![]() |
| Lembaga-lembaga yang berperan dalam penanggulangan bencana di Indonesia |
Penanggulangan bencana melibatkan serangkaian upaya, termasuk penetapan kebijakan pembangunan yang mempertimbangkan risiko bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi. Indonesia, sebagai negara rawan bencana, memerlukan partisipasi berbagai lembaga dalam proses penanggulangan bencana.
Baca juga: Tenaga Geologi – Endogen dan Eksogen
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
BNPB merupakan lembaga pemerintahan non-kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden. Tugas utamanya adalah memberikan pedoman dan pengarahan terhadap usaha penanggulangan bencana yang meliputi pencegahan, penanganan keadaan darurat bencana, serta rehabilitasi dan rekonstruksi dengan prinsip kesetaraan.BNPB menjalankan berbagai bidang kegiatan, antara lain sebagai berikut
a. Bidang Sistem & Strategi
- Pemetaan & Evaluasi Risiko Bencana
- Pengembangan Strategi Penanggulangan
- Sistem Penanggulangan Bencana
b. Pencegahan
c. Penanganan Darurat
- Dukungan Sumber Daya Darurat
- Dukungan Infrastruktur Darurat
- Fasilitas Korban & Pengungsi
d. Rehabilitasi & Rekonstruksi
- Perencanaan Rehabilitasi
- Pemulihan & Peningkatan Fisik
- Pemulihan Sosial, Ekonomi & SDA
e. Logistik & Peralatan
- Pengelolaan Logistik & Peralatan
- Optimasi Jaringan Logistik
Peta Indeks Ketahanan Daerah (IKD) dari Buku IRBI Tahun 2022 terbitan BNPB
Baca juga: Aktivitas Gerakan Lempeng Tektonik di Indonesia
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
BPBD adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang bertanggung jawab atas penanggulangan bencana di tingkat daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota. BPBD berpedoman pada kebijakan yang ditetapkan oleh BNPB, dengan fokus pada wilayah daerah masing-masing.
Baca juga: Solusi Banjir Genangan Dengan Membuat Biopori
a. Pencegahan & Kesiapsiagaan
- Melaksanakan, merumuskan, dan menetapkan kebijakan teknis pencegahan & kesiapsiagaan bencana
b. Kedaruratan & Logistik
- Menyiapkan sarana tanggap darurat & dukungan logistik penanggulangan bencana
c. Rehabilitasi & Rekonstruksi
- Fasilitasi rehabilitasi & rekonstruksi pascabencana
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
BMKG bertanggung jawab atas pengamatan, analisis, dan penyebarluasan informasi mengenai meteorologi (cuaca), klimatologi (iklim), dan geofisika (gempa bumi dan tsunami). Informasi ini sangat penting dalam menghadapi bencana alam di Indonesia.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS)
BASARNAS adalah lembaga non-kementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden. Tugas utamanya adalah memberikan pertolongan dan pencarian korban bencana alam yang hilang atau terperangkap.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)
PVMBG merupakan unit di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang memiliki tugas utama dalam mengamati dan merencanakan mitigasi terhadap bencana geologi, terutama yang berkaitan dengan gunung api.
Baca juga: Tantangan Penerapan Prinsip 3R untuk Mengatasi Masalah Lingkungan
Tugas Utama PVMBG
- Penelitian dan Pemantauan Aktivitas Gunung Api — PVMBG melakukan penelitian dan pemantauan terhadap aktivitas gunung api untuk mendeteksi tanda-tanda awal aktivitas letusan. Contohnya laman PVMBG yang berisi peta sebaran dan penetapan aktivitas gunung api di magma.esdm.go.id.
- Peringatan Dini Bencana Letusan Gunung Api — PVMBG bertanggung jawab untuk memberikan peringatan dini terkait tingkat aktivitas gunung api, seperti status aktif, waspada, siaga, dan awas.
- Penetapan Kawasan Rawan Bencana — PVMBG menentukan kawasan yang berpotensi rawan terhadap bencana geologi, terutama letusan gunung api.
- Pembentukan Tim Tanggap Darurat — PVMBG terlibat dalam pembentukan tim tanggap darurat yang akan merespon bencana geologi dengan cepat dan efektif.
- Sosialisasi kepada Pemerintah Daerah dan Masyarakat — PVMBG melakukan sosialisasi tentang ancaman bencana geologi, termasuk melalui pelatihan evakuasi dan perencanaan tata ruang yang aman.
Peta aktivitas gempa dari laman MAGMA ESDM (magma.esdm.go.id)
Bidang-Bidang PVMBG
PVMBG dibagi menjadi tiga bidang dengan fokus mitigasi yang berbeda:
a. Bidang Mitigasi Gunung Api
- Pengamatan aktivitas gunung api
- Penetapan status & tingkat bahaya
- Peringatan dini letusan
- Rekomendasi teknis mitigasi
b. Bidang Mitigasi Gempa & Tsunami
- Pelaporan kejadian gempa & tsunami
- Pemetaan bahaya gempa & tsunami
- Pemodelan bahaya
- Rekomendasi teknis mitigasi
c. Bidang Mitigasi Gerakan Tanah
- Pelaporan kejadian gerakan tanah
- Pemetaan zona rawan gerakan tanah
- Pemodelan bahaya
- Penyebaran informasi & rekomendasi teknis
Baca juga: Tipe-tipe Kawasan Rawan Bencana Terkait Erupsi Gunung Api
Palang Merah Indonesia (PMI)
Selain mengelola pelayanan transfusi darah, PMI juga terlibat aktif dalam penanggulangan bencana melalui pelayanan manajemen bencana. PMI melakukan kegiatan kesiapsiagaan bencana, tanggap darurat, dan pemulihan bencana dengan menyediakan bantuan serta dukungan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana.
Lembaga-lembaga di atas berperan penting dalam upaya penanggulangan bencana di Indonesia, dengan tujuan mengurangi risiko, meningkatkan kesiapsiagaan, memberikan pertolongan darurat, dan membantu pemulihan masyarakat pascabencana. (Hermanto, 2023)



