Bank sampah adalah sistem pengelolaan sampah yang mengajak warga memilah sampah dari rumah. Sampah itu lalu disetor ke bank sampah. Warga menerima nilai ekonominya dalam bentuk tabungan. Cara kerjanya mirip bank biasa. Bedanya yang disetor adalah sampah bernilai jual. Artikel ini membahas alur kerjanya. Artikel ini juga membahas alasan sampah harus dipilah dan perbandingannya dengan sampah yang tidak dipilah.
1. Pengertian Bank Sampah
Bank sampah adalah tempat pengumpulan sampah terpilah. Pengurus mengelolanya dan mencatat setoran seperti tabungan. Warga disebut nasabah. Setiap setoran ditimbang lalu dinilai menurut jenis dan beratnya. Hasilnya dicatat dalam buku tabungan. Gagasan utamanya adalah mengubah sampah dari beban menjadi sumber daya bernilai.
2. Dasar Hukum
Pengelolaan sampah di Indonesia berpayung pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Pedoman bank sampah diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse, dan Recycle melalui Bank Sampah. Aturan dapat diperbarui. Pengurus sebaiknya memeriksa aturan terbaru dari dinas lingkungan hidup setempat.
3. Cara Kerja Bank Sampah
Alurnya terdiri atas lima langkah seperti pada gambar di atas.
3.1 Warga Memilah Sampah di Rumah
Warga memisahkan sampah menjadi tiga jenis. Sampah organik berasal dari sisa makanan dan daun. Sampah anorganik meliputi plastik dan kertas serta kaleng dan kaca. Residu adalah sampah yang sulit didaur ulang seperti popok sekali pakai. Sampah anorganik yang bersih dan kering dihargai lebih baik.
3.2 Menyetor Sampah Anorganik
Sampah anorganik bernilai jual dibawa ke bank sampah sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Sebagian bank sampah menyediakan layanan jemput. Banyak bank sampah hanya buka pada hari tertentu. Warga perlu mengetahui jadwal di lingkungannya.
3.3 Petugas Menimbang dan Mencatat
Petugas menimbang setoran lalu memisahkannya menurut jenis. Berat dan nilainya dicatat di buku tabungan. Harga per kilogram berbeda di tiap bank sampah. Harga juga berubah mengikuti pasar. Tanyakan daftar harga terbaru kepada pengurus.
3.4 Sampah Dijual kepada Pengepul
Sampah yang sudah terkumpul dijual kepada pengepul atau industri daur ulang. Kadang penjualan dilakukan melalui bank sampah induk. Hasil penjualan dikreditkan ke tabungan warga.
3.5 Warga Mencairkan Tabungan
Tabungan dapat dicairkan sebagai uang tunai. Warga juga dapat menukarnya dengan kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng. Waktu pencairan mengikuti aturan tiap bank sampah.
4. Berapa Banyak Sampah Rumah Tangga Setiap Hari
Timbulan sampah rumah tangga paling sering dinyatakan dalam kilogram per orang per hari. Ukuran ini disebut timbulan per kapita. Angkanya berbeda antarwilayah. Perbedaannya terlihat pada diagram berikut.
Batang oranye adalah asumsi perencanaan nasional untuk seluruh sumber sampah. Angka ini bukan khusus rumah tangga. Tiga batang hijau berasal dari kajian lokal. Lokasi dan waktu pengukurannya berbeda. Karena itu angkanya tidak dapat dianggap rata-rata nasional. Pada rumah tangga beranggota empat orang angka kajian lokal setara sekitar 1,1 sampai 1,7 kilogram per hari. Satuan lain yang lazim adalah liter per orang per hari. Kota memakai ton per hari. Skala nasional memakai ton per tahun.
5. Mengapa Sampah Harus Dipilah
Pemilahan menentukan seluruh rantai pengelolaan sampah. Undang-undang menempatkannya sebagai tahap awal penanganan. Alasannya sebagai berikut.
- Menjaga kualitas dan nilai jual bahan daur ulang.
- Mengurangi volume sampah ke tempat pemrosesan akhir. Lahan tempat itu terbatas.
- Memudahkan pengolahan yang tepat. Organik menjadi kompos. Anorganik didaur ulang.
- Mencegah pencemaran. Petugas juga terlindungi dari sampah tajam atau berbahaya.
6. Perbandingan Memilah dan Tidak Memilah Sampah
Diagram berikut merangkum perjalanan sampah pada kedua kondisi.
6.1 Pengaruh pada Bank Sampah
Sampah terpilah membuat penimbangan berjalan cepat. Harganya layak. Nasabah pun terus menabung. Sampah campuran memaksa petugas memilah ulang. Barang basah cepat rusak. Minat warga menurun.
6.2 Pengaruh pada Lingkungan
Sampah terpilah mengurangi beban tempat pemrosesan akhir. Bahannya kembali ke industri. Sampah campuran yang tertimbun membusuk tanpa cukup oksigen. Prosesnya menghasilkan gas metana dan air lindi. Sampah yang dibuang ke sungai memperbesar risiko banjir.
7. Jenis Sampah yang Umumnya Diterima
Kelompok berikut paling umum diterima. Kebijakan tiap bank sampah bisa berbeda.
| Kelompok | Contoh | Catatan |
|---|---|---|
| Plastik | Botol minuman dan gelas plastik | Bersihkan sebelum disetor |
| Kertas | Kardus dan koran bekas | Jaga tetap kering |
| Logam | Kaleng dan besi bekas | Bilas kaleng bekas makanan |
| Kaca | Botol dan toples kaca | Kemas hati hati agar tidak pecah |
Sampah organik dapat dikomposkan. Residu diserahkan ke layanan kebersihan setempat.
8. Manfaat Bank Sampah
8.1 Manfaat Lingkungan
Volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir berkurang. Saluran air juga lebih jarang tersumbat.
8.2 Manfaat Ekonomi
Warga mendapat tambahan penghasilan dari barang yang sebelumnya dibuang. Peluang usaha juga terbuka bagi pengurus dan pengumpul serta pengrajin daur ulang.
8.3 Manfaat Sosial
Kegiatan bersama membangun kebiasaan bergotong royong. Anak anak belajar sejak dini bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama.
9. Tantangan dan Cara Mengatasinya
- Kebiasaan memilah belum merata. Perlu sosialisasi berkelanjutan dan contoh langsung dari tokoh setempat.
- Harga sampah berfluktuasi. Daftar harga perlu diperbarui dan disampaikan terbuka kepada nasabah.
- Tempat penampungan terbatas. Pengangkutan perlu dijadwalkan rutin bersama pengepul atau bank sampah induk.
- Pengurus sering bergantung pada relawan. Pembagian tugas yang jelas dan insentif yang wajar membantu menjaga keberlanjutan.
10. Cara Memulai Bank Sampah di Lingkungan Sendiri
- Bentuk kelompok pengurus. Bagi tugas dengan jelas.
- Minta pendampingan dinas lingkungan hidup atau bank sampah induk.
- Siapkan tempat dan timbangan. Siapkan juga buku tabungan dan wadah pemilahan.
- Sosialisasikan cara memilah dan jadwal setoran kepada warga.
- Jalin kerja sama terjadwal dengan pengepul atau industri daur ulang.
- Evaluasi berkala agar pencatatan tetap tertib dan terbuka.
