dapat dikatakan sebagai ilmu yang pragmatis. Hal ini dikarenakan obyek-obyeknya bertujuan untuk kegunaan umum bagi masyarakat. Jadi, sebagai ilmu tentang tata ruang masyarakat (keruangan), planologi berfokus pada organisasi, departemen, dan industri besar.

Hubungan dalam geografi dan planologi terletak pada kajian secara keruangan. Meskipun dalam analisis lebih lanjut tidak dipelajari dalam disiplin ilmu geografi. Perencanaan tata ruang ini menggukanan pendekeatan keruangan. Dimana ruang yang dikaji disebut dengan wilayah. 

Wilayah dapat dibedakan menjadi beberapa klasfikasi (hierarki), seperti berdasarkan konsep, ukuran, dan asal terbentuknya. Ketiga klasfikasi wilayah tersebut memiliki fungsi masing-masing dalam perencanaan kota. 

(Baca juga : Definisi Wilayah (Region) beserta contohnya.)

Fungsi Klasifikasi Wilayah Meso, Mikro, dan Makro.

Wilayah dapat dijelaskan menurut hierarkinya. Kita dapat mengklasifikasikannya dalam banyak cara tergantung pada kriteria/indikator yang dipilih. Klasifikasi wilayah berdasarkan ukuran perencanaan dibedakan menjadi 3 wilayah, yaitu wilayah Makro, Meso, dan Mikro. Klasifikasi wilayah perencanaan berdasarkan ukuran fungsi sebagai berikut.

  1. Pencegahan eksploitasi.
  2. Pembangunan ekonomi dengan peningkatan pertanian, reformasi tanah yang komprehensif, konservasi tanah, penghijauan, fasilitas irigasi dll.
  3. Penciptaan lapangan kerja dalam kegiatan terkait seperti hortikultura, peternakan dan industri rumahan.
  4. Peningkatan infrastruktur dasar kesehatan, pendidikan, pelatihan, komunikasi, pemasaran, perkreditan dan penyediaan tenaga listrik.
  5. Menghadapi masalah kelompok khusus seperti pengungsi, pendatang, buruh migran, penduduk desa hutan, peladang berpindah dan kelompok paling terbelakang.
  6. Review kebijakan kehutanan dan cukai.
  7. Perbaikan lingkungan.

Wilayah Makro

Wilayah makro secara luasan memiliki luasan yang paling besar. Cakupan kajian wilayah makro dapat berupa provinsi, negara bagian bahkan kumpulan negara. Wilayah Makro-mayor dapat mencakup zona di suatu negara, yang mungkin terdiri dari beberapa provinsi atau pulau. Sebagai contoh, di Indonesia terdapat zona-zona Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang mencakup beberapa provinsi. KEK ini berfungsi sebagai zona pertumbuhan di cakupan wilayah sekitarnya.

Ada juga kemungkinan bahwa wilayah makro dapat terdiri atas beberapa negara yang berbeda dengan tujuan perencanaan proyek. (Contohnya, yaitu hubungan beberapa negara dalam lalu lintas internasional seperti ASEAN) wilayah makro akan menjadi bagian dari negara yang berbeda. 

Pengertian dan Fungsi Wilayah Meso, Mikro, Makro
sumber : https://pusdataru.jatengprov.go.id/dokumen/penataan-ruang/?C=S;O=D
Terkadang batas-batas antarnegara tidak dihormati, artinya wilayah makro dapat melampaui atau melintasi batas-batas administratif suatu negara. Jika dilihat dari karakteristiknya wilayah makro merupakan wilayah heterogen. Heterogenitasi ini diartikan dengan perbedaan fisik. Di Indonesia sendiri perencanaan wilayah berdasarkan ukuran makro tertuang dalam RTRWN atau Rencana Tata Ruang Wilayah Negara

Baca juga : Pengertian dan Perbedaan Rencana Tata Ruang di Indonesia.

Seharusnya suatu wilayah makro memiliki sumber daya dan spesialisasi yang melimpah. Sehingga kegiatan produksi dapat berkembang. Selain itu fungsi pengelompokan wilayah makro adalah:

  1. Memudahkan koordinasi kegiatan dalam proyek pembangunan suku.
  2. Memudahkan penelitian pertanian secara regional (keruangan).
  3. Arahan berbagai program proyek secara sektoral.
  4. Memudahkan perencananaan dan pengembangan proyek irigasi utama.
  5. Pengembangan industri dan mineral di wilayah tersebut untuk memastikan program pengembangan tingkat proyek saling melengkapi.
  6. Proyek dukungan pemasaran, dan evaluasi.

 Wilayah Meso

Wilayah Meso dapat diidentikkan dengan 'pembagian' sebuah negara. Contoh wilayah meso di Indonesia antara lain pembagian wilayah berdasarkan provinsi. Seperti Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Sumatra Selatan, Provinsi Kalimatan Timur, Provinsi NTT, Provinsi Papua, dan sebagainya.

 

Pengertian dan Fungsi Wilayah Meso, Mikro, Makro
Wilayah meso untuk batasan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP)

Wilayah-wilayah meso sendiri terbagi dari beberapa wilayah yang lebih kecil. Misalnya Provinsi Jawa Barat terbagi menjadi 26 kabupaten/kota terdiri atas 17 kabupaten dan 9 kota. Bagian dari wilayah meso ini memiliki tujuan dalam perencanaam. Perencanaan yang dimaksud dapat berupa wilayah budaya atau wilayah administrasi dan akan lebih baik lagi jika merupakan wilayah fisik yang homogen

Pengelompokan wilayah meso memiliki fungsi dalam perencanaan, seperti berikut ini:

  1. Merencanakan fasilitas pendidikan tingkat tinggi (universitas, sekolah tinggi, dan sebagainya)
  2. Merencakanan failitas pelatihan di bidang teknis dan kejuruan (institut)
  3. Perencanaan tenaga kerja dan layanan ketenagakerjaan,
  4. Merencanakan failitas kesehatan tingkat lanjut dengan fasilitas rujukan, 
  5. Perencanaan penyuluhan pertanian dan pertanian perbanyakan benih , 
  6. Perencanaan konservasi tanah dan pengelolaan lahan,
  7. Struktur pemasaran kredit terintegrasi puncak dengan fasilitas godowning dan buffer stock yang memadai,
  8. Pembangunan infrastruktur jalan dan komunikasi, pasar penghubung dengan jalan raya provinsi dan kabupaten,
  9. Perencanaan jaringan distribusi listrik, listrik pedesaan dll, 
  10. Perencanaan industri berbasis sumber daya lokal dengan hubungan pasar yang memadai,
  11. Pengelolaan hutan, 
  12. Pengembangan hortikultura, 
  13. Program pengembangan pelengkap di pedalaman dan industri besar, dan 
  14. Proyek irigasi kecil dan menengah.

Wilayah Mikro

Dalam perencanaan  berdasarkan ukuran wilayah, kecamatan, kelurahan hingga desa termasuk ke dalam wilayah mikro. Wilatyah mikro merupakan satuan wilayah perencanaan terendah dalam hierarki wilayah perencanaan berdasarkan ukurannya.. 

Alasan terpenting mengapa kecamatan, kelurahan hingga desa merupakan wilayah mikro untuk perencanaan adalah adanya database dan administrasi yang padu. Pengelompokan wilayah mikro dapat berfungsi sebagai perumusan rencana, pelaksanaan rencana, dan pemantauan rencana.

Pengertian dan Fungsi Wilayah Meso, Mikro, Makro
Wilayah mikro untuk batasan dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)

 Perkotaan sebenarnya juga dapat dikelompokan dalam satu wilayah mikro. Hal ini dikarenakan perkotaan memiliki pengaruh dapat menjadi wilayah lainnya. Sehingga menghasilkan titik simpul (node/nodal), meskipun wilayah mikro pada dasarnya adalah wilayah pedesaan. 

Karakteristik dasar dari wilayah mikro adalah ukurannya yang kecil. Selain itu pengelompokan wilayah mikro memiliki fungsi tersendiri dalam perencanaan, seperti berikut ini: 

  1. Perencanaan pendidikan pendidikan menengah atas (SMA) hingga pendidikan dasar (SD-TK)
  2. Perencanaan pelayanan kesehatan dasar.
  3. Penyuluhan pertanian.
  4. Penyediaan sarana pertanian.
  5. Perencanaan irigasi kecil.
  6. Pelayanan kedokteran hewan dasar.
  7. Perencanaan koperasi serba guna.
  8. Implementasi rencana oleh pemerintah daerah.
  9. Perencanaan jalan desa.